Hasanuddin's Reviews > The Blind Owl

The Blind Owl by Sadegh Hedayat
Rate this book
Clear rating

by
1084008
's review
Jul 09, 08

bookshelves: fiksi
Read in July, 2008

Akhirnya... Dengan tertatih-tatih bisa menyelesaikan novel ini... Fiuh.... (mengusap keringat).

Novel yang kelam, dingin dan membuat bergidik. Obsesi Sadeq Hedayat akan kematian terekam kuat pada karyanya. The Blind Owl mengambil sudut pandang orang pertama (sebagai aku). Aku sebagai sosok yang kesepian dalam kesendirian. Bahkan istrinya sendiri tidak diakui (karena disebut pelacur)termasuk tidak percaya terhadap agama, dogma dan sederet hukum budaya. Aku sebagai sosok yang ingin lepas dan bebas namun terjerat pada keputusasaan hidup. Putus asa, belahan jiwanya tidak pernah mengakui sebagai suami. Putus asa merindukan sosok ideal. Akhirnya, menjalani hari dengan mabuk dan opium, tak punya arah untuk meraih goal setting. Atau jangan-jangan kematian itu adalah goal setting dari aku itu sendiri.

Dan inilah yang membuat aku tidak dapat menyelesaikan novel yang "hanya" setebal 191 halaman dengan cepat (Bayangkan 3 bulan!). Aku putus asa untuk menyelesaikan seperti halnya tokoh utama dalam novel. Aku putus asa karena dalam membaca novel ini seperti tidak ada arahan lain selain menjelang kematian. Benar-benar suram....
1 like · likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read The Blind Owl.
sign in »

Comments (showing 1-21 of 21) (21 new)

dateDown_arrow    newest »

Ordinary Dahlia sesuram itukah? Kalo suram, tambah bintang atuh biar agak terangan dikit

Pantes aja tertatih2 sambil gembala ayam sey...


Hasanuddin Justru bintangnya dikit aja, biar cocok ama novelnya. Pantes aja dikasih cover hitam. Padahal novel 5 cm sampulnya hitam tapi isinya "penuh warna". Anomali. Dan ada lagi adegan memotong mayat yang membuat ku muak (Sungguh!). Nah pas bagian itu, novel langsung ga aku lanjutin mpe 3 bulan lamanya...

Mending gembala ayam, memberi kehidupan (kan tumbuh gede). Dari pada Sadeq Hedayat yang mikirin cara kematiannya.


Hasanuddin Ya, tapi beda Amank Po... Klo Sadeq Hedayat pake Burung Hantu buta. Simbol yang aku rasakan, seperti akal yang terkebiri. Akal dah tertutup dengan segala rentetan dan rengekan putus asa. Kalo ayam kan sekarang bisa jadi simbol kampanye gizi (Promosi nih...)


message 4: by Ryan (last edited Jul 09, 2008 06:34PM) (new)

Ryan kemaren sempet liat novel ini di JBF 2008 tapi nggak jadi beli. hmmm,...still reviewing.


Ordinary Dahlia Aha! coba baca stephen king yg misery! Mantab!!!
Ada adegan potong kaki sang tokoh utama hidup2 trs langsung d bakar biar ga pdarahan. syereeeeeeeem
G dah bilang, kalo jadi tokoh utama novel ituh, mending g mati ajaaaaah...


Ordinary Dahlia *geleng2*
Sesama ayam pasti ngerti jenis masing2 yah'
Lupa g...


Hasanuddin *Dahlia, Wah apalagi tu. Mending bakar ayam trus dimakan ^_^
*Ryan, coba baca aja. Selera kita kan bisa aj beda. N kamu punya sudut pandang lain untuk dicritain


Hasanuddin Amang belum jawab.. Kok tahu aku di Poultry?


Ordinary Dahlia G pikir u ayam baik2
tnyata ayam makan ayam...
*shock*


Hasanuddin *Dahlia, bukan kanibal...

Kan aku peternak ayam, bukan ayamnya....


Hasanuddin Masak?

....

Yah Amank, malah dibuka semua....


Hasanuddin gpp, it's ok. Aku aj yang lupa....

Heheheheh..... maaf juga deh...


message 13: by Ryan (new)

Ryan Guys, ini koq malah jadi ngomongin ayam sih.


Hasanuddin Ryan, Ayam ama Owl sama2 unggas. Gitu nyambungnya


message 15: by gieb (new) - added it

gieb tertarik dengan novel ini karena suram. selaras dengan kupingku yang suka ndengerin radiohead. suatu waktu, kira-kira tahun 2005, ketemu seorang cewek yang bercerita tentang hidupnya yang suram. maka, aku pinjamkan novel ini. sampai sekarang gak balik. padahal aku juga blum menamatkan novel ini.

mungkin karena berjodoh dengan novel ini, pas kopdar ketemu lagi dengan novel ini di meja book swap. ya, sudah. sampai sekarang, novel ini juga belum terbaca. mungkin, karena aku sudah tidak lagi suram. hehe. halah! maksudnya lebih suram. jadi novel ini kurang suram gituh..


message 16: by Ryan (new)

Ryan saya benci suram
kesuraman
kesura
suraman
sura
sur
su
asu
aman
man
an

walah! siapa nih penyebar virus ini?

@hasan
bicara tentang per-unggas-an, bae2 bro banyak burung pilek sekarang.

-ryan






message 17: by gieb (new) - added it

gieb hehe. bung ryan bakat juga jadi penyair..


message 18: by Abah (new)

Abah Apa masih penasaran baca dengan eman? Bacanya kudu di jacuzy ato spa hangat biar bisa seminggu tamat. Tentu gak akan hahhehhoh lagi sambil bayangin yang serem2 deh. (Asal kantung tebal aja)


message 19: by Abah (new)

Abah Waaaahhh, semoga memang blum sempet dipulangin aja kalih Gieb. Tapi entah juga klo dia takut dikatain gelo sama Sir Bentrand Russel tuh.
*Meminjamkan buku itu bodoh. Mengembalikan buku itu gila.* Makanya daripada minjemin buku matak jadi pikiran, mendingan sumbangsih aja sekalian itung2 amalan baik. Tul gak, Gieb? Kangen euy! Klo ketemu salamin juga kangen abah ka Oci ya.


message 20: by Ryan (new)

Ryan Blind owl : mark as to read.
hmm...


Hasanuddin *Ryan, burungnya dah kebal pilek tinggal orangnya yang ga bs nahan pilek

*gieb, tapi aku paling sedih kalo buku hilang or ga balik. Kalo boleh milih, mending uang senilai harga buku yang hilang aj deh

*Pak Aeman, wah ada istilah gitu ya? Catet ah...


back to top