Luz Balthasaar's Reviews > Tiger's Curse

Tiger's Curse by Colleen Houck
Rate this book
Clear rating

by
3169487
's review
Jan 12, 12

bookshelves: teknik-biasa-tapi-berkesan, premium-brain-candy, agak-facepalm
Read from September 18 to 27, 2011, read count: 1

KELSEY BEGOOOOOOOOO!!!!

Maafkan, saia memang harus berteriak marah menyangkut satu hal ini. Sumpah Kelsey ini dudud bukan buatan. Saia menduga kuat otak cewek ini terbuat dari kentang rebus.

Ahem.

Sekarang setelah saia tenang, biarkan saia menulis repiu ini dengan kepala dingin. Saia senang sekali baca buku ini, sungguh dan jujur. Kalau cuma masalah senang, saia bener-bener akan ngasih bintang lima. (Ya, segitunya!)

Tapi ada beberapa hal yang bikin saia gak rela. Hal-hal tersebut adalah:

1. Bahasanya! Sederhana banget. Hampir 100 halaman pertama saia banyak membaca soal Kelsey menggambarkan kegiatannya sehari-hari. "I do this. Then I do that. Then this." Lebih nyebelin lagi karena udah bahasanya sederhana, di bagian awalnya ada terlalu banyak penggambaran hal-hal yang benernya gak penting. Saia gak mau tahu soal betapa rapi Kelsey mengatur kaus kakinya. Saia mau tahu soal harimau unyu di cover itu! RAWR! #menirugayaseorangteman

2. Pembukaan plot/rahasia yang gak pake subtil. Semua cerita latar atau pengungkapan plot dilakukan dalam dialog antara Kelsey dan karakter lain. Caranya sebetulnya lumayan halus, dan gak terlalu panjang, tapi terjadinya keseringan sampai saia akhirnya sadar kalau ini agak infodump.

3. Solusi yang gampang. Tiap kali ada masalah, solusinya pasti kembali ke... Mr. Kadam. Serius. Dia butler super (view spoiler) yang bisa segalanya. Ada teka-teki ini, suruh Mr. Kadam yang terjemahin. Butuh transportasi? Mr. Kadam siap dengan jeep--dan pesawat pribadi! Edan tenan.

Kalau kekayaan/kesuperan Mr Khadam ini disodorkan dengan bungkus sedikit humoris, misalnya ada running joke dimana Kelsey terus-menerus bingung bagaimana Mr. Kadam bisa sesuper itu, saia mungkin kebeli. Trik ini terbukti berhasil waktu saia baca Hoshin Engi dan saia percaya Bukichi itu bisa segalanya, tanpa menganggap dia terlalu sempurna, karena joke yang menjelaskan kemampuannya itu adalah hasil dia "magang dimana-mana."

Tapi penulis kayaknya menyajikan kesuperan si mister dengan keseriusan 100%. Dan ini terus diekspose. Akibatnya saia jadi gatal nanya terus, "ah, masa?"

4. Fangirling. Ya. Saia tahu perasaan fangirl. Saia bisa jadi fangirl, tapi saia gak suka fangirling yang lebay. Dan fangirling si Kelsey ini... argh.

Awalnya sih dia gak over, tapi begitu menjelang akhir, fangirling itu keluar kayak air bah. (view spoiler) NOOOOOOOOO!!! KMN! KMN! *overload* *matek*

Sial. Sial banget.

Kalau saja gak ada empat hal itu, saia beneran akan cinta mati sama buku ini. Karena:

1. Premisnya oke. Seorang cewek (Kelsey) memecahkan kutukan bersama seekor harimau putih (Dhiren)(view spoiler)? Boleh banget.

Apalagi settingnya di India, dan petualangan Kelsey dan Ren melibatkan elemen-elemen mitos Hindu. (view spoiler) Gimana saia gak gumbira, coba?

2. Petualangannya lumayan seru. Kalau untuk yang ini saia gak bisa bilang banyak deh. Soalnya pasti spoilery. Cuma ngerasa kebanting di dua bagian, yaitu soal mitologi nyasar. (view spoiler)

Hal yang mau saia keluhkan juga, adalah cara Fanindra si ular nyembuhin racun. (view spoiler) Tapi ya, saia gak bisa juga ngeluh panjang sih, mengingat Fanindra hewan magis, dan dia pasti tahu bagaimana kekuatannya sendiri bekerja.

3. Dan akhirnya, bagian terbaik dari kisah ini: Karakternya. Nyaris semua orang, berkesan bagi saia. Yang nggak tralu berkesan cuma Phet, dan beberapa anggota sirkus yang kepake sekali di plot bis itu kelar.

Dan Kelsey, mungkin. Tapi masalah saia dan cewek ini rada aneh. Ntar saia bahas di bawah.

Pertama, tokoh sampingan. Saia suka Mike dan Sarah, ortu angkat Kelsey yang lucu karena cara hidup vegan mereka. Sarah selalu mencoba masak makanan dengan resep normal tapi mengganti bahannya dengan bahan-bahan organik. Dengan hasil yang huek jauh banget dari masakan Farah Quinn. Dan Mike dengan setianya memakan itu meskipun masih pake godain istrinya juga.

Saia suka pengarang membuat mereka seperti ini, karena ini membuat mereka memorable.

