Toffan Ariefiadi's Reviews > Wisanggeni: Sang Buronan

Wisanggeni by Seno Gumira Ajidarma
Rate this book
Clear rating

by
773977
's review
Oct 22, 11

bookshelves: perpustakaan
Read in October, 2011

Judul: Wisanggeni, Sang Buronan
Penulis: Seno Gumira Ajidarma
Cetakan:Pertama, Januari 2000
Penerbit: Yayasan Bentang Budaya
Tebal: xii + 92 halaman



Bagi Wisanggeni, hidup menjadi seorang buronan bukanlah hal yang menakutkan apalagi mengkhawatirkan. Ia merupakan tokoh pewayangan yang sangat sakti, bahkan tokoh sekelas batara (dewa) saja tidak sanggup melawan Wisanggeni.

Wisangggeni berarti bisa yang berapi.

Bambang Wisanggeni lahir dari pasangan Arjuna dan Dewi Dresanala. Arjuna yang manusia dinikahkan dengan Dresanala yang bidadari sebagai hadiah karena telah menumpas Niwatakawaca yang menginginkan Dewi Supraba dan mengacaukan kahyangan. Namun, Batara Guru memberikan syarat kepada Arjuna, salah satunya adalah tidak boleh mendapatkan keturunan dari Dresanala sebab Arjuna adalah manusia biasa.

Arjuna tersinggung dengan peraturan para dewa yang merendahkan derajat kemanusiaan itu. Dresanala hamil. Dan Arjuna melarikannya ke bumi tanpa diketahui para dewa. Wisanggeni lahir dari perut Dresanala ditemani Hanoman di pertapaan Kendalisada.

Para dewa murka. Anak haram telah lahir. Anak yang menyalahi kodrat telah lahir ke dunia. Maka, diperintahkanlah Batara Brama oleh Batara Guru untuk membunuh Wisanggeni yang tidak lain adalah cucunya sendiri. Tak tega, Batara Brama dengan bisanya hanya mengigit leher Wisanggeni bayi dan melemparkannya ke lautan.

Wisanggeni lalu menjadi buronan paling diburu oleh semesta kahyangan.

Semenjak bayi, Wisanggeni diasuh oleh Batara Baruna (Dewa Penguasa Lauatan) dan Hyang Antaboga (Rajanya Ular yang tinggal di dasar bumi. Atas pengasuhannya tersebut Wisanggeni menjelema menjadi pemuda yang kesaktiannya mengalahkan para dewa. Tidak mempan dari senjata apapun. Terkalahkan.

Syahdan, dalam pengembaraannya mencari tahu siapa ayah dan ibu kandungnya, Wisanggeni akhirnya tahu asal muasal dirinya dan alasan mengapa ia menjadi seorang buron. Ia marah besar. Ia buat ontran-ontran di Kahyangan. Sebelas utusan dewa telah moksa ditangannya. Batara Guru pun dibuat kalang kabut dan tak mampu menghentikannya. Hanya akal budi yang lurus dan halus dari Wisanggeni sendirilah yang akhirnya membuat ia paham akan perannya di dunia ini.

Kelahiran Wisanggeni dalam jagad pewayangan adalah di luar kehendak dewa. Keberlangsungan hidupnya hanya akan merubah kelancaran sejarah yang akan datang. Dialah Bambang Wisanggeni.

Selamat membaca!
2 likes · likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Wisanggeni.
sign in »

No comments have been added yet.