Helvry Sinaga's Reviews > The Lady and the Unicorn

The Lady and the Unicorn by Tracy Chevalier
Rate this book
Clear rating

by
1943878
's review
Jun 08, 11

really liked it
bookshelves: eropa, tracy-chevalier
Read from June 04 to 07, 2011

Sekumpulan permadani ditemukan pada tahun 1841 oleh Prosper Mérimée, seorang dramawan, sejarawan, dan arkeolog Prancis bersama dengan temannya, George Sand. Mereka menemukannya ketika menginap di Château de Boussac Prancis tengah. Ternyata permadani itu bukan sembarang permadani, itu adalah permadani dari abad pertengahan yang akhirnya membawa kontribusi besar pada sejarah abad pertengahan Prancis.

Siapa sebenarnya perancang atau pembuat permadani ini sebenarnya tidak diketahui. Tracy Chevalier 'membungkus' sejarah pembuatan enam permadani tersebut dengan kisah fiksi yang terjadi pada abad 15. Tidak semuanya fiksi, Tracy menuliskan di bagian akhir novel ini bahwa ia berusaha tetap setia pada sedikit fakta yang diketahui, termasuk membaca sumber-sumber sejarah abad pertengahan.

Tracy membagi tokoh-tokoh dalam novel ini menjadi 3 bagian. Pertama adalah keluarga bangsawan, yaitu Jean Le Viste. Istrinya: Genevieve De Nanterre. Anaknya: Claude Le Viste, Kedua adalah perancang dan makelar, yaitu Nicolas Des Innocents sebagai perancang sketsa, dan Leon Le Vieux sebagai makelar antara Jean Le Viste dan Nicholas. Ketiga adalah keluarga penenun permadani yaitu Georges De La Chapelle sebagai pemilik usaha pembuatan permadani, Christine Du Sablon (istri Georges De La Chapelle) , Aleinor De La Chapelle (anak perempuan Georges), Georges Le Jeune (anak laki-laki Georges) , Philippe De La Tour (bekerja pada Georges).

Jean Le Viste diceritakan sebagai bangsawan yang sangat dekat dengan Raja Louis XI. Ia ingin memperingati kenaikan pangkatnya dengan membuat permadani. Permadani itu akan dipajang di sebuah ruangan khusus. Awalnya, Jean Le Viste ingin menampilkan lambang keluarga yang berlatar belakang pertempuran. Unsur-unsur yang dikehendaki Le Viste yaitu: kuda-kuda, para lelaki dalam pakaian perang, panji-panji, tombak, pedang, perisai, dan darah. Namun, menurut pandangan Christine (istri Le Viste), gambar pertempuran sangat tidak elok dipajang di ruang rumah mereka. Karena itu ia mengusulkan lewat Nicholas, agar mengubah rancangan awal tadi dengan gambar anak perempuan mereka, Claude dengan binatang kesayangan Claude, yaitu Unicorn.

Usulan gambar yang baru dibuat. Jean Le Viste setuju, namun memberi batas waktu dua tahun untuk mengerjakan 6 permadani. Hal itu disanggupi oleh Leon dan Nicholas. Bagi mereka, hal itu akan menambah pundi-pundi kekayaan mereka, sebab Jean membayar sangat mahal demi sebuah prestise tersebut.

Leon dan Nicholas membawa hasil sketsa tersebut ke bengkel penenun permadani terkenal di Brussel (Belgia). Mereka memutuskan menyerahkan pekerjaan tersebut pada keluarga Georges De La Chapelle. Leon tidak percaya bahwa sketsanya akan dikerjakan sesuai dengan keinginannya. Karena itu, ia sekali waktu datang dari Prancis ke Brussel untuk memastikan apakah permadani tersebut telah selesai dikerjakan termasuk memastikan apakah sketsa yang ia buat telah sesuai dengan pengerjaannya.

