Lila's Reviews > Harta Vaeran

Harta Vaeran by Pratama Wirya Atmaja
Rate this book
Clear rating

by
6075541
's review
Jul 18, 12

bookshelves: fantasy
Read from October 06 to 19, 2011 — I own a copy

Buku ini sudah masuk dalam waiting list di awal September lalu, tapi baru saya baca sebulan kemudian ^^ Pertama kali lihat buku ini di situs belanja buku online, ada icon new! melayang di sudut kanan atas dan langsung menarik perhatian saya jadi saya lihat detailnya. Kesan pertama yang muncul.. woow cover-nya keren, sinopsisnya juga lumayan, what.. made in indonesia? Maka alarm "must buy" menyala nyaring di kepala saya, hehehe.. Dan saat buku ini datang, aaaaaaaaaaargh.. tebel amat, males ah.. maka buku ini agak saya hindari ^^

Pertama kali baca buku ini.. terasa sekali gaya penuturan yang berbeda. Mungkin gaya itu adalah ciri khas dari pengarang, tapi saya pribadi merasa agak sedikit terganggu dengan beberapa keunikan tersebut...
1. Minimnya informasi tentang dunia vandaria saga (selanjutnya saya singkat VS). Saya yang sama sekali ga tahu tentang keberadaan VS ini dan ga dapat imajinasi sama sekali tentang dunia ini. Sampai pada akhirnya saya putuskan untuk berpikir, sebodo apa itu VS anggep aja semacam negeri. Menurut saya, akan lebih menyenangkan kalau penulis mendeskripsikan sedikit mengenai VS, mungkin beberapa halaman awal, jadi untuk pembaca yang "buta" tentang VS setidaknya dapat imajinasi seperti apa dunia tempat para tokoh bermukim. Saya yakin deskripsi itu tidak akan mengurangi nilai cerita secara keseluruhan. (saran saya, sebelum terjun membaca novelnya, ada baiknya berkunjung ke website resmi VS dahulu di www.vandaria.com, di bagian hikayat ada penjelasan puanjang luebar buat dunia VS dan makhluk-makhluk pengisinya)
2. Penggunaan footnote memang sudah biasa saya temui di beberapa buku lain, baik fantasi maupun nonfantasi. Tapi selama yang saya temui, footnote itu bukan untuk menjelaskan sesuatu yang bisa dideskripsikan dalam cerita. Di buku lain misalnya, dipakai untuk menerangkan arti bahasa asing yang digunakan. Tapi di VS: HV digunakan untuk menerangkan objek dalam cerita yang menurut saya alangkah menyenangkannya jika dideskripsikan langsung dalam cerita. Kurang nyaman rasanya untuk tahu apa itu IV, Vanaadin, Vata, dll saya harus mengalihkan pandangan ke bawah. Saya lebih suka kalau keterangan itu langsung dideskripsikan di cerita, kalau objek tersebut ada dalam percakapan kayanya bisa dengan simple dijelaskan di penyambung percakapan, misalnya, "Demi Vaya bla.. bla.. bla..," umpat A sambil memuji kebesaran Vata, Dewa Perang dari Negeri Ayodia. Rasanya lebih nyaman ketimbang, "Demi Vaya1) bla.. bla.. bla.." umpat A
Untungnya.. keterangan tentang HV dan Vaeran Iervanah dijelaskan melalui deskripsi, bukan footnote
3. Soal pendeskripsian, ada saatnya deskripsi itu juga terasa kurang nyaman dan agak... well... menyebalkan bagi saya. Ada saat dimana deskripsi pengarang menjadi: "Kita tiba di benua aua. Kemudian kita terbang ke negara gelap. Kita menembus lebih jauh ke desa entahlah di pinggir kota ngarang. Desa yang dst" perasaan saya saat baca bagian ini, aaaaaaaaaaaaaargh... apa sich... T_____T~
Saya pribadi lebih suka deskripsi normal seperti: "Desa entahlah, desa yang dst, terletak di pinggir kota ngarang. Kota ngarang sendiri merupakan wilayah paling barat dari negara gelap yang berada di benua aua, benua terkuat di VS" (OK, selera masing-masing pembaca memang beda, mungkin pembaca lain malah lebih suka gaya unik si pengarang, jadi ini penilaian pribadi yah ^^) Saya merasa deskripsi normal itu lebih "manusiawi" daripada cara unik pengarang mendeskripsikan. Sedikit percabangan kayanya ga bakal ngerusak keseluruah cerita kan ^^ Dan untungnya (lagi), deskripsi unik ini ga terlalu sering dipakai.. piuh..
Typo.. well yang ini sich buat saya ga terlalu mengganggu (dan pastinya bukan ciri khas si pengarang), tapi amaze aja begitu ngeh ada 2 typo, satu di sekitar halaman awal pas penamaan Karnthe (soalnya saat itu saya lagi berjuang melafalkan nama itu dengan benar eh nemu Karthe --atau Kanthe, lupa :p) dan di sekitar halaman akhir. Masih bisa dimaklumilah

Jadi.. VS: HV cuma dipenuhi hal-hal ga menyenangkan nich.. tentu tidak, ada kok banyak hal bagus yang saya suka di buku ini.
1. Yang pasti, dari sisi cerita tentang perburuan hartanya bagus dan seruuu. Rasanya seperti membaca game RPG ^^ Bagian teka-teki untuk mencapai lokasi selanjutnya benar-benar mengingatkan saya dengan game RPG. Walau ada "masalah" yang munculnya gampang dan solved-nya juga gampang, apalagi kalau bukan rasisme Saeliya..
2. Ilustrasi di dalam buku lumayan membantu (dan kereeen) untuk lebih membayangkan VS dan para tokoh cerita. Dan sepertinya akan lebih baik kalau ada ilustrasi petanya juga (VS world dan detail lokasi perburuan ^^)
3. Banyak nilai yang bisa dipetik dari kisah ini, terutama tentang persahabatan, quotes dalam buku juga ga kalah keren, saya pribadi paling suka quote yang isinya jawaban Frank waktu ditanya Ayah mertuanya, daleeem...
4. Bonusnya unik, kalau biasanya dikasih bonus bookmark, VS: HV memberikan bonus war card (saya pribadi lebih seneng bookmark sich karena toh card-nya saya jadiin bookmark juga, hehehe)

Happy reading all
Likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Harta Vaeran.
Sign In »

Reading Progress

10/17/2011 page 450
85.0% "Ilustrasinya lumayan"

Comments (showing 1-2 of 2) (2 new)

dateDown arrow    newest »

Harbowoputra Harbowoputra Sepertinya review buatan saia juga "terusik" dengan poin nomer 2 dan 3 yang di sini... hehew. Itu futnot dan Yang Maha Tahu emang agak mengganggu.

Tapi entah mengapa saia lebih menikmati HV daripada RST. Hum '~'


Lila ratu seribu tahun yah mas... saya malah belum sempet beli buku itu, huhuhuhu *nangis di pojokan*


back to top