Natha's Reviews > In the Prince's Bed

In the Prince's Bed by Sabrina Jeffries
Rate this book
Clear rating

by
2452954
's review
Jun 06, 11

bookshelves: historical-romance, romance, translation
Read on June 05, 2011 — I own a copy

Well, sudah kepingin memiliki buku ini bahkan hingga 3 minggu sebelum buku ini dinyatakan terbit di pasar. Ngiler sama warna covernya, itu alasan yang pertama. Dan terlebih lagi ini HR yang belakangan ini suka kubaca. Halangan dimana penulisnya belum pernah kubaca karyanya tidak menjadi masalah.

Perjuangan mendapatkan bukunya agak lama. Ngga sabar membaca malah diimbangi dengan tiada waktu untuk pergi ke toko buku manapun selama sebulan lebih, yah., dan akhirnya kebeli juga setelah penantian panjang itu.

Seperti judul bukunya dan tema covernya, kisahnya ngga jauh-jauh dari urusan ranjang (baca : kasur, tempat tidur), dan buat seorang sleeplover, itu menyenangkan. *alah~*

Oke, terlalu banyak melantur, kisahnya dimulai dengan pertemuan antara 3 orang lelaki. Dan ketiganya adalah anak haram dari Pangeran Wales. Tokoh hero kita, Alec, adalah salah satu dari anak haram itu. Terlahir di keluarga bangsawan, diakui anak oleh ayah tirinya yang tidak mau mengakui perselingkuhan istrinya. Terpaksa hidup di luar Inggris karena 'diasingkan' dan bekerja menghidupi dirinya walaupun ia sesungguhnya adalah seorang pewaris. Saat ayah tirinya meninggal, ia ditinggalkan sebidang tanah yang berantakan. Alec sangat membutuhkan uang untuk memperbaiki apa yang sudah dihancurkan ayahnya. Untuk itu, ia harus menikahi seorang pewaris wanita.

Heroine kita, Katherine. Punya hidup yang keras. Ayahnya seorang perayu dan ibunya gemar menghambur-hamburkan uang mereka. Dari umur 16 tahun (sejak kakek Katherine meninggal), ia telah mengambil alih semua urusan keuangan keluarganya yang morat-marit. Itu menjadikan gadis ini begitu berhati-hati dalam hubungannya dengan lelaki. Sang kakek yang mengerti bahwa kedua orang tua Katherine akan menghabiskan harta kekayaan keluarga mereka, memberikan warisan kepada Katherine untuk bisa dicairkan saat gadis ini menikah.

So, gimana kalau mereka bertemu?

Katherine merasa terpesona dengan tatapan mata Alec yang begitu mudahnya menarik perhatiannya melanggar peraturan. Sementara Alec, dilandasi niat yang begitu besar untuk memperbaiki keadaan estate-nya, membuat ia berusaha mendekati Katherine dan menutupi kebohongannya dengan kebohongan lainnya.

Gimana tanggapan Katherine ketika ia mengetahui Alec telah memanfaatkannya? Apakah ia masih bisa memaafkan Alec? Bisakah Alec menunjukkan pada Katherine bahwa gadis itulah yang ingin ia nikahi?
Baca saja yuk~ ^^

And, tanggapan pribadinya, aku sempet merasa penasaran kapan Katherine tahu semua kebohongan Alec. Sesaat setelah tahu kebohongan itu, Katherine memang tidak bisa menerimanya. Namun, seperti HR yang suka kubaca, semuanya--oops, baca sendiri saja ya. :)
likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read In the Prince's Bed.
sign in »

No comments have been added yet.