Nicolas Des Innocents si pelukis ternyata bukanlah The Innocent seperti namanya. Sebelum menerima pekerjaan dari tuan Viste, ia adalah pelukis wanita dan pelukis miniatur. Karena itu, tawaran melukis pertempuran adalah seseuatu hal di luar kebiasaannya. Ia berpikiran sama dengan Christine, bahwa tidak perlu melukis pertempuran. Christine berpikiran bahwa memajang lukisan pertempuran di rumah mereka akan menyinggung perasaan prajurit yang bertempur, sementara suaminya tidaklah melakukan pertempuran. Sedangkan dari sisi Nicholas, ia menyenangi melukis wanita, karena ia juga sangat menyukai wanita namun untuk dibawa ke tempat tidur. Tema permadani "The Lady and The Unicorn" akhirnya ditentukan. Nicholas membagi tema The Lady and The Unicorn dalam 6 bagian. Bagian-bagian tersebut adalah

Tracy menulis novel ini dari berbagai sudut pandang tokoh. Karena dari berbagai sudut pandang, pembaca dapat mengetahui bagaimana tokoh tersebut menghadapi atau menyikapi suatu persoalan. Sederhananya, pembaca serasa menonton film. Contohnya bagaimana ketika Nicholas memandang Claude dan Genevieve yang akan dijadikan model dalam permadaninya:


Sebenarnya bukan hanya ia (Jean Le Viste) yang ingin kubuat terkesan, tapi juga istri dan anaknya. Aku tak yakin mana yang lebih menggugahku-Wajah cantik Claude atau wajah murung Genevieve. Barangkali bakal ada cukup ruang bagi keduanya di hutan si Unicorn


Ketika Claude menyadari bahwa dirinyalah yang dilukis Nicholas:


Lama kutatap gambar tersebut. Aku tak bisa mengalihkan pandanganku atau memindahkan gambar itu untuk melihat gambar selanjutnya. Ia telah melukisku. Ia memikirkanku seperti aku memikirkannya. Dadaku berdesir. mon seul désir


Ketika Genevieve menyadari bahwa sulitnya ia mengatur putri sulungnya:

Aku lelah memikirkan Claude. Aku lelah mengkhawatirkan apa yang akan terjadi padanya, sementara dia sendiri jelas-jelas tidak peduli pada dirinya sendiri. Untuk sesaat aku bahkan tergoda untuk mendorongnya ke pelukan pelukis itu dan menutup pintu rapat-rapat bagi mereka berdua selamanya. Tentu saja aku tak bisa melakukan hal itu...


Owkey...sekarang mari kita lihat masing-masing gambar pada permadani itu. Sumber gambar ini saya peroleh dari Musée National du Moyen Age, dimana Pemerintah Prancis membeli dan menyimpan permadani tersebut di tempat ini.

1. "Taste"-Peraba: Singa dan unicorn berada di sisi Lady. Burung kakaktua ada di tangan kiri Lady sementara Lady mengambil sesuatu (sepertinya permen) dari keranjang dayangnya. Ada seperti anjing kecil di dekat kakinya.Saya bingung kenapa bendera yang di sebelah kanan bisa berdiri, padahal unicorn-nya sedang berdiri pada dua kaki.



2. "Sight"-Penglihatan : Sang unicorn sedang melihat cermin di kaki Lady.



3. "Touch"-Peraba :  Lady, berpakaian bagus, memegang bendera dan memegang tanduk  Unicorn.



4. "Smell"-Pencium : the Lady membuat rantai bunga. Monyet di belakangnya menghirup aroma bunga mawar.



5. "Hearing"-Pendengar : Lady memainkan organ di atas meja yang ditutupi karpet turki. Singa dan Unicorn berada di masing-masing sisi organ. Hanya pada gambar ini Unicorn dan singa bertukar tempat.



6. " To My Only Desire"-A mon seul désir: Ini tidak berkaitan dengan semua indra, apakah itu berarti indra keenam? Lady memberikan (atau mengambil?) kalung ke (dari) peti perhiasan yang disiapkan dayang. Tidak diketahui apakah gambar ini memang urutan pertama atau urutan terakhir karena gambar ini tidak "setema" dengan 5 gambar lainnya. Tema utamanya tetap Lady dan Unicorn. Sepertinya yang menjadi fokus adalah kalung perhiasan Lady, kepada yang paling diingininya. Di setiap gambar, Sang Lady berganti kostum, namun kostum tersebut menunjukkan kemewahan dan keanggunan. Satu-satunya yang ada tendanya juga pada gambar ini. Apakah yang mau diberikan adalah tendanya? (perhatikan ada tulisan A mon seul désir). Ciri utama gambar abad pertengahan adalah adanya "panggung" tempat berdiri tokoh-tokoh yang digambarkan berbunga-bunga, serta latar belakang dengan cabang/dahan yang mekar. Keseluruhan permadani ini dibuat dengan gaya mille-fleurs (berarti: "ribuan bunga").



