Alvina's Reviews > Interpreter of Maladies

Interpreter of Maladies by Jhumpa Lahiri
Rate this book
Clear rating

by
2834743
's review
Dec 01, 11

bookshelves: available-for-swap, punya
Read from November 28 to 29, 2011

Judul Buku : Interpreter of Maladies (Penerjemah Luka)
Penulis : Jhumpa Lahiri
Alih bahasa : Gita Yuliani K
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan Pertama : Desember 2006
Tebal : 248 halaman, paperback
ISBN : 979-22-2518-8

Buku Penerjemah Luka ini terdiri dari 9 cerita pendek yang hampir kesemuanya berceritakan tentang kehidupan orang-orang India. Diawali dengan kisah pasangan muda, Shoba dan Shukumar pada cerpen berjudul ”Masalah Sementara”. Setelah kematian anak mereka, keduanya mulai jarang berkomunikasi satu sama lain. Masing-masing sibuk dengan kesibukannya sendiri sampai suatu ketika, kawasan perumahan mereka mendapat peringatan akan mati lampu tiap malam selama beberapa hari untuk memperbaiki jaringan listrik. Diawali dengan ide untuk mengatakan sesuatu pada satu sama lain dalam gelap, akhirnya permainan itu membawa perubahan pada kehidupan mereka.

Cerita kedua berjudul ”Ketika Mr. Pirzada Mampir Makan Malam”, mengisahkan tentang Mr. Pirzada yang mendapatkan beasiswa di Boston, sehingga sementara waktu terpisah dari anak dan istrinya, padahal saat itu perang sedang berlangsung di Pakistan. Kerinduan akan keluarga terutama terhadap anak-anaknya membuat Mr. Pirzada sering berkunjung ke rumah si penulis yang ketika itu masih berumur 10 tahun. Dari Mr. Pirzadalah sang penulis ini mengerti bagaimana rasanya merindukan dan mengkhawatirkan sesorang yang sangat kamu sayangi.

Penerjemah luka sendiri adalah cerita ketiga dalam buku ini. Menceritakan tentang seorang pemandu wisata yang mempunyai pekerjaan sambilan sebagai penerjemah bahasa di sebuah klinik dokter. Mr. Kapasi, nama pemandu wisata itu, baru menyadari betapa besar tanggung jawab yang ia emban sebagai penerjemah ketika sedang bertugas memandu sebuah keluarga untuk berwisata di India.

Cerita-cerita selanjutnya juga lebih beragam, ada ”Durwan Sejati” yang mengisahkan tentang seorang penjaga rumah susun, ”Seksi” bercerita tentang seorang wanita simpanan, ”Rumah Mrs. Sen” tentang seorang wanita yang merindukan India sebagai kampung halamannya, cerita selanjutnya berjudul ”Rumah Yang Diberkati” dan ”Pengobatan Bibi Haldar”.

Tapi cerita favorit saya ada di urutan paling akhir buku ini. Judulnya ”Benua Ketiga dan terakhir”, menceritakan tentang seorang laki-laki yang pernah mengunjungi tiga benua. Di Amerika, ia bertemu dengan seorang wanita tua yang bernama Mrs. Croft, wanita itu berumur lebih dari 100 tahun, perangainya tegas dan kaku, tapi kehidupannya adalah kehidupan pertama yang dikagumi laki-laki tersebut.

Buku ini pertama kali diterbitkan di tahun 1999 di Amerika, memangkan Pulitzer Prize for Fiction dan the Hemingway Foundation/PEN Award pada tahun 2000 dan telah terjual lebih dari 15 juta kopi di seluruh dunia.

Penulis banyak menceritakan bagaimana efek perpindahan penduduk ke luar India, terutama yang menuju ke Amerika yang saat itu disebut “Dunia Baru”. Bagaimana kebudayaan baru itu memengaruhi kehidupan orang-orang India. Kekurangan buku ini terletak di beberapa kisahnya yang datar, konflik yang dialami tokoh utama dalam cerita juga berdasarkan kisah sehari-hari. Jadi untuk pencinta genre fantasi seperti saya, buku ini hanya meninggalkan kesan yang kuat tentang budaya Indianya saja. Tidak ada ketegangan saat membaca halaman demi halamannya. Tetapi saya rasa keunggulan buku ini adalah bagaimana cara sang penulis mampu mempertahankan nilai-nilai dan budaya India dalam cerita yang sebagian besar berlatar di Amerika. Penulis juga mampu membahas masalah universal yang acapkali dialami manusia, yaitu rasa kerinduan terhadap kampung halaman.

3 bintang untuk Penerjemah luka.


Likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Interpreter of Maladies.
Sign In »

No comments have been added yet.