e.c.h.a's Reviews > Kedai 1001 Mimpi: Kisah Nyata Seorang Penulis yang Menjadi TKI

Kedai 1001 Mimpi by Valiant Budi
Rate this book
Clear rating

by
1960904
's review
Jul 07, 11

bookshelves: non-fiksi, indonesian, milik-sendiri, memoar-biografi-otobiografi, sejarah-budaya, dunia-digenggaman-ku
Read from June 28 to July 03, 2011 — I own a copy

Tak kenal maka tak sayang

Pepatah mujarab kalau gue bilang hehehe Jadi bagi siapapun yang berhasrat menjadi Tenaga Kerja di KSA (Kingdom of Saudi Arabia) wajib hukumnya untuk mencari tahu kebudayaan, kehidupan sosial juga tingkah laku penduduk aseli sana. Biar nggak kaget, biar bawaannya nggak marah-marah terus, biar nggak dizolimin, biar nggak kepengen jedotin kepala ke tembok, biar nggak kepengen balik ke Indonesia terus. Eh..kok banyak negatifnya ya hahaha

Ya kalau nggak mau kejadian "biar" seperti yang gue sebut di atas terjadi dalam hidup loe ya nggak usah jadi TKI di Arab, mending nyari sesuap nasi di Indonesia aja.

Biarpun kata orang rumput tetangga lebih hijau, lebih bagus rumput sendiri yang hijau khan :-) Ya..kalau tiba-tiba rumput sendiri mengering kan bisa dicabut terus tanam tumbuhan lain aja atau nggak bikin warung di atas halaman rumah, ehhh....
3 likes · likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Kedai 1001 Mimpi.
sign in »

Reading Progress

06/29/2011 page 34
8.0% "Berbuat baik bukan untuk dijadikan piutang."
06/29/2011 page 34
8.0% "Berbuat baik bukan untuk dijadikan piutang."
06/30/2011 page 160
36.0% "Maaf sekali, tapi untuk soal keramahan dan sopan santun, rasanya orang-orang di negeri saya (Indonesia) masih melimpah ruah."
07/01/2011 page 285
64.0% "Sungguh menyakitkan, ada saja oknum gadungan yang mencari keuntungan dari penderitaan TKW."
07/01/2011 page 314
71.0% "Mengapa yang ditangkap justru yang membongkar kebenaran?"
07/02/2011 page 360
81.0% "Lingkungan bisa merubah kepribadian seseorang."
07/02/2011 page 376
85.0% ""Just simply COFFEE and FEAST this document!" ampun DJ, maksudnya copy n paste ROFL."
07/03/2011 page 444
100.0% "Kami bangsa ramah, bukan berarti senang ditindas!"

Comments (showing 1-12)




dateUp_arrow    newest »

message 12: by owl (last edited Jul 07, 2011 02:00AM) (new)

owl sayangnya Cha, di Indonesia ini perbandingan antara orang kaya dan orang miskin juga terletak pada seberapa besar sumber daya yang bisa diakses.

kalau digambarin, seperti ada dua piramida. satu piramida kelas sosial (atas, menengah, bawah), satu lagi piramida sumber daya. Posisi salah satunya terbalik.

di Indonesia itu orang yang kaya gak banyak, bisa dihitung jari (bisa dikali 2). dan orang-orang ini bisa lebih banyaaaaaaaaaaak mengakses sumber daya alam ataupun sumber daya ekonomi. sedangkan orang miskin, jumlahnya banyaaaaaaaak, tapi aksesnya terbatas (kecil). jadi berebutan. krn kesempatan keciiil banget, bahkan gak ada, (apalagi klo pendidikannya rendah krn tidak bisa mengaksesnya jg) maka apapun dilakukan termasuk jadi TKI/TKW, PSK, pengemis, dll.

kelas menengah itu ya kadang2 bisa ke atas, tapi lebih sering ke bawah. klo ke atas, dia bersaing untuk memperluas sumber dayanya, klo ke bawah dia bersaing mengaksesnya.


