Bunga Mawar's Reviews > Maharani

Maharani by Pearl S. Buck
Rate this book
Clear rating

by
1007892
's review
Nov 08, 08

bookshelves: translated-into-indonesian, fiction, it-s-mine
Read in June, 2008

Rupanya buku memang ini memang sekedar novel, bukan biografi. Ketiadaan kisah awal kelahiran dan akhir hayat sang Maharani Tzu Hsi di buku ini menandakan hal itu. Jadi saya bingung juga ni, buku ini masuk fiksi atau bukan, yah?

Duluuu... tahun 1990-an kalau tidak salah, ada cukilan buku non-fiksi di Intisari tentang riwayat Ta Ts'ui, putri sulung seorang pegawai menengah kerajaan Manchu, Cina di tengah abad ke-19. Sayang sekali saya sudah lupa judul bukunya. Entah karena biografi ini sudah memukau dalam bahasa aslinya, atau kemampuan penulis Intisari yang memang keren-keren menceritakannya kembali, saya benar-benar masuk dalam kehidupan di balik Istana Terlarang yang megah itu.

Membaca cukilan buku itu, saya sangat terkesima, begitu berlikunya hidup Ta Ts'ui (artinya "Batu Giok Hijau"), semenjak lahir di keluarga sederhana (dengan tanda lahir bentuk rubah di salah satu pantatnya), kemudian menginjak masa remaja yang mulai cerah, hingga sebelum usia dewasa ia dihempaskan kembali ke bawah dengan kematian ayah yang memanjakannya. Dengan segala kesusahan itu, tak sekejap pun ia dan ibunya putus dalam mempercayai ramalan yang pernah dibacakan saat kelahirannya, yaitu kelak ia akan menjadi wanita yang paling berkuasa di seluruh Cina, Ratu Tzu Hsi. Meskipun akhir hidupnya begitu tragis, inilah biografi yang bisa memperlihatkan pada kita kekuatan niat untuk mencapai sesuatu.

Dalam buku karangan Pearl S. Buck ini, ternyata kita langsung diantarkan ketika Orchid (nama Ta Ts'ui di buku ini) bersiap masuk istana sebagai selir Kaisar Hsien Feng. Dari selir kelas tiga ia "naik kelas" menjadi selir kelas satu setelah melahirkan putra laki-laki. Setelah kaisar wafat, ia menjadi Ratu Wali bergelar Tzu Hsi bersama permaisuri Tzu An. Sisa cerita sama seperti yang pernah saya baca, yaitu otoriarianisme Tzu Hsi dalam mengendalikan pemerintahan Dinasti Ching, termasuk dengan memilih pangeran-pangeran balita untuk dinobatkan sebagai kaisar agar ia sebagai ibu suri terus mendapat kekuasaan sebagai wali.

Buat saya, buku ini kurang emosional, karena saya membandingkannya dengan cukilan buku di Intisari tadi. Padahal harusnya sebagai novel, buku ini bisa lebih dramatis tanpa mengeliminasi fakta dan peran pelaku sejarah di dalamnya. Belum lagi karena penyebutan beberapa gelar dan tempat dalam bahasa Inggris ("Orchid" atau "Pewter Lane"), yang tentunya merupakan interpretasi Buck sebagai penutur bahasa Inggris. Tapi sebagai bacaan cukup menarik karena saya bisa melihat lebih dalam ke intrik-intrik kehidupan Istana Terlarang yang luar biasa.
likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Maharani.
sign in »

Comments (showing 1-6 of 6) (6 new)

dateDown_arrow    newest »

message 1: by Kharolina (new)

Kharolina Ini cerita bener booo, karena Tzu Hsi (baca cixi) ini era kerajaan cina berakhir. Tapi mungkin tokoh2 didalamnya ga semuanya ada.


message 2: by Martha (new)

Martha klo gak salah ada buku yg mirip bgt sm buku ini, tokohnya namanya Yehonala. atau emang buku yg sama ya? lupa....


Tezar Ari Yulianto Yehonala itu nama keluarganya Tzu Hsi teh, sebelum dia resmi diangkat jadi selirnya kaisar


Bunga Mawar Iya, nama klan, gitu.. Ttg buku yg teh Martha sebut itu, saya jg pernah liat, tapi ga ingat judulnya :)


message 5: by Rini (new)

Rini Respati Mb Bunga Mawar, baca deh buku nya Anchee Min yang judulnya Empress Orchid & The Last Empress. Mungkin akan lebih menjelaskan kisah Ci Xi ini. Saya sih suka banget baca buku2 itu. Seperti nya nyata. Sampai membuat saya penasaran waktu berkunjung ke Forbidden City maupun Summer Palace mereka reka kejadian apa yang terjadi di ruang sini & situ seperti yang diceritakan buku tersebut.


Bunga Mawar Makasih atas rekomendasinya, Mbak Rini...


back to top