Anton's Reviews > Drama Mangir

Drama Mangir by Pramoedya Ananta Toer
Rate this book
Clear rating

by
1824163
's review
Jan 24, 12

bookshelves: novel
Read from January 23 to 24, 2012 — I own a copy

Ciri khas Pramoedya tetap tak berubah di buku ini, akhir yang tragis. Begitu pula dengan Wanabaya, kstaria dari Mangir. Dia mati di tangan penguasa Mataram, Panembahan Senapati, pada tahun 1575 masehi ini. Demi melanggengkan kekuasaan, Senapati tega membunuh Wanabaya yang juga menantunya sendiri.

Wanabaya merupakan penguasa perdikan, semacam daerah otonomi bernama Mangir. Karena Senapati menganggap perdikan ini berbahaya, maka dia mengutus anaknya sendiri sebagai telik alias mata-mata. Apa daya, Pembayun, sang putrinya justru jatuh cinta pada Wanabaya. Mereka menikah.

Dengan liciknya, penguasa Mataram lalu mengundang Wanabaya datang ke istana Mataram sebagai menantu. Nyatanya, dia dibunuh penguasa Mataram saat di dalam istana. Licik.

Meski ditulis sebagai naskah drama, buku ini tetap enak dibaca. Ya, meski tak sebagus novel atau roman karya Pram yang lainnya sih. Tapi, buku ini tetap bagus kok dari sisi alur cerita maupun temanya. Seperti biasa, Pram pun menyentil liciknya penguasa dan angkuhnya monarki lewat karya setebal 141 halaman ini.

Buku yang ditulis saat Pram dalam pengasingan di Pulau Buru ini menarik dibaca karena dia menyampaikan sedikit tentang sejarah di negeri ini, khususnya Kerajaan Mataram pada masa itu. Kurangnya ya karena dia berupa naskah drama, bukan cerita biasa. Tetap enak diikuti tapi kurang jika dibanding novel atau roman.
likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Drama Mangir.
sign in »

No comments have been added yet.