Tammy Rahmasari's Reviews > Thirteen Reasons Why

Thirteen Reasons Why by Jay Asher
Rate this book
Clear rating

by
3319996
's review
Jan 01, 12


Pada saat pertama kali saya membaca sinopsis buku ini, saya langsung tertarik dengan ide orisinil penulisnya. Saya belum pernah membaca buku yang seperti ini sebelumnya, jadi kemudian saya membelinya.

Lalu saat mulai membaca, saya langsung dibuat sebal dengan tokoh utama wanita yang bernama Hannah. Dengan entengnya dia mengatakan bahwa rekaman itu dibuat sesaat sebelum dia akan bunuh diri. Bahkan sampai mengancam semua orang yang berada dalam daftar isi kasetnya adalah penyebab ia mengambil langkah tersebut.

Lalu, pada saat rekaman tersebut diputar. Disebutlah beberapa orang yang ia kenal di sekolahnya dalam daftar 13-nya Hannah itu. Clay yang menaruh perhatian pada Hannah dibuat was-was dan bingung. Sampai bertanya-tanya kesalahan apa yang telah ia perbuat pada Hannah. Karena dari awal rekaman Clay mendengarkan semua perlakuan buruk yang dilakukan orang lain padanya.

Tetapi setelah terus membaca bukunya, saya bisa merasakan naik turunnya perasaan sakit, pahit, dan getirnya Hannah yang disampaikan baik oleh penulis. Emosi Clay juga tergambar dengan sama baiknya.

Dan setelah membaca buku ini sampai akhir, saya berpendapat bahwa buku ini bagus dan layak untuk dibaca bahkan dikoleksi. Terutama oleh para remaja karena banyak pesan moral yang terdapat didalamnya. Salah satunya adalah mengenai interaksi antara sesama teman. Disaat kita sedih, terluka, bahkan depresi, selalu ada seseorang yang mau menjadi pendengar kita. Tetapi Hannah tidak mengambil keputusan itu :(

Lalu dengan jalan bunuh diri. Menurut saya itu adalah keputusan yang salah. Yang tidak layak untuk menjadi akhir dari sebuah masalah. Mati itu takdir, tapi salah satu alasannya bukan karena bunuh diri.
1 like · Likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Thirteen Reasons Why.
Sign In »

No comments have been added yet.