Kerlip Bintang's Reviews > Madre: Kumpulan Cerita

Madre by Dewi 'Dee' Lestari
Rate this book
Clear rating

by
370161
's review
Sep 21, 11

bookshelves: cerpen
Read on September 21, 2011

Tulisan tangan Dee, selalu mengingatkan saya pada gaya penulisan salah seorang sahabat saya Dian (Bunda Kaylia). Lugas namun dibalut rangkaian kata yang sangat indah dan tidak "pasaran".
Ini salah satu contohnya :
Aku hanya mengangguk. Hujan menggulung semua suara. Percuma bicara.

"Hujan menggulung semua suara" adalah pemilihan kata yang manis dan tidak biasa. Jarang sekali aku menemukan kalimat ini dalam tangan penulis lain.

Salah satu kelebihan Dee yang lain adalah ketika Dee memilih nama-nama tokoh. Madre! Saya kira awalnya Madre adalah nama orang, ternyata itu nama makhluk mati yang berwujud biang roti. Tapi jadi seakan bernyawa. Sehingga Dee sanggup menbius pembaca hingga ke akhir cerita. Bahkan saat cerita Madre itu berakhir, saya belum mau mengakhiri sensasinya.

Rimba Amniotik adalah pilihan favorit lainnya dari buku kumpulan cerpen ini. Mungkin karena saya sedang hamil, maka saya tak berhenti meneteskan air mata ketika membaca percakapan cinta antara ibu dan anak yang dikandungnya.

And The Last one, saya sangat suka cerita "Menunggu Layang-Layang", perjalanan cinta Starla dan Che mengingatkan saya pada Meutmeut yang selalu menjadi "my bracket / my trash / my garbage".
And I hope he will read this story. And knowing that at this moment I miss him so much.

Note: I skip baca puisi-puisinya Dee, soalnya lagi gag sesuatu banget sama yang namanya puisi hehheeheee
1 like · Likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Madre.
Sign In »

Comments (showing 1-1 of 1) (1 new)

dateDown arrow    newest »

Sandi Betul sekali, lugas dan tidak pasaran. Diksi yang indah dan sederhana. Itulah talenta seorang Dee...


back to top