erry's Reviews > The Golem's Eye

The Golem's Eye by Jonathan Stroud
Rate this book
Clear rating

by
1068400
's review
Jun 10, 08

bookshelves: fantasy
Read in May, 2008

Dua tahun telah berlalu sejak peristiwa pengkhianatan Simon Lovelace. Nathaniel telah tumbuh dari seorang anak kecil yang bertindak kekanak-kanakan menjadi penyihir muda yang berbakat dan paling diperhatikan oleh Sang Perdana Mentri Devereaux. Hal ini menimbulkan rasa iri di satu sisi dan rasa kagum di sisi lain. Dan di saat ia sedang menikmati karirnya di departemen urusan dalam negeri, John Mandrake dihadapkan pada beberapa peristiwa penyerangan, kekacauan dan pencurian dimana-mana yang disinyalir dilakukan oleh kelompok yang bernama Resistance. Hal ini membuat karirnya di ujung tanduk. Dan untuk mengatasi itu semua, Nathaniel, terpaksa memanggil kembali pelayan pertamanya, jin berusia 5000 tahun yang berlidah tajam, sulit diatur dan narsis tanpa ampun – Bartimaeus –. Bersama mereka harus melakukan misi berbahaya, ke pusat kekuatan musuh di Praha untuk menyelidiki salah satu rahasia sihir yang sebelumnya diduga telah punah, yaitu rahasia Gollem.

Siapakah dan apakah sebenarnya kelompok resistance?? Apakah yang sebenarnya menjadi motif mereka?? Siapakah otak di balik semua kekacauan ini?? Semua pertanyan-pertanyaan ini terus berputar sepanjang cerita dalam seri kedua dari trilogy ini.

Secara garis besar, novel ini tdk jauh berbeda dgn seri pertamanya. Lelucon dan kekonyolan jin narsis Barty serta pertengkarannya dgn masternya mampu menyegarkan suasana1. Hanya saja, kalau pada buku pertama hanya ada dua sisi sudut pandang orang pertama, pada seri kedua ini terdapat tiga sudut pandang orang pertama, yaitu Nathaniel, Bartimaeus dan Katty. Nah lo, siapa sih si Katty ini?? Dan apakah peranannya?? Nah mengenai hal ini teman-teman bisa membacanya di bab-bab awal buku kedua ini. Jadi saya tdk perlu membocorkan rahasia ya.

Secara subyektif, saya lebih suka dgn buku pertamanya (The Amulet of Samarkand). Saya memiliki alasan tersendiri. Secara garis besar terdapat dua alasan, yaitu :
(1) Tokoh Bartimaeus tidak terlalu sering muncul dalam cerita. Kalau dalam buku pertama ia ada di sekitar 50% cerita, dalam buku kedua ini, karena terdapat tiga sudut pandang orang pertama, maka kadar kemunculannya pun harus dibagi bertiga. Bukan begitu?? Entahlah saya tak pernah menghitung secara jelas. Hanya saja karena si Barty inilah cerita ini jadi lain daripada biasanya, lebih segar..upss…2 maksud saya lebih menarik. Jadi berkurangnya frekuensi kemunculan si Barty akan mengurangi greget ceritanya3
(2) Sifat Nathaniel yang menyebalkan. Semakin lama Nathaniel kecil yang jujur dan masih memiliki hati nurani berubah menjadi hampir sama dengan para penyihir lain, angkuh, ambisius dan menyebalkan4.

Walaupun begitu, buku ini tetap layak ini dibaca. Karena selain ada humor di sela-sela ketegangan dan alur cerita yang berjalan cepat, novel ini memperlihatkan kita pada suatu kenyataan umum tentang manusia. Sebaik apapun seorang manusia pada awalnya, kalau ia tak bisa menjaga hati, nurani dan sifatnya, semuanya bisa berubah. Apalagi kalau ia hidup di lingkungan yang kurang mendukung kebaikannya. Kekuasaan, harta, kejayaan dan hegemoni bisa membuat orang lupa. Lupa pada dirinya, melupakan hati nuraninya dan melupakan kebaikannya.

Jadi, selamat membaca ya 

- Erry -

*****
Catatan kaki :
1. menyegarkan suasana?? Apa maksudnya?? Aku bukanlah badut ataupun pelawak murahan seperti yang kau kira. Aku adalah Bartimaeus dari Uruk, Sakr Al Jinni, N’ Goso yang perkasa yang pernah berbicara dengan Solomon maupun kaisar-kaisar besar lainnya. Aku yang membantu pembangunan tempat-tempat hebat sepanjang masa. Asal kau tahu saja, sepanjang karirku yang 5000 thn ini, aku telah memiliki ratusan master di berbagai penjuru dunia. Aku bertanggung jawab dalam pembangunan tembok ceko yang legendaris, Piramida Mesir, taman gantung Babylonia serta masih banyak lagi bangunan hebat di dunia yang merupakan hasil karyaku. Jadi jangan pernah sekali-kali menyamakanku sebagai penyegar suasana. Mengerti??

2. Awas kalau kau mengatakan hal itu lagi. Aku sudah bersiap-siap akan melancarkan detonasi kepadamu

3. Hohoho tentu saja, karena ini adalah cerita Bartimaeus Trilogy, dan bukan Nathaniel trilogy atau apapun. Ini adalah the Bartimaeus Trilogy, dimana aku adalah tokoh utamanya. Semuanya tentang kehebatan dan kejayaanku. Maka aku adalah inti ceritanya, bukan si Natty kecil itu ataupun Kitty si commoner.

4. Kali ini aku sangat setuju dengan pendapatmu ini. Terkadang aku suka merasa sedih dengan perubahannya lagi. Ditambah lagi dengan gaya pakaian dan rambutnya yang amit-amit, hampir membuatku muntah melihatnya. Beneran, kalau kau tak percaya coba kau lihat sendiri, pasti kau akan merasakan hal yang sama. Atau kalau kau tidak merasakannya, itu berarti seleramu sama dengan si Mandrake yang menyebalkan itu. Makanya cepat kau tentukan pilihan.
1 like · likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read The Golem's Eye.
sign in »

Comments (showing 1-1)




dateUp_arrow    newest »

Dini Eh lucu nih, review-nya ada catatan kakinya :D


back to top