Mary 's Reviews > Where She Went - Setelah Dia Pergi

Where She Went  - Setelah Dia Pergi by Gayle Forman
Rate this book
Clear rating

by
5546968
's review
Dec 16, 11

bookshelves: baca-terjemahannya, own-indo-books, music
Read in December, 2011 — I own a copy

6 stars

"Jika kau hidup aku akan melakukan apapun untukmu. Aku akan berhenti main band dan pergi ke New York bersamamu. Bahkan jika kau tidak ingin bersamaku lagi, aku akan menurutimu. ... mungkin kembali pada kehidupanmu yang lama akan terasa menyakitkan, dan akan lebih mudah untuk menjauhi kami. Meskipun akan sangat menyakitkan, aku akan menanggungnya. Aku rela melepaskanmu asalkan aku tidak kehilangan dirimu hari ini...

Kata-kata indah itu menjadi puncak cerita dalam Jika Aku Tetap Di Sini dan 'kebangkitan' Mia menjadi ending yang memukau.

Where She Went dituliskan berdasar buah pikiran Adam dan dimulai 3 tahun setelah kecelakaan yang dialami Mia dan keluarganya. Saat ini Adam seorang adalah bintang rock terkenal dan hidup bersama si cantik Bryn, artis papan atas dunia.
Tiga tahun lalu Mia pergi meneruskan pendidikan musik di New York dan tidak pernah kembali. Kepedihan mendalam karena ditinggal keluarganya mengubah hidup Mia dan berpengaruh besar terhadap hubungannya dengan Adam. Adam yang manis dan setia berubah menjadi sosok yang selalu menarik diri, dingin dan pendiam. Banyak orang mengagumi apa yang dimilikinya; kekayaan, nama besar dan kekasih cantik yang terkenal. Tapi selalu terasa ada ruang hampa dalam hatinya yang membuatnya selalu gelisah dan marah.

Dalam satu kesempatan promosi albumnya di New York, tanpa rencana Adam menghadiri pertunjukan perdana Mia di Carnegie Hall dan takdir mempertemukan mereka kembali. Mia telah menjadi cellis muda berbakat yang sangat dikagumi di kalangan musik klasik. Meskipun harus bergumul dengan perasaan marah dan cinta yang sama kuat, Adam terpaksa harus mengikuti Mia yang tanpa ampun menyeretnya ke berbagai sudut kota New York tempat Mia menghabiskan 3 tahun terakhirnya tanpa Adam. Apakah Mia masih seperti Mianya yang dulu ataukah sudah berubah menjadi cellis yang congkak?

Klimaks cerita meledak pada saat Adam menuntut penjelasan Mia saat ia meninggalkannya begitu saja. Adam dipaksa untuk menghadapi konsekuensi dari janjinya. Meskpun pahit, Adam tidak menyesal pernah membuat janji itu. Apakah pertemuan ini menjadi sebuah penutupan kisah mereka yang harus diterima Adam? Ataukah masih ada harapan bagi mereka untuk bersatu kembali?

Sejak membaca If I Stay saya sudah sangat mengagumi sosok Adam yang manis dan setia. Tapi Where She Went memaksa saya untuk jatuh cinta tanpa ampun padanya. Sisi 'gelap' Adam yang sinis bercampur dengan sisi 'terang' yang masih sering muncul tanpa disengaja menghasilkan sosok romantis yang sukar dilupakan.
Banyak sekali hal yang membuat saya klepek-klepek setengah mati pada Adam:
~ Adam yang menyimpan rasa marah karena ditinggalkan Mia tapi tetap tidak kuasa menolak kekuatan magis yang menariknya pada Mia.
~ Adam yang saat melampiaskan frustasi amarahnya dengan meniduri groupie-groupienya tetep aja selalu membayangkan mata Mia pada mata mereka. (kasihan amat cewek2 korbannya ya...)
~ Adam si bintang rock yang namanya selalu diteriakkan oleh penggemarnya, tapi dia selalu hanya pengen denger 1 suara saja dr bangku penonton.
~ Adam yang tidak pernah berhenti mencintai Mia, pdhal udh punya Bryn yg gak kurang sempurna.
~ Adam yang siap meninggalkan band-nya bahkan disaat mereka sudah terkenal hanya untuk mengikuti Mia, bahkan rela cuma menjadi groupie-nya, menjadi tukang angkutnya, pokoknya manut kemanapun Mia pergi..[sigh...]