Untuk melihat silsilah keluarga De Viste, bisa ditelusuri di web keluarga mereka di sini Jean Le Viste dalam novel ini adalah generasi keempat. Pernikahan Jean dengan Geneviève memberikan tiga putri: Claude, Jeanne, and petite Geneviève. Ada banyak hal lagi tentang isi novel ini yang dibahas dalam webnya Tracy, silakan bagi yang berminat untuk menelusurinya di sini. Ini mungkin yang menarik, Tracy memberikan informasi yang tak tertulis di bukunya, namun menyediakannya di web pribadi.

Tracy dengan apik memberikan pengetahuan tentang abad pertengahan. Selain itu ia menceritakan suasana penenunan permadani kepada pembaca. Sebagai penulis kreatif ia memadukan pengetahuan lukisan, penenunan, kehidupan bangsawan, kehidupan biara. Ia memang serius dalam penulisan setiap novelnya. Untuk novel ini, ia membaca banyak buku serta mengunjungi museum dan tempat pembuatan permadani untuk mendapat feel pekerjaan itu. Mungkin karena itu juga cerita pada bagian melukis dan menenun, Tracy menuliskannya dengan mendetil. Bagi kita yang belum pernah punya pengalaman visual sebelumnya, tentunya akan sulit berimajinasi.

Terjemahan novel ini juga banyak mempertahankan istilah-istilah dalam Bahasa Prancis. Mungkin lebih baik jika ada keterangan singkat tentang apa maksud/arti istilah-istilah seperti n'est-ce pas?, millefleur. Atau itu mungkin salah satu siasat supaya pembaca harus mencari sendiri? Hmmm...boleh jadi :)

Tracy Chevalier lahir tahun 1962 and besar di Washington, DC. Ia memeroleh gelar Bachelor (in English) dari Oberlin College, Ohio. Setelah itu ia memeroleh gelar Master of Art di bidang creative writing dari the University of East Anglia, Norwich, England. Ia terkenal sebagai penulis novel fiksi sejarah. Novelnya antara lain Remarkable Creatures (2009), Burning Bright (2007), The Lady and the Unicorn (2003), Falling Angels (2001), Girl With a Pearl Earring (1999), dan The Virgin Blue (1997).
Pekerjaan utamanya ialah menulis dan menjadi mengurus rumah tangga. Ia sangat menikmati profesi sebagai penulis. Ia mengatakan: Luckily writing is a flexible profession – I decide my schedule, and I can take as long as I need – for the most part.
Selain gelar master di bidang kepenulisan dan telah menulis novel-novel best seller, ia memberikan tips menulis pada penulis pemula:
* Don’t write about what you know – write about what you’re interested in.
* Don’t write about yourself – you aren’t as interesting as you think! There’s a whole world out there to explore.
* Be very critical – your writing can always be improved. Revise, then revise again, and again.

@hws08062011

11 likes · flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read The Lady and the Unicorn.
Sign In »

Comments (showing 1-50 of 80) (80 new)


message 1: by nat (last edited Jun 07, 2011 11:29PM) (new) - rated it 4 stars

nat aaahhhhh, aku aja blm me-review buku2 karya penulis favoritku, dirimu sudah melakukannya Bung :P
makasih banyak mini riset dan gambar2nya, membuatku lebih mudah membayangkannya. kayaknya baca buku2 Tracy berulang2 nggak akan buatku bosan deh :)
Dia menulis fiksi dengan ide dari sesuatu yg nyata, lalu dipulas begitu indah jadi enak diikuti.

Udah baca yg Virgin Blue? so far aku paling suka yg itu, dan lagi pengin 2 buku Tracy yang lebih baru :D

oya, n'est-ce pas, millefleur itu kata-kata dalam bhs Perancis, Hel..he..he..


message 2: by Iyut (last edited Jun 08, 2011 12:00AM) (new) - added it

Iyut @Nat: buku Tracy yg baru emang judulnya apa Nat?

@ Helvry: gambar pada permadani 1 (Taste), bendera yang di sebelah kanan bisa berdiri, kayaknya karena tiang benderanya berada di antara kedua kaki depan unicorn..


Helvry Sinaga @nat: sama-sama nat. Blum baca. ini buku pertamax.
istilah itu juga aku tau bhs prancis dari google, cuma nggak ada keterangan dalam bukunya.

