Noor Dee's Reviews > Rahasia Meede: Misteri Harta Karun VOC

Rahasia Meede by E.S. Ito
My rating:
didn't like it it was ok liked it really liked it it was amazing
add to my books

by
98017
's review
Sep 07, 11

3 of 5 stars

Sepertinya eskpektasi saya terhadap novel ini terlampau besar. Hanya karena mendengar komentar dari teman-teman yang mengatakan betapa hebatnya novel Rahasia Meede, saya jadi ikut-ikutan beranggapan demikian, padahal saat itu saya belum pernah membacanya. Sekarang saya sudah membacanya, dan saya merasa novel ini tidak hebat-hebat amat. Tapi juga bukan berarti novel ini jelek.

Cerita tentang kehebatan novel ini, yang akhirnya sempat menjadi mitos bagi saya, menurut saya terlampau bombastis.

Beberapa kekurangan dalam novel ini (jika memang disebut sebagai kekurangan)adalah sebagai berikut:

1. "Suara-suara" E.S. Ito tidak bisa lepas dari beberapa tokoh rekaannya. Tokoh Batu alias Roni Damhuri, Attar Malaka alias Kalek, Guru Uban, Gatot, dan Cathleen, menurut saya memiliki kesamaan karakter. Jika semua dialog/percakapan tidak ada keterangan si pengujarnya, saya pasti kebingungan siapa yang sedang berbicara. Begitulah. Menurut saya suara tokoh-tokoh yang saya sebutkan di atas adalah suara E.S. Ito sendiri.

2. Pemaparan sejarah dalam dialog yang menurut saya terlampau berlebihan. Saya belum pernah bertemu sepasang manusia penggila sejarah yang kalau sedang ngobrol bisa mengupas sejarah sampai sedetail-detailnya begitu. Nggak logis. Apalagi ketika adegan Batu, Cathleen, dan Kalek sedang menyusuri terowongan mencari harta karun VOC. Di adegan itu Kalek dan Cathleen asyik berdiskusi soal sejarah. Sampai-sampai penulis (E.S. Ito) lupa bahwa di situ ada Batu yang dianggap seperti batu. Tidak dihiraukan sama sekali. Menurut saya penulis terlalu keasyikan sendiri ketika memaparkan sejarah. Tidak peduli apakah pemaparan itu dibutuhkan dalam cerita atau tidak.

3. E.S. Ito terlihat seperti sedang marah-marah dalam novel ini. Itu sangat terasa di tiap lembar demi lembar halaman Rahasia Meede. Saya tidak tahu apakah itu boleh-boleh saja atau tidak, yang pasti saya merasa tidak nyaman mendengar sang narator hantam sana-sini, kritik sana-sini, caci maki sedemikian rupa. Jika cerita ini memakai sudut pandang pertama, mungkin hal tersebut bisa dimaafkan.

Yeah! Sekian dulu review singkat atau pandangan mata dari saya seputar novel Rahasia Meede. Apakah novel ini layak baca? Tentu saja ^_^


Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Rahasia Meede.
sign in »

No comments have been added yet.