Saya pertama kali membaca buku ini via ebook pertengahan tahun 2011, dibaca ulang bisa sampai 3x, rela memotong uang makan untuk mengoleksi Hardcovernya saat hadir di Kinokuniya. Lalu saat menemukan terjemahannya di Gramedia masih saja tertarik membelinya. Terakhir disarankan oleh teman untuk mendengarkan audiobooknya yang luar biasa. Jadi minimal saya sudah mengulang-baca-dengar buku ini sebanyak 6x, tapi masih saja termehek-mehek saat mengulangnya.
Saran saya, baca buku versi aslinya sambil mendengarkan audio-nya. Efek yang harus diantisipasi: jatuh cinta pada suara pembawanya :p

Psst...saat membaca buku pertama terus terang saya tidak punya kesan yang terlalu mendalam terhadap sosok Mia selain bahwa dia cewek beruntung dengan bakat musik yang istimewa, punya keluarga yang sangat kompak banget dan punya cowok keren yang sayang banget. Tapi membaca dan mendengar suara hati Adam dalam buku kedua ini saya jadi selalu pengen menempatkan diri sebagai Mia dan melayang2 karena merasa menjadi cewek paling cantik dan berharga sedunia.


Gayle Forman dengan sangat mengagumkannya merangkai kata-kata sehingga setiap kalimat dalam setiap chapter di buku ini menjadi berbagai bentuk emosi yang meluap-luap dan menyentuh hati. Mungkin beberapa kalimat masih sangat susah diterjemahkan dengan ketepatan yang sama untuk bisa membagikan apa yang diutarakan pada versi aslinya, tapi berikut adalah kata-kata yang menyentuh buat saya:

~ ...tidak seperti malam itu, sekarang aku takkan menciumnya. Atau menyentuhnya. Atau bahkan melihatnya dari dekat. Malam ini, aku akan mendengarkan. Dan itu sudah cukup.

~ Aku ingin menembus ruang yang memisahkan kami,yang hanya beberapa meter jauhnya--bukan berkilo-kilometer, bukan di seberang benua, bukan tahunan--dan mengusapkan jemariku yang kapalan ke wajahnya. Aku ingin menyentuhnya untuk memastikan ini benar-benar dirinya....

~ I'd do it again.... I'd make that promise a thousand times over and lose her a thousand times over to have heard her play last night or see her in the morning sunlight. Or even without that. Just to know that she's somewhere out there. Alive.

~ How can it be so unclear to her when it's like the fingers on my hand to me? "I'll be your plus-one, your groupie. Your roadie... Wherever you go, I go...."

~ ... “You dumb-ass,” I crooned, kissing her on the forehead. “You don’t share me. You own me.”




2 likes · likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Where She Went - Setelah Dia Pergi.
sign in »

Quotes Mary Liked

Gayle Forman
“I look at her there in the shadows of the shut-down city, her hair falling onto her face, and I can see her trying to figure out if I’ve lost it. And I have to fight the urge to take her by the shoulders and slam her against a shuttered building until we feel the vibrations ringing through both of us. Because I suddenly want to hear her bones rattle. I want to feel the softness of her flesh give, to hear her gasp as my hip bone jams into her. I want to yank her head back until her neck is exposed. I want to rip my hands through her hair until her breath is labored. I want to make her cry and then lick up the tears. And then I want to take my mouth to hers, to devour her alive, to transmit all the things she can’t understand.”
Gayle Forman, Where She Went

Gayle Forman
“We'll tell our secrets to the dark"-Adam
"Okay"-Mia
"So let's hear another of your irrational fears"-Adam
"I'm scared of losing you"-Mia
"I said 'irrational' fears. Because that's not gonna happen"-Adam
"It still scares me"- Mia”
Gayle Forman, Where She Went

Gayle Forman
“But I'd do it again. I know that now. I'd make that promise a thousand times over and lose her a thousand times over to have heard her play last night or to see her in the morning sunlight. Or even without that. Just to know that she's somewhere out there. Alive.”
Gayle Forman, Where She Went


Comments (showing 1-5 of 5) (5 new)

dateDown arrow    newest »

Hippo dari Hongkong yang ini bintang 6 ;))


nila Jadi minimal saya sudah mengulang-baca-dengar buku ini sebanyak 6x, tapi masih saja termehek-mehek saat mengulangnya."

6 bintang karena sudah 6x baca, 6x termehek-mehek...
;)


Hippo dari Hongkong buset, 6x re-read :))


Mary Dlm waktu kurang dr 1th lho...
Kayaknya udh bisa dibilang maniak :D


nila HappyHippo wrote: "buset, 6x re-read :))"

yah baca deh dulu, sapa tau kang Hippo malah sampe 10 kali.... ;)


back to top