Ira syarif's Reviews > A Tree Grows in Brooklyn

A Tree Grows in Brooklyn by Betty  Smith
Rate this book
Clear rating

by
7108481
's review
Feb 07, 12

bookshelves: classic-novel
Read from January 30 to February 06, 2012

Banyak sekali novel klasik yang ditujukan untuk anak-anak termasuk young adult seperti ini yang dipenuhi berbagai karakter yang bisa langsung membuat semua orang jatuh cinta.

Sara Crew dari Little Princess, adalah sosok mempesona yang tidak hanya membuat orang dewasa tercengang tapi juga belajar dari kepolosan kanak-kanaknya.

Little House in the Prairie dengan keluarga Ingalls-nya dicintai bahkan lebih hingga seabad sampai saat ini. cetakannya, rasanya hampir selalu diterbitkan setiap tahun. Orang-orang pun tidak bosan-bosan membicarakan mereka dan tertarik pada kisah para pionir Amerika Serikat yang diilhami dari kisah nyata ini.

A tree grows in Brooklyn, saya duga juga adalah kisah nyata si penulis sendiri Betty Smith, dengan beberapa editan sana-sini agar terkesan lebih dramatis. Karakter hidup dalam masa yang tidak terlalu jauh dari keluarga Ingalls. walaupun sama-sama bangsa Pionir.. tapi nasib mereka berbeda sekali.

Tokoh utamanya adalah Frances Nolan (Francie) gadis kecil yang diceritakan pada awal buku berumur hampir 12 tahun dan diakhir cerita berumur hampir 17 tahun. Francie tinggal bersama ayahnya yang pemabuk dan ibunya yang pekerja keras dan seorang adik lelakinya Nelley Nolan.

Mereka adalah keluarga yang sangat miskin, sampai-sampai Francie dan adiknya harus mengais-ngais sampah untuk menambah uang saku, membeli roti basi untuk dijadikan "hidangan mewah" dan menabung setiap sen yang mereka peroleh.. untuk membeli sebidang tanah. Ibu mereka bekerja sebagai tukang bersih-bersih Apartemen demi menghidupi mereka karena ayah mereka hanya sekali-sekali mendapat pekerjaan sebagai penyanyi panggung.

kegetiran hidup dilalui dengan ketabahan mereka tapi disampaikan penulis dengan cara yang tidak menggurui malah kadang menyayat hati pembacanya. sebagaimana secara manusiawi pembaca kadang mempertanyakan takdir Tuhan. sebagai contoh ketika ayah Francie meninggal dan mereka terpaksa mengosongkan lagi celengan mereka yang sudah diisi dengan susah payah selama bertahun-tahun demi mengurus sepetak tanah kuburan. Francie dengan lugunya bertanya pada ibunya:
"apakah kita akan membuat celengan baru lagi mama?"
"tidak, karena kita telah berhasil membeli tanah"
kalimat itu dilontarkan ibunya sambil meletakkan sertifikat tanah kuburan ayahnya.
jika di novel-novel yang lain ketabahan digambarkan secara "ke-malaikatan" ketabahan Francie dan ibunya digambarkan dengan sangat manusiawi.

Francie dan keluarganya memperoleh segala sesuatunya dengan kerja keras, dengan semua bakat dan kemampuan yang mereka miliki. Dia bukanlah seorang gadis miskin yang akan dijemput pangeran, tapi dia berjuang agar menjadi cukup layak dan setara untuk didekati "pangeran". Francie dan keluarganya kuat seperti pohon yang tumbuh di apartemen mereka di Brooklyn. meskipun tumbuh pada bangunan, tanpa ada yang merawatnya, dan sementara semua pohon yang lain tidak ada yang sanggup bertahan hidup, Pohon itu dapat tetap tumbuh dan menentang langit.

banyak hal lain yang sangat saya sukai dari novel ini:
1. Bagaimana Francie dan adiknya mencintai dan memuja ayahnya meskipun ayahnya adalah seorang pemabuk yang tak berguna
2. bagaimana Francie selalu hormat dan berbakti kepada ibunya, meskipun dia tahu ibunya lebih menyayangi adiknya dibandingkan dirinya
3. Bagaimana hubungan kakak-adik dibangun dengan setara tanpa ada rasa saling mengecilkan
4. harga diri yang dimiliki oleh keluarga Francie, bagaimanapun miskinnya mereka
5. Terpenting: Buku ini menekankan pentingnya pendidikan sebagai satu-satunya cara masuk akal untuk merubah nasib dan untuk mengangkat derajat sosial.

Favorit saya disini sebenarnya Bibi Sissi, Kakak Ibu Francie yang meskipun digambarkan sebagai perempuan nakal dan perayu, tapi adalah sosok yang paling apa adanya dan tanpa dendam. Bibi Sissi selalu jadi "malaikat" penolong bagi keluarga Francie.

Buku ini adalah buku yang jujur, dia menceritakan tentang pedophilia dengan cara yang cukup layak dibaca anak umur 11 tahun, dia menceritakan tentang seks yang memang seharusnya dimengerti oleh remaja sesuai tingkatan umurnya. sebagai seorang remaja sudah sewajarnya Francie punya rasa ingin tahu akan hal tersebut. dan buku ini menyampaikannya dengan cara yang sangat baik, sama sekali tidak vulgar tapi juga tidak membingungkan.

bab yang menjadi favorit saya adalah bab 51, ketika pergantian waktu yang dirasa karakter-karakternya terjadi dengan sangat cepat dituliskan dengan rangkaian dialog yang terputus-putus dari satu kejadian ke kejadian lainnya yang berlompatan tak beraturan (menurut saya ini kreatif dan keren sekali)

sepanjang saya membaca hampir tidak ada typo, kecuali satu.. saya agak lupa di halaman mana dan tidak yakin juga itu typo karena sebenarnya saya agak terkecoh dengan beberapa kata yang saya kira typo.. tapi ternyata itu hanya-lah perubahan vokal/konsonan karena dialek tokohnya yang bukan orang Inggris. contohnya nenek Francie yang menyebut menantunya: Yohnny padahal namanya Johnny. tapi itulah resiko beli buku terjemahan.

buku ini memang lumayan tebal.. tapi dijamin anda tidak akan pernah lupa akan karakter-karakternya dan inspirasi yang dia berikan. Memang tidak seperti buku-buku yang menggembar-gemborkan motivasi dan impian, buku ini sangat logis, masuk akal dan pas takarannya.
likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read A Tree Grows in Brooklyn.
sign in »

Quotes Ira Liked

Betty  Smith
“Let me be something every minute of every hour of my life...And when I sleep, let me dream all the time so that not one little piece of living is ever lost.”
Betty Smith, A Tree Grows in Brooklyn


Reading Progress

01/30/2012 page 21
4.0%
02/01/2012 page 30
6.0% "i don't have much time for reading it.. :( but francie is stunning :D"
02/06/2012 page 528
100.0% "Finally done.."

No comments have been added yet.