Sulis Peri Hutan's Reviews > Memilikimu

Memilikimu by Sanie B. Kuncoro
Rate this book
Clear rating

by
971024
's review
Jan 18, 12

bookshelves: roman-indonesia, my-own
Read in January, 2012

nangis baca ini, sumpah.

Awal baca buku ini menginggatkan saya akan bukunya Andrei Aksana yang Karena Aku Mencintaimu di mana sama-sama meminjam rahim orang lain agar mendapatkan anak. Bedanya, kalau di buku itu sang istri yang menyuruh di buku ini kehendak sang suami sendiri yang sangat ingin memiliki anak.

"Aku tidak seberapa hafal janji sumpah pernikahan itu, dulu aku membacanya dengan gemetar dan jantung berdebar keras," katanya pelan, "tapi, pembacaanku atas janji itu, bukan demi pemenuhan syarat belaka, melainkan karena niat hatiku kepadamu.
Kalau ada bagian dari sumpahku yang mengatakan bahwa aku akan mendampingimu dalam segala duka dan bahagia, bahwa aku menjadi bagian dari segenap sakit dan sehatmu. Maka, kuucapkan sepenuh ketulusan yang kupunya."
"Maka, janganlah menaggungnya sendirian. Apa lagi berpikir bahwa akan kuubah sumpahku. Aku tetap bersamamu, apa pun dirimu, dengan atau tanpa seorang anak."
Anom Ilalang, dia sangat mencintai istrinya, Samara, walaupun vonis dokter mengatakan kalau dia mandul. Dari luar Samara terlihat kuat, tidak pernah menangis tapi Anom tahu betapa sakitnya dia. Samara tidak mempunyai keinginan untuk adopsi karena dia tidak bisa mengurus orang asing. Anom hanya bisa mendukung keputusan istrinya dan selalu menjaga kesetiaannya, hanya saja sewaktu temannya meminta dia untuk menjaga anaknya Lotus, rasa yang amat besar memiliki seorang anak muncul kembali.

Dia pun akhirnya membuat keputusan, menyewa rahim perempuan, melakukan kontrak rahim tapi bukan dari seorang perempuan baik-baik karena akan merusak masa depannya. Temannya mengusulkan seorang perempuan yang sebenarnya tidak cocok dengan pekerjaan ini, dia seorang PSK freelance, dia harus membiayai ibunya yang sakit-sakitan dan demi mengambil kembali Ladang warisan yang ada di desa, Lembayung namanya.

Anom pun setuju setelah beberapa kali mengamati Lembayung di tempat kerjanya, dan karena cita-cita ibunya yang ingin kembali ke desa demi Ladang waridan serta dia tidak ingin melakukan pekerjaan hina itu lagi dia pun menyetujui. Malam itu, Lembayung merasa ada yang berbeda dengan laki-laki yang menyewanya, dia grogi dan tidak punya inisiatif, lain daripada yang lain, dan laki-laki itu menjelaskan kalau apa yang mereka lakukan tidak ada artinya, dia hanya ingin seorang anak, anak kandung, ingin membuat istrinya bahagia. Lembayung tahu kalau Anom sangat mencintai istrinya.

Lembayung positif hamil dan Anom sangat bahagia, dia berpesan agar Lembayung menjaga kesehatannya, dia juga membiayai semua kebutuhannya, kontrak mereka juga sudah jadi, Lembayung mendapatkan Ladang di desanya. Pertama kali Anom merasakan gerakan anaknya rasa bahagia membuncah di hatinya, apalagi anak itu berjenis kelamin perempuan, anak impian Samara, dia sangat bahagia. Rencana dibuat, setelah melahirkan dan ASI pertama sudah diberikan, Lembayung akan menaruh anak mereka di depan rumah Anom dan Samara, alih-alih menemukan anak tak dikenal tapi sebenarnya darah daging Anom, penerus keturunan. Sayangnya Anom tidak tega berbohong kepada Samara, dia tidak bisa menghianatinya. Anom pun menjelaskannya dan meminta agar Samara memaafkan dan mau menerima anak itu. Samara marah besar, kecewa karena dikhianati oleh orang yang dicintainya, dia pun pergi meninggalkan rumah untuk menenangkan diri. Pada hari kepergiannya, Anom mengalami kecelakaan.

Kalimatnya indah-indah, puitis, penjabaran suasana hati ataupun tempat pun juga detail. Tapi mbak Sanie kenapa kejam sekali? Saya mbrebes mili membaca buku ini.

Betapa Anom sangat mencintai Samara sangat kerasa sekali, dia benar-benar ingin membahagiakan keluarga mereka, ingin membuat istrinya tersenyum kembali. Hanya saja penghianatan selalu susah untuk dimaafkan. Lembayung, dia sangat pengertian, dan memegang teguh janji yang pernah dibuatnya untuk Anom, dia juga memahami betapa Anom sangat mencintai istrinya. Sedangkan Samara dia wanita yang keras dan tidak pedulian. Awalnya saya menyukai karakter Samara tetapi setelah kecelakaan itu saya hilang respek. Justru Lembayung yang lebih bisa menerima dan lebih dewasa. Seberapa besar kesalahan Anom perbuat, dia tetap menjadi tokoh favorite saya di buku ini.

Bagian yang paling mengharukan adalah ketika Lembayung menyerahkan anak Anom ke Samara, sedangkan Samara menolak mentah-mentah dan menyuruh membuangnya ke panti asuhan. Saya hanya bisa membayangkan bagaimana perasaan Anom ketika mendengarnya.

Untuk cover saya setuju ucapan mbak Sanie waktu diwawancarai di radio Proresensi, dia sebenarnya ingin kupu-kupu menjadi gambar covernya bukannya burung. Soalnya sewaktu membaca buku ini kupu-kupu memang mempunyai andil, beberapa kali disebut. Saya juga tertawa ketika mbak Sanie bilang kelemahannya tidak bisa membuat peran antagonis, sekali buat terkesannya malah kasihan, mungkin yang dimaksud Samara kali ya? :D. Masih ada beberapa typo, selebihnya bagus. Memilikimu adalah buku kedua mbak Sanie yang saya baca setelah Kekasih Gelap. Oh ya cerita ini pernah dimuat di majalah Nyata sebagai cerita bersambung.

Terus menulis ya mbak, ditunggu buku selanjutnya, kangen maen ke rumah batanya nih :)

3 sayap untuk kesetiaan Anom


Read more: http://kubikelromance.blogspot.com/#i...
@peri_hutan
4 likes · likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Memilikimu.
sign in »

Comments (showing 1-4 of 4) (4 new)

dateDown_arrow    newest »

Dion Yulianto Romance?


Sulis Peri Hutan yub yub, domestic romance :))


message 3: by Yola (new)

Yola NY happy ending kah?


Sulis Peri Hutan Hihi g mau spoiler


back to top