Mira Roderica's Reviews > Antologi Rasa

Antologi Rasa by Ika Natassa
Rate this book
Clear rating

by
655733
's review
Feb 20, 12

Read in February, 2011

Kalau saya hanya diberi jatah satu kata untuk mendeskripsikan isi buku ini, maka saya akan meminjam istilah di internet: FRIENDZONECEPTION. Kenapa? Karena kisah ini bercerita friendzone yang saling berantai.

Novel ini bercerita tentang kisah sekelompok sahabat yang terperangkap dalam cinta segi banyak. Hubungan antar tokohnya bisa digambarkan sebagai berikut: Harris -> Keara -> Ruly -> Denise -> Kemal, di mana X -> Y menunjukkan bahwa X mencintai Y. Tentunya rantai hubungan tersebut sudah disimplifikasi, karena dalam ceritanya Harris dan Keara terlibat dengan banyak lawan jenis dan Denise sudah menikah dengan Kemal walaupun konon katanya suaminya sering selingkuh.

Secara keseluruhan, alur cerita dalam novel ini cukup enak untuk dinikmati. Hanya saja di bagian awal banyak kalimat yang tidak utuh karena penggunaan anak kalimat atau keterangan dalam tanda koma, strip, kurung, dan sebagainya yang terlalu panjang, sehingga penulis seolah lupa harus melanjutkannya lagi untuk membentuk kalimat utuh. Selain itu penggunaan bahasa inggris yang terlalu banyak juga cukup memuakkan di awal-awal, walaupun pada akhirnya saya sebagai pembaca bisa terbiasa dan mengikuti gaya ceritanya. Penggunaan makian, terutama sh*t dan f*ck juga terlalu banyak sehingga membuat saya yang tidak begitu biasa dengan penggunaan kata-kata tersebut menjadi jengah. Mungkin penulis membuatnya demikian karena gaya hidup karakter-karakter utama dalam cerita memang seperti itu. Sayangnya gaya hidup mereka memang sedikit tidak wajar bagi saya.

Ceritanya juga meskipun menarik, namun terasa janggal di beberapa bagian. Keara yang bisa dengan mudah menaklukkan pria dan pandai membaca gerak-gerik mereka bisa-bisanya tidak menyadari perasaan Harris, persahabatan mereka yang semudah itu putus hanya karena insiden di Singapore, Ruly yang mendadak membuka diri untuk Keara, suami Denise yang mendadak tobat, dan sebagainya. Well, dari awal bisa kebetulan banget sekelompok sahabat saling bertepuk sebelah tangan aja emang uda hebat kok.

Soal hubungan Harris dan Keara ini bisa dibilang aneh sekali. Sahabat dekat, lalu jadi sedingin musuh, lalu bisa kembali jadi sahabat lagi. Insiden di antara mereka yang membuat Keara marah banget saja sudah cukup aneh kalau mengingat gaya hidup Keara yang juga tergolong bebas. Serapuh itukah persahabatannya sampai tidak bisa dipertahankan lagi bahkan ketika Keara juga "ikut bersalah" dalam insiden tersebut? Ataukah dari awal mereka memang sebenarnya hanya sekedar teman hang out yang super asyik? Lalu ketika akhirnya hubungan Keara dan Ruly bermasalah, kenapa Keara memilih Harris sebagai orang pertama yang dia hubungi? Apalagi kalau dilihat dari alur ceritanya, Keara belum sepenuhnya memaafkan Harris. Jadi kenapa dia malah memilih lelaki yang dianggapnya merusak hidupnya itu sebagai sandaran dan tempat menangis ketika terjadi masalah? Yah, entahlah. Bagi saya cukup janggal, tapi mungkin saja dalam dunia nyata orang-orang macam Keara itu mungkin ada.

Cerita bagian tengah-akhir juga udah mulai bikin capek sih. Soalnya ga terlihat banyak perubahan signifikan lagi. Jealousy di sana-sini karena cinta bertepuk sebelah tangan terus berulang. Ending-nya yang cukup gantung juga bisa dibilang udah ketebak sih... Yah, tapi so far ceritanya cukup enak dinikmati kok :)
Likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Antologi Rasa.
Sign In »

No comments have been added yet.