Ivan's Reviews > Saman

Saman by Ayu Utami
Rate this book
Clear rating

by
4108721
's review
Sep 18, 11

bookshelves: novel-indonesia
Read from September 16 to 18, 2011

Menyelesaikan novel ini malem kemarin. Waktunya pas pada waktu malem minggu. Membuat membaca buku ini terasa tambah panas karena bahasa yang digunakan Ayu Utami sungguhlah teramat lugas dan vulgar.
Sebenarnya novel ini merupakan potongan 3 fragmen cerita yang berjudul Laila Tak Mampir di New York. Akan tetapi dalam pengerjaannya Ayu Utami menyederhanakannya hanya dengan dua novel yaitu Saman novel pertama dan Larung novel kedua sebagai lanjutannya.
Novel ini pertama diterbitkan tahun 1998 dan aku termasuk beruntung mendapatkan satu copy cetakan pertama novel ini. How lucky i am. Dan sekarang saya baru menyelesaikan membaca buku ini. Betapa jauh dari riuh ramai pada waktu pertama kali novel ini diterbitkan dan mendapat banyak masukan dari berbagai komunitas sastra.
Saya akui ini adalah novel yang penggunaan bahasanya unik, dimana tidak saya temukan di banyak novel lain. Mungkin inilah yang menyebabkan novel ini mendapatkan anugrah roman terbaik dewan kesenian Jakarta. Dalam membacanya saya agak disibukkan dalam memahami alur cerita yang Ayu Utami pergunakan. Ayu Utami menggunakan alur penceritaan maju mundur. Dan penggunaan ungkapan seksual secara vulgar menyebabkan saya agak mual. Terutama pada bagian akhir cerita dimana Yasin dan Laila yang merupakan dua orang pengagum Saman berkirim surat yang agak vulgar dalam penceritaan konotasi seksualnya. Tempat atau seting ceritanya juga banyak yang berganti-ganti. Selain itu sudut pandang dalam cerita juga berubah ubah dari satu cerita ke cerita lain.
Awal cerita novel ini adalah ketika Laila seorang fotografer dan Toni seorang penulis sedang disewa untuk bekerja di rig suatu pertambangan minyak. Disitu mereka bertemu dengan Sihar seorang operator rig dan Rosano seorang manajer operasional di rig itu. Dalam novel ini diceritakan bagaimana Rosano membuat kesalahan yang menyebabkan dua orang operator teknis dibawah Sihar meninggal dunia. Rosano menganggap itu sebagai keelakaan biasa yang banyak terjadi di Pengeboran minyak. Akan tetapi Sihar tidak terima karena itu menyangkut masalah nyawa manusia dan dengan seenaknya Rosano menyepelekan hal tersebut. Hal ini sontak membuat Sihar marah dan akhirnya berkerjasama dengan Laila yang sejak kedatangannya pertama telah jatuh hati pada Sihar, seorang bapak satu anak ini. Dan Laila tahu siapa sebenarnya Sihar. Akan tetapi Laila tidak memerdulikan hal tersebut. Dendam Sihar kepada Rosano membuatnya ingin melakukan balas dendam dengan bantuan Laila yang ternyata mempunyai teman LSM bernama Yasmin.
Judul novel ini diambil dari nama seorang penggiat LSM yang sebelumnya adalah seorang pastur katolik. Yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi kepasturannya. Dan akhirnya berkat lobi ke kepala pasturnya dia ditempatkan di daerah dimana dulu 10 tahun dia pernah tinggal yaitu di Perabumulih. Disana dia mendapatkan kenangan masalalunya bagaimana ibunya berjuang untuk mendapatkan anak. Akan tetapi anak pertama dan keduanya tiba-tiba lenyap dan anak ketiganya yang merupakan adik dari Saman meninggal ketika belum berumur satu minggu setelah ibunya melahirkannya. Menurut novel ini semua kejadian tersebut ada hubungannya dengan setan dan makhluk penunggu belakang rumah Saman. Semua kenangan itu hanya bisa dijangkaunya dengan bau dan semua panca indra selain mata.
Itulah awal dari pertemuannya dengan Upi, seorang gadis yang digambarkan mempunyai keterbelakangan mental akan tetapi memiliki nafsu seksual yang besar karena pertumbuhan hormoniknya masih normal. Berkat bertemu dengan Upi, Saman mempunyai pengalaman baru yaitu sebagai pengatur perkebunan karet milik orang tua dan saudara Upi di Payakumbuh. Disana dia dihadapkan pada konflik ketika perkebunan karetnya tidak dapat menghasilkan lateks yang bagus karena diserang hama busuk akar yang disebabkan oleh serangan cendawan. Saman selain bekerja sebagai Pastur juga mempunyai background pertanian terutama perkebunan karena dia adalah lulusan IPB (Gw juga, tapi sekarang belum lulus, masih fokus skripsi). Selain serangan cendawan, disitu juga diceritakan bagaimana manajemen yang buruk membuat harga getah karet mempunyai harga rendah sekali saat dijual di PTPN.
Selain terdapat konflik tersebut, Saman juga mendapatkan konflik ketika ada perusahaan perkebunan sawit yang atas rekomendasi gubernur suruh membuka lahan sawit di Payakumbuh. Dan sebagai getahnya, banyak sekali petani suruh menjual secara paksa kebun mereka untuk dikonversi dan ditanami sawit. Hal ini tidak menjadi masalah jika para antek perusahaan perkebunan sawit melakukan negosiasi baik-baik dengan para petani karet. Kenyataannya tidak begitu. Banyak sekali petani yang ditiipu dengan menggunakan kedok surat perjanjian kosong dan mereka tinggal menandatangani. Petani tidak tahu kalau dengan menandatangani surat perjanjian tersebut maka lahan yang mereka pakai untuk pertanaman karet akan menjadi hak milik perusahaan sawit. Hal ini merupakan kritik pengelolaan perkebunan pada era Orde Baru yang menyamai feodalisme perkebunan saat penjajahan Belanda.
Sebenarnya saat dia baru lulus di pendidikan kepasturannya namanya adalah Wisanggeni baru pada saat dia mendapat musibah yaitu diburu-buru oleh antek perusahaan kelapa sawit dia baru mengganti namanya dengan Saman.
Akhirnya Saman dipertemukan oleh Yasmin di sebuah kantor LSM di Amerika. Sebenarnya bukan atas bantuan Yasmin dan Laila saja Saman berhasil diselamatkan di Amerika. Akan tetapi atas bantuan teman teman Laila yang lain yaitu Cok dan Shakuntala.
di kantor LSM itulah cerita novel Saman berakhir dan saya harus membaca novel lanjutannya berjudul Larung...



likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Saman.
sign in »

Quotes Ivan Liked

Ayu Utami
“Dunia ini penuh dengan orang jahat yang tidak dihukum. Mereka berkeliaran. Sebagian karena tidak tertangkap, sebagian lagi memang dilindungi, tak tersentuh hukum, atau aparat.”
Ayu Utami, Saman

Ayu Utami
“Tapi semua itu saya kira hanya bisa kita pakai untuk mengenali cintakasih. Jika kita menggunakannya sebagai pedoman, maka yang terjadi adalah sebuah hukum baru yang datang dari luar tubuh manusia, yang tidak dialami melainkan diterapkan. Kesucian, bahkan kesederhanaan, yang dipaksakan sering kali malah menghasilkan inkuisitor yang menindas dan meninggalkan sejarah hitam. Karena itu saya percaya bahwa Tuhan tidak bekerja dengan memberi kita loh batu berisi ide-ide tentang dirinya dan manusia. Tuhan bekerja dengan memberi kita kapasitas untuk mencintai, dan itu menjadi tenaga yang kreatif dari dalam diri kita.”
Ayu Utami, Saman


Reading Progress

09/16/2011 page 40
20.0%
09/16/2011 page 40
20.0% "Oh, what fear man's bosom rendeth, when from heaven the Judge descendeth, on whose sentence all dependeth. Requiem ketika anak ketiga pasangan Sudoyo, ayah dari Wisanggeni."
09/17/2011 page 139
71.0% "malem mingguan bersama novelnya ayu utami, bikin tambah panas aja.. bahasa ayu utami vulgar abis..!!"
09/17/2011 page 161
82.0% "Karena itu saya percaya bahwa Tuhan tidak bekerja dengan memberi kita loh batu berisi ide-ide tentang dirinya dan manusia. Tuhan bekerja dengan memberi kita kapasitas untuk mencintai, dan itu menjadi tenaga yang kreatif dari dalam diri kita."

Comments (showing 1-1 of 1) (1 new)

dateDown_arrow    newest »

message 1: by Wildan (new) - added it

Wildan oh,ternyata Larung itu kelanjutan dari Saman yah? baru tau. hehe. Udah baca yang Larung ?


back to top