Saia juga suka Mr. Maurizio yang memperlakukan rekan-rekannya seperti keluarga. Bahkan Mr Kadam yang super itu saia masih bisa suka secara karakter. Saia ngebayangin dia seperti kakek gaul yang cool dan doyan naik jeep. Hehehe. ^^

Untuk Kelsey sendiri, saia sebenernya sempat suka dia.

Masalah saia adalah, cerita ini terjadi dari POV Kelsey, tapi saia nggak menemukan jejak istimewa yang mendefinisikan kepribadian Kelsey. Semua orang bilang dia spesial, dia kuat, dia cerdas, tapi narasi cerita nggak menyiratkan semua itu. Selama menarasikan, dia 'kedengaran' cuma seperti... ya... orang biasa. Apalagi kalau narasinya masuk mode fangirl kayak di atas. *gemetar mau marah*

Tetapi saia bisa melihat sedikit kepribadian Kelsey di dalam beberapa dialognya dengan tokoh-tokoh lain. Ada beberapa joke dan ceplas-ceplos lucu di antara dia dan Dhiren, dan beberapa monolognya yang sebetulnya pintar. Jadi saia kira saia gak sama sekali kehilangan harapan sama cewek ini.

Sekalipun saia sebel sekali sama pilihan terakhirnya dia di buku. (view spoiler)

Kemudian, Dhiren alias Ren si harimau putih. Gak usah ditanya, saia beneran seneng ma karakter ini. (view spoiler)

Dan yang paling terakhir, yang paling win dari semua karakter di buku ini adalah... Kishan si harimau item. (view spoiler)

Jadi akhirnya saia ngasih buku ini 3.6 aja deh. Saia bulatin ke bawah karena rating keseluruhan pas ngasih ini sekitar 4.38.
13 likes · likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Tiger's Curse.
sign in »

Comments (showing 1-11 of 11) (11 new)

dateDown arrow    newest »

message 1: by Mery (new) - added it

Mery Aku juga suka Kishan, wakakaka. dia kocak yah. kalo menurutku kemunculannya itu bagaikan matahari di tengah2 kabut. lol
habis aku ga suka sama Kelsey sih ;D



duh baru ngeh kok reviewku hilang yah


message 2: by Ivon (new)

Ivon Kelseynya ketularan virus fangirling-nya Nona Bella Angsa kekny, wkwkwkwk~


message 3: by Luz (last edited Sep 27, 2011 07:17PM) (new) - rated it 3 stars

Luz Balthasaar @Momo: Kishan asik sih! Julukan saia ke dia: Macan Dugem. *ajeb ajeb* *ajeb ajeb* *ajeb ajeb* Hahahaha. XD

Hmm... kalau aku sih berharap Kelsey jadi cewek yang *jauh* lebih baik, dan jadian sama Ren. Kalau dia gak jadi cewek yang lebih baik, plissss Mbak Colleen, bikin Ren jadian sama orang lain aja...

Dan Kishan harus dapat cewek keren abis yang sama serunya dengan dia. b[>_<]d

@Ivon: Iya! Itu! Dia mendadak kerasukan arwah Bella Soang. Grrrrr! Pantesan saia marah banget menjelang bagian akhir. Padahal sebelum itu dia kayaknya bakalan jadi tokoh cewek yang gak mencla-mencle, kayak Meghan di Iron King misalnya.


message 4: by Feby (new) - added it

Feby uhuk.
premis ceritanya tetap bikin saya penasaran :3


message 5: by Shiki (new)

Shiki Reviewnya maknyusss!!! *LOL*
Sayang bukunya masih engrish yah XD


message 6: by Luz (new) - rated it 3 stars

Luz Balthasaar Katanya mau ditranslate. Hum. Saia dah hampir selesai baca buku keduanya, dan dah beli buku ketiganya. Sampai buku kedua ini... saia bisa bilang saia masih suka ceritanya.

Tapi... ew. Narrative voice-nya Kelsey masih ga 'nempel' ke saia. Dia jadi lebih baik di buku kedua sih.

Soal Ren dan Kishan... still like them both, kecuali pada satu hal. KENAPA mereka harus dibikin lovesick mode tiap kali deket2 Kelsey sih? Huhuhuhu... please biarkan mereka tetep jadi karakter yang full of win, bukan cowok2 lovesick yang lame... T_T


message 7: by Shiki (new)

Shiki Kalau gak begitu, dianggap susah menjaring fangirl kali, Senorita *modal tanya-tanya editor novel*


message 8: by Mery (new) - added it

Mery udah ditranslate cuma belom terbit. ya ampun ga nyangka kalo Luz masih bisa nerima kelebayan si Kelsey? aku mah udah jedug2 kepala mulu :P


message 9: by Luz (new) - rated it 3 stars

Luz Balthasaar Di buku pertama saia udah tereak KMN (Kill Me Now) tiap kali dia fangirling lebay. >_<

Di yang kedua Fangirlingnya dah rada kurang. But still, saia belum lihat what's so special about her. >_<

Buku kedua plotnya bagusan, petualangannya lebih oke... tapi ITU Ren sama Kishan kok masuk Lovesick mode terus sih? @_@ *kesel berat*


message 10: by Lina (new) - rated it 1 star

Lina triangle love stuff again? rata2 buku YA ngga lengkap kali yah kalau ngga ada hal itu?


message 11: by Dyah (new) - added it

Dyah You dont know...how much...Kelsey makes me gag...HAHAHA :D
And Ren is too perfect...too perfect.
Nuansanya mirip komik MeruPuri menurut saya sih...


back to top