@iyut: kurang logis kalau benderanya masih tetep tegak lurus gitu mbak. masa gak ada miring2nya? atau jangan-jangan tiang benderanya itu ketanam kali yah.


message 4: by Pandasurya (new)

Pandasurya di paragraf pertama:

Mereka menemukannya ketika menginap di selama menginap di Château de Boussac Prancis tengah.

itu ada sedikit salah susun kalimat kali ya? :)


Helvry Sinaga hohohohoho...iya kang...hatur nuhun, langsung olah tkp dah :)


message 6: by Pandasurya (new)

Pandasurya huehue..kelewatan pas ngeditnya kali ya..its ok, siip dah:)
kan spt di kalimat terakhir itu:

* Be very critical – your writing can always be improved. Revise, then revise again, and again. :)


message 7: by indri (new) - added it

indri td perasaan aku dah nulis komen koq gak masuk ya?
Aku punya bkunya, tp belum dibaca , dek.
Eh, td juga ngvote reviewnya, tanpa dibaca dgn seksama :D tapi dalam tempo sesingkat2nya.
*ngevote pakai hati*


Helvry Sinaga Pandasurya wrote: "huehue..kelewatan pas ngeditnya kali ya..its ok, siip dah:)
kan spt di kalimat terakhir itu:

* Be very critical – your writing can always be improved. Revise, then revise again, and again. :)"


Hehehe...maklum kang, yang nulis sekaligus proofreader, jadi keandalan menjadi kurang *ngeles*


Helvry Sinaga indri wrote: "td perasaan aku dah nulis komen koq gak masuk ya?"
lupa klik "post" kali :P
thank you vote-nya teh :)


message 10: by Pandasurya (new)

Pandasurya indri wrote: "td perasaan aku dah nulis komen koq gak masuk ya?
Aku punya bkunya, tp belum dibaca , dek.
Eh, td juga ngvote reviewnya, tanpa dibaca dgn seksama :D tapi dalam tempo sesingkat2nya.
*ngevote pak..."


yep, biasa, as always, 'kesalahan' standar para pembaca cepat: tidak teliti, kurang menikmati/menghayati pilihan kata/susunan kalimat.
seperti kejer setoran mengejar target jumlah angka buku bacaan, ato sekadar menamatkan bacaan:D

kalo ngevote pake hati itu ibarat nyontreng/nyoblos pas pemilu kali ya. pake hati, bukan pake pertimbangan logis, analisa kritis, rekam jejak dst..:D *serius pisan* :p


message 11: by nat (new) - rated it 4 stars

nat Pandasurya wrote: "kalo ngevote pake hati itu ibarat nyontreng/nyoblos pas pemilu kali ya. pake hati, bukan pake pertimbangan logis, analisa kritis, rekam jejak dst..:D *serius pisan* :p
"


hmmm..jd inget film RECOUNT yg baru2 ini kutonton, ttg pilpres Amrik tahun 2000, yg ceritanya Al Gore kalah. karena banyak lekukan di surat suara yg tak dihitung, pdhl lekukan itu sebenarnya sudah menunjukkan niat hati utk memilih, hanya saja krn kendala mesin jd tak masuk :P


message 12: by nat (new) - rated it 4 stars

nat Iyut wrote: "@Nat: buku Tracy yg baru emang judulnya apa Nat?"

Remarkable Creatures (kayaknya bagus) sama Burning Bright, Mbak.
setauku belum diterjemahin, kalo udah pernah tahu kabari ya, mau kuburu :P


Helvry Sinaga nat wrote: "pdhl lekukan itu sebenarnya sudah menunjukkan niat hati utk memilih, hanya saja krn kendala mesin jd tak masuk :P"

Hmmm...itu kan faktor teknis kelemahan mesin yang nggak bisa baca. Mana ada hubungannya dengan pilihan hati? Mesin juga nggak tahu dari pilihan yg bisa dibaca, mana berdasarkan pilihan logis dan mana pilihan hati. :D