e.c.h.a Serius bener Zenk hahahaha kagak nyampe otak gue nih hahahahaha

anyway nice comment..sukses bikin gue mikir di tengah-tengah pekerjaan hahahaha


message 10: by owl (last edited Jul 07, 2011 02:39AM) (new)

owl ehehehhe..
habisx Cha, kalau sudah masalah desakan ekonomi, boro2 mikirin cari tahu kebudayaan atau tingkah laku orang2 sono.


e.c.h.a Betul banget...plus sperti yang lo bilang akses yang terbatas. seharusnya si Depnaker atau BNPTKI bisa kasih penyuluhan untuk yang berangkat ke Arab.

Yah,,,kalau sudah urusan sama pemerintah mah cape hati gue hahahaha


message 8: by owl (new)

owl e.c.h.a wrote: "Betul banget...plus sperti yang lo bilang akses yang terbatas. seharusnya si Depnaker atau BNPTKI bisa kasih penyuluhan untuk yang berangkat ke Arab.

Yah,,,kalau sudah urusan sama pemerintah mah c..."


Gak cuma penyuluhan, yang terpenting perlindungannya disana. Buruh migran Indonesia itu yang paling kecil upahnya dibanding negara pemasok buruh migran lainnya, seperti filipina, Myanmar, Kamboja, dan negara asia tenggara lainnya. (Negara tujuan plg besar: Malaysia, Singapura, Brunai)

Filipina itu lebih hebat diplomasinya. Buruh migrannya selain upahnya lebih tinggi, mereka juga disediakan mess. Perlindungannya udah hebring. Lah kita! pada terlantar di kolong jembatan ajah dibiarin. malahan pemerintah berkilah kalau buruh migran tinggal di kolong jembatan itu adalah keinginan mereka (buruh migran) sendiri. Yang bener ajah Pak?

*jah, marah lagi dah.
maafin Cha


Sweetdhee (think)


message 6: by Roos (new)

Roos *menyimak*...^_^


e.c.h.a *tepuk-tepuk pundak buzenk* Sabar ya Nak.

owl wrote: "Gak cuma penyuluhan, yang terpenting perlindungannya disana. "

Bener banget! Penyuluhan dan perlindungan. Seharusnya KBRI bisa jadi tempat perlindungan WNI yang disana. Sepertinya sih TKI itu sudah jadi kaya ada mafia-nya, saking merupakan "bisnis" menguntungkan, rasa aman dan nyaman pun jadi diabaikan karena asik memanfaatkan dan mengeruk "devisa". Namanya juga Pahlawan Devisa yang namanya Pahlawan paling cuma dikenang aja. Nggak ada privileged apapun..

Mau berjuang seperti apapun pemerintah mah sudah berkulit badak, cuek bebek. Mau ada yang mati juga paling lempar batu sembunyi tangan. Yang namanya UUD 1945 tuh sudah nggak pernah dipakai padahal salah satu pasalnya melindungi Warga Negara Indonesia, pemerintah asik ngeruk duit aja. Terserah dah mau oknum kek tetap aja bawa nama pemerintah RI.


Tukang Kueh Keren harusnya.....jangan ngirim pembantu rumah tangga ke arab....coba kalo tukang kue yang dikirim, gak bakal kayak gini toh?


e.c.h.a tukang kue keren wrote: "harusnya.....jangan ngirim pembantu rumah tangga ke arab....coba kalo tukang kue yang dikirim, gak bakal kayak gini toh?"

Yakin Butio mau ke Arab??? Tekanan batin loh nanti menghadapi pelanggannya hahahaha


Tukang Kueh Keren ya suruh pegawai aja yang menghadap pelanggan....bu bosnya sih di dalem ajaaaa


e.c.h.a hahahaha nanti pegawainya jangan orang arab juga ya, makin tekanan batin hahahaha


back to top