Reinita Afif Aulia's Reviews > Jejak Darah

Jejak Darah by Chris X
Rate this book
Clear rating

by
5051151
's review
Jan 06, 12

bookshelves: borrowed, horror, mystery, indonesian
Recommended to Reinita Afif by: Tushy Octafadiola
Read on January 06, 2012, read count: 1

Buku ini.. kayaknya tergantung antara horor dan misteri. Bagian depannya cenderung horor, tengah misteri, dan belakang, well.. sebut aja action psikopat deh.

Psst, yang punya buku ini aja nggak kuat ngabisin karena ngerasa serem sendiri, hahahaaa..

Judulnya Jejak Darah, pengarangnya Chris X. Yang bikin saya bertanya-tanya adalah cara baca nama pengarangnya. [keris eks] atau [keris-keris]? Maklum lah, natal baru sebentar berlalu, sedangkan penulisan -christmas- biasanya dihemat jadi -Xmas-. Oh, sudahlah. Nurut Pak Sekspir aja, 'apalah arti sebuah nama...'

Sampulnya bikinan Kebun Angan Studio, gambarnya ada cairan merah -darah- yang dimasukin ke wadah krim kosmetik bermerk 'Baby Face'. Bener-bener menggambarkan isi cerita deh. Saking menggambarkannya, akhirnya malah unsur misterinya nggak terlalu dapet. Lha wong udah dikasih bocoran sama sampulnya kok.

Menuju ke sampul belakang, langsung deh mata saya burem. Ada orang b*go yang nulis pake font dekoratif, alaammaaaaakkk. Font macem ini mungkin bagus buat tulisan-tulisan singkat, tapi buat 14 baris? No. Way.

Jessica tidak menyangka bahwa kedekatannya dengan Mischa membawanya kepada sebuah pengalaman mistis dan misterius yang menakutkan baginya.

-> Asal tahu aja, Mischa ini kakaknya Jessi. Kerasa anehnya?

Dibantu oleh Reno, Ia mencoba menguak tabir di balik berbagai gangguan dan keanehan yang justru membawa mereka mengungkap sebuah tindak kejahatan medis yang hadir di antara obsesi kaum wanita akan kecantikan.

-> Gangguan? Keanehan?

Sebuah garis wajah yang menjanjikan keindahan, namun menghendaki kematian dan balas dendam.

-> Asal tahu aja, sampe halaman terakhir juga saya tetep nggak paham ini wajah yang dimaksud punya siapa..

Oh, sudahlah. Mari kita tidak menilai buku dari sampulnya dan beranjak ke isinya.

Prolognya menceritakan tentang sejarah plasenta, bagaimana plasenta hewan digunakan untuk kosmetik, dan satu titik saat plasenta manusia diperkirakan khasiatnya akan lebih manjur. Ari-ari atau plasenta ditawarkan pada produsen kosmetik yang menawarkan harga tertinggi. Para konsumen tidak pernah tahu apa bahan yang digunakan dalam kosmetik yang dipakainya.

Latar: mantab.

Bagian pertama adalah kilas balik ke masa lalu, di mana segalanya berawal. Baca aja deh, ini bakalan spoiler banget kalau diceritain, hahaaa.. :P

Cerita intinya adalah tentang Jessi dan Mischa yang tinggal terpisah dengan orangtua mereka di suatu apartemen. Mischa dihamili pacarnya, Reno, tapi dia mau bertanggung jawab. Ketika Mischa memeriksakan diri di Klinik Mutiara, dia disuruh menggugurkan kandungan karena bayinya tidak berkembang. Akhirnya, dia meninggal karena aborsi yang sudah tidak steril, tanpa anestesi pula. Sadis.

Berlanjut lima tahun kemudian, Jessica tiba-tiba sering diganggu oleh hantu anak-anak. Mereka memintanya untuk menghentikan sesuatu.. atau seseorang?

Perhatian, plot buku ini kerasa aneh di beberapa, ralat, banyak tempat, membuat alis keriting berkerut-kerut.

(view spoiler)

Huah. Habis baca ini malah jadi sebel sendiri karena banyak pertanyaan nggak kejawab. Benar-benar misteri. But overall, kalau buat dibaca aja tanpa mikir aneh-aneh, buku ini lumayan lah.



-Buku Kedua 2012-
likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Jejak Darah.
sign in »

No comments have been added yet.