#abaikan


message 14: by nat (new) - rated it 4 stars

nat @ Helvry: Berdasarkan UU negara bagian Texas, lekukan itu disetujui, karena menunjukkan intensi pemilih. tp negara bagian California saat itu tidak menyetujui, bahkan sampai proses ke mahkamah agung segala.
Kalo dasarnya menyetujui sih bisa dinalar, karena mesin pelobangnya jarang dibersihkan selama bertahun2, jadi serpihan kertas menumpuk dalam tampungan (kayak paper punch gitu), jdnya pas pemilih berusia lanjut atau yg sakit jd kurang mantap mengarahkan alat pencoblos, nggak tembus di kertas, hanya meninggalkan lekukan.
Ini kisah nyata n waktu itu akhirnya bandingnya tim Al Gore ditolak, jdnya dia kalah tipis dr George W. Bush Jr. Seru aja filmnya :)
Dan sebenarnya saat itu aku berharap Al Gore yg terpilih.


message 15: by Pandasurya (new)

Pandasurya huehue kirain komen sayah di mesej 10 itu bakal dikomentarin balik sama si pembaca cepat di mesej 7, ternyata tidak sepertinya. ato belum aja barangkali? :D

nah tuh ada nat yg serius pisan nanggepin soal pemilu..hihihi..sip sip makasih inponya :D


message 16: by Iyut (new) - added it

Iyut @Panda: hmmm..berarti Panda komen dengan intensi agar dikomentarin balik oleh orang tertentu yah? hmmm... ;))


message 17: by Pandasurya (new)

Pandasurya haha bukan, buu, sayah kan cuma komen bahwa orang yg bacanya cepet emang BIASANYA begitu (gak selalu). nah komen saya yg seperti itu kan kalo kata saya sih sangat potensial untuk dikomen balik..tapi ternyata ga ada, ato belum ada. heuhue..:p
kenapa, ngerasa juga? kesindir? :D


message 18: by Iyut (new) - added it

Iyut karena saya jelas bukan pembaca cepat dan saya juga bukan penulis mesej 7, jadi saya jelas tidak kesindir :D


message 19: by Pandasurya (new)

Pandasurya baeklah.baeklah..:)


message 20: by nat (new) - rated it 4 stars

nat Pandasurya wrote: "haha bukan, buu, sayah kan cuma komen bahwa orang yg bacanya cepet emang BIASANYA begitu (gak selalu). nah komen saya yg seperti itu kan kalo kata saya sih sangat potensial untuk dikomen balik..tap..."

iya Kang, tanggapan saya jd melebar ke cerita pemilu ya :P
eh btw kok Al Gore nggak mencalonkan diri lg ya ? *teteup melenceng*


message 21: by Pandasurya (new)

Pandasurya haha kekeuh ya :D


message 22: by indri (new) - added it

indri Pandasurya wrote: "haha bukan, buu, sayah kan cuma komen bahwa orang yg bacanya cepet emang BIASANYA begitu (gak selalu). nah komen saya yg seperti itu kan kalo kata saya sih sangat potensial untuk dikomen balik..tap..."

oohh, pengen dikomen balik toh.. ga bisa sabar amat sih?
kalau saya emang membaca cepat, dan vote dengan hati, emang kenapa? kalo saya lagi pengen subyektif, emang kenapa?

rasanya, saya tidak melakukan 'kesalahan' atas ini..


message 23: by Pandasurya (last edited Jun 08, 2011 10:20PM) (new)

Pandasurya oohh, pengen dikomen balik toh.. ga bisa sabar amat sih?
kalau saya emang membaca cepat, dan vote dengan hati, emang kenapa? kalo saya lagi pengen subyektif, emang kenapa?
***
ooh, jd tadi mancing2 doang? biar gue komen? terus ga dibales lagi? biar gue sensi gt?
11 minutes ago


hemm tampak serius sekali nanggepinnya, dan tampak udah sensi duluan (maap klo salah menilai)

and sounds like 'judging' to me. and to be honest, i don't like it at all
my apologize then


message 24: by indri (new) - added it

indri maaf ya, Kang.
kan sudah disinggung sampai 2x lagi di atas sama kamu, yang jelas2 nanyain komen balik saya kan? as i usually know you, maka aku jawab dong..
apalagi di atas jelas2 menyatakan 'kesalahan' pembaca cepat.
'kesalahan'
standar para pembaca cepat:
tidak teliti, kurang menikmati/
menghayati pilihan kata/susunan
kalimat.
seperti kejer setoran mengejar
target jumlah angka buku
bacaan, ato sekadar
menamatkan bacaan

dan baru dikoreksi dengan kata 'BIASANYA' di bawahnya.

karena aku gak ngerasa tidak melakukan seperti di atas, makanya nanya balik, emang kenapa? aren't you judging?

