Niratisaya's Reviews > My Name Is Memory

My Name Is Memory by Ann Brashares
Rate this book
Clear rating

by
2373214
's review
Feb 28, 12

bookshelves: romance, rereadable, fantasy
Read from January 14 to February 28, 2012

Beautiful, soulful book! Awalnya saya ingin menyimpan dan ngeman-ngeman buku ini, sampai akhirnya saya sampai di bagian Daniel yang mendadak muncul di hadapan Lucy. That's so wrong! Pikir saya, dan akhirnya sampailah saya di halaman terakhir.

Hence...
Cerita: 2 bintang
Plot: 1.5 bintang
Character: 1 bintang
Total seharusnya 4.5 bintang, tapi after taste dan eksekusi Brashares membuat saya memutuskan 4 bintang cukup. Sementara saya menyadari keindahan open-ending, tapi di saat yang bersamaan akhir yg diberikan oleh Brashares terlalu open. Akibatnya saya jadi berpikir "what the...!"

HATI-HATI RANJAU SPOILER!

Oke...Daniel perlu berhadapan dengan Joaquim, tapi kenapa tidak dari awal? Kenapa tidak dimunculkan di bagian tengah - alih-alih terlalu banyak memperhatikan bagaimana Daniel mengulang-ulang pencahariannya dan bersembunyi sambil mengintai Lucy/Sophia?

Oke...cerita ini memang tentang hubungan Daniel (yg trauma dengan kehidupan-kehidupannya sebelumnya, thus he feels insecure around the woman he loves) dan Lucy (dengan ingatan masa lalunya yg berputar-putar di alam bawah sadarnya), tapi di saat bersamaan saya mengantisipasi kehadiran Joaquim dan perannya sebagai antagonis. Seharusnya Joaquim bisa berperan lebih besar. Yes, we need internal conflict, but there should be external conflict too.
Dari ancaman yang tadinya menghantui saya dan membuat saya menunggu bagaimana Joaquim akan muncul, ternyata...dia tampil hanya sebagai ancaman kosong. Setelah dia berhasil membawa Lucy/Sophia dari Daniel, dan masih tidak ada konfrontasi langsung antara keduanya? Come on...

Tentang plot...mau tidak mau saya membandingkan My Name is Memory (MNiM) dengan Time Traveler's Wife (TTW). Keduanya menawarkan ide yang sama dengan jalinan plot yang berbeda. MNiM disajikan dengan plot yang meski tidak runut, tetapi cukup membuat saya nyaman saat membaca lembar demi lembarnya. Sedangkan TTW dibawakan dengan pace yang cepat dan acak. Namun saya masih menyukai TTW, yang meski dengan open-ending, tapi saya masih merasa terpuaskan sebagai pembacanya. It's like drinking some bubbly wine that warm you up. Sedangkan MNiM dengan diksinya yang indah dan membuai (serta memabukkan!), saya dibuat terperangah di halaman terakhir. Seperti pemabuk yang tiba-tiba tersadar di tengah acara pesta, yang ternyata telah usai.

Rasanya aneh, saya memberi 4 bintang tapi masih berkicau seperti ini. Yah...saya merasa tidak puas dengan suasana yang dibangun dengan indah oleh Brashares, tapi tiba-tiba menjadi kacau di bagian akhir. But I still enjoy it. Dan mungkin saya akan membacanya ulang, setelah saya mengistirahatkan hati saya yg kecewa ini tentunya :D
likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read My Name Is Memory.
sign in »

Reading Progress

01/25/2012 page 25
8.0% "jarang sekali, novel yang langsung memikat aku dari awal cerita. Ann Brashares is good! My Name is Memory is wonderful!!"
01/27/2012 page 62
19.0% "somehow, it reminds me to Time Traveler's Wife. Tapi lebih bitter. Sad, sad feeling. Padahal niatnya cari yg agak ringan. Tapi sudah kadung lengket dan g bisa lepas"
01/27/2012 page 62
19.0% "I guess, ini adalah salah satu contoh cerita yg dimaksud Bu Fabiola"
01/30/2012 page 95
29.0% "Mulai seru dan g lagi mengharu-biru"
show 2 hidden updates…

No comments have been added yet.