htanzil's Reviews > The Radical Disciple

The Radical Disciple by John R.W. Stott
Rate this book
Clear rating

by
114093
's review
Dec 02, 11

bookshelves: buku-rohani
Read from November 09 to December 02, 2011

The Radical Discpile adalah buku terakhir karya seorang raksaksa iman, John Stott (1921-2011). Siapa John Stott?

John Stott dikenal di seluruh dunia sebagai seorang pengkhotbah, penginjil, dan penulis asal Inggris. Selama bertahun-tahun menjabat sebagai rektor dari dari gereja All Souls di London. Ia juga menjadi perancang utama terbentuknya Lausanne Covenant (1974). Ia telah menghasilkan puluhan buku yang telah terjual jutaan kopi di seluruh dunia dan diterjemahkan dalam puluhan bahasa. John Stott juga diakui oleh majalah Time pada tahun 2005 sebagai salah satu dari “100 tokoh paling berpengaruh di dunia.”

Buku karya terakhir John Stott “Murid Yang Radikal”ini berisi tentang apa artinya mengikut Yesus melalui eksplorasi delapan aspek penting yang sering diabaikan oleh orang-orang Kristen.

John Stott memberi judul ini Murid yang Radikal karena semua orang Kristen adalah juga murid-murid Kristus, sehingga sebagai seorang murid kita harus punya kesadaran diri untuk mengambil tanggung jawab berada 'di bawah disiplin" sang Guru yang adalah Kristus sendiri.

Mengapa dikatakan radikal? Kata "Inggris" radikal berasal dari kata latin "radix" yang berarti akar atau seumber. Jadi murid yang radikal adalah murid yang pandangan-pandangannya sangat kuat dan sempurna dalam komitmen mereka. Atau bisa juga dikatakan sebagai murid yang berakar dalam iman.

Sebagai murid Kristus kita sering menghindarkan diri untuk menjadi murid yang radikal, yaitu dengan menjadi selektif atau memilih area-area di mana komitmen yang cocok dengan kita dan menjauh dari area-area yang menuntut harga yang sangat mahal. Namun sebetulnya hal ini tidak boleh kita lakukan karena kita sebenarnya tidak punya hak untuk mengambil dan memilih area-area yang cocok di mana kita akan tunduk kepada otoritas-Nya.

Dengan kata lain John Stott dalam buku ini menyampaikan bahwa mengikut Yesus berarti membiarkan Dia mengarahkan agenda hidup kita. Kita tidak boleh menetapkan batasan-batasan ke-Tuhanan-nya atau menghindarkan diri dari harga yang harus dibayar karena komitmen kita. Dia memanggil, kita mengikutNya.

Dalam bukunya ini John Stott membahas delapan karakteristik pemuridan Kristen yang seharusnya digumulkan secara serius oleh para murid Kristus yang radikal (berakar) .Kedelapan karakteristik itu adalah :
1. Non-Konformitas
2. Keserupaan dengan Kristus
3. Kedewasaan
4. Kepedulian terhadap ciptaan
5. Kesederhanaan
6. Keseimbangan
7. Kebergantungan
8. Kematian.

Kesemua delapan karakteristik pemuridan itu dibahas secara praktikal dan mudah dimengerti dan diteladani sehingga kita bisa dengan mudah mengambil penerapannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Di akhir dari bukunya ini John Stott memberi pesan terakhirnya bahwa,

"Hal yang mendasar yang diperlukan dalam semua pemuridan adalah bahwa ketetapan hati kita tidaklah sekedar menyanjung Yesus dengan gelar-gelar yang santun namun juga mengikuti ajaran-Nya dan menaati perintah-perintah-Nya."

@htanzil
likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read The Radical Disciple.
sign in »

No comments have been added yet.