enggak sensi koq, aku cuma membalikkan pernyataan.

buat yg lain, maaf juga ya..


message 25: by Pandasurya (new)

Pandasurya di mesej 10 itu saya nulis,
yep, biasa, as always, 'kesalahan' standar para pembaca cepat: tidak teliti, dst..

ada kata 'biasa' di situ. apakah kata 'biasa' berarti = 'selalu'? menurut saya tidak. entah menurut yg lain.
dan iya di komen 17 saya pertegas dgn kata 'BIASANYA begitu (gak selalu)'. itu penegasan, BUKAN koreksi seperti yg teh Indri sebut.

dalam hal ini konteksnya kurang lebih sama dengan 'ketika saya liat lampu itu merah. lalu ada yg bilang lampu itu ijo. sementara orang lain pun sama dengan saya melihat bahwa lampu itu jelas2 merah.' mungkin ini persoalan 'buta warna akut' yg tidak perlu diperdebatkan lebih lanjut, tapi diobati. entahlah. mungkin pengandaian saya pake lampu merah itu juga salah. maapkan.

yah begitulah, jadi saya menilai bahwa klo yg bacanya cepet biasanya terjadi hal2 kurang teliti semacam itu. sekali lagi, biasanya BUKAN selalu. artinya ya bisa saja baca cepet tapi teliti.

pengandaiannya lagi adalah seperti kalimat 'kalo ngebut biasanya suka celaka/tabrakan'. Biasanya lho, BUKAN selalu.

nah dari argumen dan melihat komentar teh Indri yg sama sekali tidak menyinggung soal kesalahan susunan kalimat Helvry di paragraf pertama itu dan pernyataan bahwa teh Indri baca dalam tempo sesingkat2nya, maka saya berkesimpulan begitu, bahwa kalo orang yg bacanya cepet BIASANYA melakukan "kesalahan" itu yaitu kurang teliti dlsbg.
saya pake tanda kutip pada "kesalahan" karena saya menilai bahwa kurang teliti itu juga sebuah kesalahan dalam aktivitas membaca ato menulis. kalo penilaian saya dianggap salah bahwa itu bukan dianggap kesalahan ya maka saya mohon maap. lagi2 beda pandangan seperti 'lampu merah lampu ijo' yg saya sebut tadi.
jadi begitulah pendapat saya. maap klo ternyata pendapat saya yg seperti itu disebut 'judging'. sama sekali saya tidak bermaksud begitu.

nah soal nanyain komen balik sampe 2x ya itu saya udah bilang bahwa komen saya di mesej 10 itu sangat potensial dan terbuka sekali untuk dikomen balik, jadi saya sempet menunggu juga. tapi saya juga tidak memaksa dalam hal ini. mau dikomen balik sukur, tidak pun tidak apa2 sebenarnya.

demikian.

terima kasih atas tanggapannya:)


message 26: by Pandasurya (last edited Jun 08, 2011 11:53PM) (new)

Pandasurya oh ya maap ketinggalan sedikit, satu lagi.

indri wrote: "oohh, pengen dikomen balik toh.. ga bisa sabar amat sih?
kalau saya emang membaca cepat, dan vote dengan hati, emang kenapa? "


buat saya kata2 teh Indri itu sepertinya ketus sekali ya. dan dengan kata2:

kalo saya lagi pengen subyektif, emang kenapa?

sepertinya sedang tidak ingin membuka ruang untuk berdiskusi gitu. baiklah gpp. sekali lagi, maapkan klo penilaian saya itu salah.

dan spt yg teh Indri bilang bahwa :
aku gak ngerasa tidak melakukan seperti di atas,

yup baiklah, memang penilaian saya yg salah klo begitu. Maapkan. *menunduk hormat*
terima kasih:)


message 27: by indri (new) - added it

indri ok. beda pendapat aja toh.
karena saya tidak melihat typo dek Helvry bisa menghalangi saya untuk vote. ada keliru yang wajar..

makanya saya bilang votenya pakai hati..


message 28: by Pandasurya (last edited Jun 09, 2011 12:16AM) (new)

Pandasurya yup, sekadar mengingatkan lagi aja bahwa konteks yg tadi kita diskusikan adalah soal ketelitian/membaca cepat, bukan soal nge-vote ato tidak nge-vote. terima kasih.


