drg Rifqie Al Haris's Reviews > Gadis Jeruk: Sebuah Dongeng Tentang Kehidupan

Gadis Jeruk by Jostein Gaarder
Rate this book
Clear rating

by
7165719
's review
Jan 11, 2012

liked it
Read from January 11 to 12, 2012

Review keduaku, setelah kemarin mencoba menulis review Galaksi Kinanthi

Ini buku kedua Gaarder yang aku baca setelah Dunia Sophie.
Lagi-lagi Gaarder menyajikan pelajaran filsafat di sini. Tapi dengan gaya bahasa yang seringan novel keluarga, Gaarder menggiring pemikiran kita ke arah pemikiran filosofis, tanpa sedikitpun membuat kita kebingungan mencerna bahasanya. Tentu saja sangat jauh lebih ringan dibandingkan gaya bahasa Sartre atau Nietsche. Aku menyebut Gaarder sebagai filosof yang down to earth.

Siapakah Gadis Jeruk? Pertanyaan inilah yang mendominasi bagian setengah awal novel. Secara keseluruhan, Gaarder tidak memberikan alur yang progresif di sini. Bahkan ketika aku tahu siapa Gadis Jeruk itu, aku ga begitu kaget. Dari awal sampai akhir, alurnya sedatar film drama keluarga. Tapi yang membuatku tertarik, Gaarder selalu bisa menggiring pemikiran kita untuk merenung lebih dalam lagi mengenai teka-teki kehidupan.

Novel ini mengisahkan tentang seorang anak berusia 15 tahun yang mendapatkan surat dari ayahnya yang telah meninggal 11 tahun yang lalu. Bicara tentang surat sang ayah kepada anaknya pastilah mengingatkan kita pada Dunia Sophie kan. Sepanjang alur novel ini adalah cerita ketika sang anak membaca surat yang ditulis oleh ayahnya sesaat sebelum meninggal sebelas tahun yang lalu. Begitu detailnya hingga sang anak merasakan adanya komunikasi dan gambaran dari masa lalu. Begitu jelasnya hingga seolah ayahnya sendiri yang bercerita kepadanya.

Cerita ayahnya itu didominasi oleh kisah-kisah cintanya dengan gadis misterius yang disebutnya sebagai Gadis Jeruk. Siapakah Gadis Jeruk itu? Tenang saja, teka-teki itu akan terjawab di 2/3 akhir buku. Bahkan aku yakin, banyak juga yang sudah bisa menbak sejak awal siapa dia sebenarnya.

Esensi filosofis dari novel ini, ketika kisah Gadis Jeruk di-mix dengan pembahasan mengenai Teleskop Ruang Angkasa Hubble. Nampaknya dua hari ini aku membaca novel yang membahas tentang benda-benda langit. Kalau Galaksi Kinanthi karya Tasaro menyajikan ulasan mengenai konstelasi, Gadis Jeruk lebih ke alam semesta dan teka-teki filosofisnya. Tentu saja kita dipaksa berpikir apa hubungan antara Gadis Jeruk dengan Teleskop itu.

Perenungan filosofis dari novel ini sudah pasti menggelitik para pehobi filsafat. Sang anak seolah dihadirkan putaran film masa lalu lewat tulisan surat ayahnya. Dari situ kita diarahkan pada pemikiran bahwa hidup manusia adalah satu teka-teki kecil diantara luasnya teka-teki semesta. Jika kita memahaminya lebih lanjut, kita akan teringat film "Rabbit Hole" yang dibintangi Nicole Kidman. Teori 'rabbit hole' menjelaskan bahwa kehidupan itu memiliki percabangan kemungkinan yang tak terbatas seperti percabangan lubang kelinci. Satu keputusan kecil akan membuat perubahan besar di akhir. Itulah yang berusaha ditampilkan dalam novel ini. Hal tersebut makin jelas ketika sang anak merenungkan sebuah pertanyaan mengenai bagaimana jika dia bisa memilih, antara hidup ke dunia atau sebaliknya. Tentu saja pilihan hidup ke dunia akan membawa konsekuensi: suatu saat dunia juga akan direnggut lagi darimu.

Tentu saja sang anak paham benar bahwa kehidupannya di dunia ini bukan sekedar keputusan atas pilihan itu semata. Ayahnya juga paham tentang itu. Seperti yang telah dijelaskan sang ayah, bahwa keputusan kecil sang ayah di masa lalu itu juga akan menentukan keberadaan sang anak. Inilah teka-teki kehidupan yang bersumber pada konsep kompleksitas kemungkinan percabangan "rabbit hole". Itulah teka-teki kehidupan yang terbalut oleh teka-teki yang jauh lebih besar, yaitu semesta. Dan teka-teki itu hanya mampu dijelaskan sedikit sekali, oleh satu-satunya "mata semesta" yaitu Teleskop Ruang Angkasa Huble.

Overall, novel ini adalah novel filsafat ringan. Tapi janganlah terlalu banyak berharap novel ini memiliki ending yang mengejutkan. Novel ini memang tidak berniat untuk membuat alur cerita yang susah ditebak. Bukan seperti itu. Tapi novel ini menuntut kita untuk merenungkan tentang betapa kecilnya kisah kita dalam bentangan semesta ini. Jika kehidupan satu orang saja penuh dengan teka-teki, lantas rahasia maha dahsyat apa yang telah disimpan oleh semesta selama milyaran tahun itu?
flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Gadis Jeruk.
Sign In »

Reading Progress

08/11/2016 marked as: read

No comments have been added yet.