cindy's Reviews > Cadas Tanios

Cadas Tanios by Amin Maalouf
Rate this book
Clear rating

by
1454002
's review
May 30, 12

bookshelves: about-living, favorites, indonesian, org-europian, org-middle-east
Read from May 25 to 30, 2012

Beberapa kali mencoba membaca Balthasar Odissey selalu mentok di tengah jalan. Demikian pula Samarkand, butuh waktu laaaamaaa untuk mencernanya. Cukup ragu-ragu untuk memulai membaca buku ini (bahkan ketika si Bapak penjaga stan YOI sudah bersungguh-sungguh menjamin kebagusannya) ^_*. Ternyata saya salah. Cadas Tanios memang sunguh-sungguh recomended.

Tanios adalah seorang pemuda yang bahkan pada saat kelahirannya sudah membawa omongan buruk, aib akan ketidakpastian akan siapa ayahnya. Di kemudian hari, kehausan akan pengetahuan menghadapkannya pada politisasi letak desanya pada perebutan kekuasaan negara-negara besar (view spoiler). Sedangkan kecintaannya pada seorang gadis membawanya, dan ayahnya, pada puntiran nasib yang berujung pada accidental hero yang sama sekali tidak diharapkannya. Dan akhirnya, menghadapkannya pada keputusan yang mungkin (atau mungkin juga tidak) mengubah nasib bangsanya sampai bertahun-tahun setelahnya.

Kisah Tanios bukan hanya kisah seorang bocah yang dilahirkan dalam bayang-bayang takdir buruk. Ini juga sebuah kisah tentang sebuah desa (dan bangsa) di tanah pegunungan yang terperangkap dalam bayang-bayang perubahan kekuasaan antara Mesir dan Turki, Perancis dan Inggris, pun dalam dominasi agama Islam, Katolik dan Gereja Inggris. Ditulis dengan indah, realistis tanpa romantisme maupun politisasi berlebihan. Suka juga pada ketidakpastian endingnya yang terbuka. (view spoiler) Yang pasti, buku ini langsung jadi salah satu buku favoritku! (Jadi semangat untuk baca Balthasar lagi nih).

***

Untuk edisi bahasa indonesia ini, terjemahannya sangat enak dibaca. Suka penterjemahan 'tetek kuntilanak' dan 'kearifan pedagang keliling'. Beberapa istilah dibiarkan dalam bahasa aslinya, seperti Cheikh atau Bouna, Khayye dan Bayye, sehingga citarasa timur tengah-nya lebih terasa. Namun beberapa nama tempat, seperti Beyrouth, tetap dituliskan dalam ejaan Perancis, sehingga terkadang butuh beberapa detik untuk menyadari maksudnya.
Ada sedikit typo di sana-sini, tidak terlalu mengganggu, namun satu yang sungguh mencolok mata, adalah typo di sinopsis cerita di sampul belakang, yang salah mengeja nama tokoh utama sekaligus judul buku ini. Kok bisa gitu lhoooo.... *rolling eyes*

***

Did a little googling just now, and found some pictures of Kfaryabda's Rocks (or Kfarabida at most spelling) http://www.flickr.com/photos/30613084...
My fav http://www.flickr.com/photos/30613084...
Not really sure which one is Tanios'. :p
likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Cadas Tanios.
sign in »

Reading Progress

05/29/2012 page 187
71.0% "Jika Salloum dan Fahim kaki tangan Emir, maka petugas pabean, saudagar kaya yang percaya tahyul dan perempuan pemilik buah jeruk itu tidak diragukan lagi kaki tangan yang dikirim oleh Yang Maha Kuasa. (h.187) *kisahnya semakin kompleks dan tak terduga*"
05/29/2012 page 220
84.0% "Jika Salloum dan Fahim kaki tangan Emir, maka petugas pabean, saudagar kaya yang percaya tahyul dan perempuan pemilik buah jeruk itu tidak diragukan lagi kaki tangan yang dikirim oleh Yang Maha Kuasa. (h.187) *kisahnya semakin kompleks dan tak terduga*"

Comments (showing 1-5 of 5) (5 new)

dateDown arrow    newest »

Tezar Yulianto kmarin mikir, beli-nggak, beli nggak,tapi kepikiran mesti kaka cindy beli, kan bisa nympang baca gratis :D


cindy eh aku didiskon sama si bapak lo.... cuma bayar 12rb ajah! *hidup pameran!!*


Tezar Yulianto kaka cin, itu comment no 1 sudah bisa ditindaklanjuti :)


cindy boleh... besok sabtu ya... tuker sama dunsa :D


Tezar Yulianto siap :)


back to top