Rahmat's Reviews > Islam: A Short History

Islam by Karen Armstrong
Rate this book
Clear rating

by
5611648
's review
Jun 24, 11

Read in June, 2011

Menulis tentang sejarah Islam yang telah terukir selama belasan abad jelas bukan pekerjaan mudah. Itulah yang dilakukan oleh Karen Armstrong dalam bukunya, Islam: A Short History. Tidak seperti kalangan Orientalis (sarjana Barat yang mengkaji tentang masalah Islam) pada umumnya, Karen bisa dibilang sedikit dari sarjana Barat yang menulis tentang Islam secara "objektif". Ya, dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, dalam tulisannya kali ini Karen memang terlihat empatik terhadap umat Islam. Ia menempatkan dirinya berada di tengah-tengah ketika menyinggung konflik teologis dan politik di kalangan intern umat Islam, tetapi berdiri di pihak Islam ketika membahas hubungan Islam dengan Barat. Disinilah menurut saya keunggulan buku Karen, ia terkadang melihat dari atas dan terkadang menyelami pelaku-pelaku sejarah tersebut tanpa perlu menghakimi.

Buku ini mencoba menelusuri sejarah Islam dari mulai Muhammad s.a.w mendapat wahyu hingga merebaknya gejala fundamentalisme dewasa ini. Sesuai judulnya, tulisan ini tidak akan memuaskan dahaga Anda untuk mengeksplorasi kekayaan sejarah Islam. Ya, buku ini hanya setebal 200-an halaman. Saya sarankan untuk membaca buku Sejarah Dunia versi Islam karya Tamim Ansary untuk mendapatkan wawasan tentang sejarah Islam sedikit lebih banyak. Sayangnya, di awal ketika menjelaskan sejarah Nabi dan khalifaturrasyidin, Karen sedikit sekali membahasnya. Hal ini berbeda ketika Karen menulis tentang hubungan antara Islam dan Barat, terutama pada era kolonialisme dan imperialisme Barat ke dunia Muslim pada abad ke-20, Karen tampak bersemangat menjelaskan tentang masalah modernisasi, demokrasi, dan fundamentalisme. Mengapa umat Islam begitu tampak "kesulitan" berhadapan dengan modernisasi dan demokrasi? Mengapa fundamentalisme Islam bisa muncul? Karen menguraikan argumennya dalam buku ini.

Melalui buku ini saya mendapat jawaban mengapa umat Islam amat mensakralkan sejarahnya sendiri? Disini, Karen memberikan jawaban bahwa dalam pandangan Al-Quran, tidak ada dikotomi antara sakral dan keduniaan, agama dan politik, seksualitas, dan ibadah (hal.18). Hal inilah yang menjalar ke dalam realitas sejarah. Bagi umat Islam, peristiwa sejarah merupakan arena bagi pencarian makna religius. Suatu negara akan makmur jika benar-benar berlandaskan Al-Qur'an dan Sunnah. Masyarakat yang diridhai Tuhan akan sejahtera. Begitupula sebaliknya. Jika negara mengalami kekacauan, konsistensi pemimpin dalam menerapkan Al-Quran dan sunnah dipertanyakan. Disinilah, bagi keyakinan sebagian besar umat Islam akan adanya keberadaan (present) Tuhan dalam sejarah (hal.178).

Karen tampaknya lebih banyak mencoba "meluruskan" kesalahpahaman persepsi masyarakat Barat mengenai sejarah Islam. Hal ini memang dapat dijumpai ketika ia membahas berbagai masalah-masalah kontroversial yang menyelimuti sejarah Islam, semisal masalah istri-istri nabi, masalah eksekusi mati terhadap 700 orang Yahudi oleh Nabi, masalah "jihad ekspansif" yang dilakukan oleh khalifah Umar, masalah Sunni dan Syiah, masalah pemberlakuan monarki absolut sejak zaman Umayyah hingga masalah modernisasi di dunia Islam sekaligus fundamentalisme yang ia sebut sebagai "residu" dari modernisasi itu sendiri. Menariknya dalam buku ini Karen lebih banyak berbicara tentang aktivitas gerakan esoterik, yakni kalangan filsuf dan sufi, dibanding ulama, yang memang jarang tersingkap di mata Barat mengenai Islam. Misi Karen dalam buku ini memang berusaha merekatkan hubungan Islam dan Barat. Ia benar-benar menjadi pelindung Islam dari berbagai "serangan" para sarjana dan media Barat yang kerapkali menertawakan dan memojokkan Islam. Ya, tampaknya memang buku ini ditujukan untuk orang Barat. Tapi tidak ada salahnya bagi kita untuk membaca, terutama bagi Anda yang ingin mengenal sejarah Islam secara singkat.
1 like · likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Islam.
sign in »

No comments have been added yet.