message 29: by indri (new) - added it

indri oh, ya, bukan karena aku tidak mau berdialog, cuma memang dari awal jelas2 aku subyektif apa yang mesti dimasalahin? aku kan cuma penikmat biasa yang gak bisa menilai tulisan atas parameter2 tertentu. bukan bidang dan keahlianku.
walo begitu, aku boleh menilai kan menurut pendapatku?

kalau kang Panda mo ngejelasin ya paling aku manggut2 doang.

membaca itu seperti makan, kapan cepat, kapan lambat, itu menyesuaikan dengan apa yg dikunyah. jgn sampai kecepetan trus bikin muntah, jangan kelamaan juga sampai basi. dinikmati aja sesuai kebutuhan.. bisa cepet ya hayo, pelan2 jg gakpapa.

maaf ya dek helvry, jd rame uy. makan coklat yuk..


message 30: by indri (new) - added it

indri Pandasurya wrote: "yup, sekadar mengingatkan lagi aja bahwa konteks yg tadi kita diskusikan adalah soal ketelitian/membaca cepat, bukan soal nge-vote ato tidak nge-vote. terima kasih."

oh maaf. krn konteks message 7 sy adl soal vote.


message 31: by Pandasurya (last edited Jun 09, 2011 01:08AM) (new)

Pandasurya baiklah, dan dengan demikian yg saya komentari sepanjang itu tadi memang adalah bagian kalimat 'tanpa dibaca dgn seksama :D tapi dalam tempo sesingkat2nya'

bagi saya, soal ketelitian membaca rasanya tidak memerlukan keahlian khusus apa pun ya. siapa pun yang bisa membaca, asal teliti, pasti bisa menemukan kekeliruan/kesalahan dalam kalimat semacam itu. gak perlu pake ada ukuran2/parameter2 tertentu yg barangkali malah bisa bikin pusing.

sesungguhnyalah ini hanya persoalan ketelitian membaca saja, tidak lebih, tidak kurang.


Helvry Sinaga Hehehe...mari rehat dulu kang dan teh,
dengan ini saya mengaku sering membaca cepat-cepat berakibat tidak teliti dan suka ngevote dengan emosional.
yuuuuuk ngupiiiiii
description


message 33: by Rhea (new)

Rhea wah, ada kupi di sini. sekalian creamnya bang.


message 34: by Pandasurya (new)

Pandasurya Helvry wrote: "Hehehe...mari rehat dulu kang dan teh,
dengan ini saya mengaku sering membaca cepat-cepat berakibat tidak teliti dan suka ngevote dengan emosional.
yuuuuuk ngupiiiiii


vote untuk kata2 Helvry di atas! Laik dis!
salut dengan keberanian jujur pengakuannya:) top! *hormat senjata*



message 35: by Iyut (new) - added it

Iyut saya pesan hot chocolate aja boleh gak?


message 36: by Pandasurya (new)

Pandasurya jadi temanya 'pengalihan isu' nih ceritanya?..hihihi..jaskiding:D
baiklah, sayah juga mau coklatnya dah


Helvry Sinaga Buat Rhea:

description


Helvry Sinaga Buat Mba Yut:

description


message 39: by Rhea (new)

Rhea aaiisss, sedaaapp... *nyruput kupi*


message 40: by Rhea (new)

Rhea buka lapak sekalian bang.


Helvry Sinaga Buat Teh Indri:

description


Helvry Sinaga Buat Kang Panda:

description


message 43: by Rhea (new)

Rhea yg di msg.41 aku juga mauuu *coklat addict*


message 44: by nat (new) - rated it 4 stars

nat Helvryyyyyy, aku mau jugaaa...
pesen es krim coklat pake wafer dan chery ya :D


Helvry Sinaga @rhea: tolong ya..langsung dicolek aja yg punya, setoknya udah habis :D


message 46: by Pandasurya (new)

Pandasurya tampak enyaaakk coklatnyaa..lumeran coklatnya itu..widiiihh..makasiiih
nambah lagi donk, porsinya masih kurang kynya:D


Helvry Sinaga Buat Natty:

description


message 48: by nat (new) - rated it 4 stars

nat makasih Helvry yg baeeeeekkkk :)
*langsung tancepin wafer astor ke es krimnya* :P


Helvry Sinaga setoknya udah habis nih, selanjutnya kalau mau gabung bawa masing-masing yaaah

description


message 50: by Pandasurya (new)

Pandasurya horeee saya dapet komen no 50! *jingkrak2*


« previous 1
back to top