Mia Queen's Reviews > The Lady and The Unicorn
The Lady and The Unicorn
by Tracy Chevalier (Goodreads Author), Pepi Smith
by Tracy Chevalier (Goodreads Author), Pepi Smith
Mia Queen's review
bookshelves: cerita-cinta, historical-romance
Apr 22, 11
bookshelves: cerita-cinta, historical-romance
Read from April 20 to 21, 2011
Ini yang disebut dengan a great historical romance novel!
Buku dengan latar belakang Perancis tahun 1490 bercerita tentang Nicholas yang ditugaskan bangsawan kaya untuk membuat permadani demi merayakan kenaikan pangkatnya. Tidak hanya itu novel ini juga menceritakan sepak terjang pelukis berbakat namun genitnya yang tidak ketulungan dengan berbagai wanita yang ia temui. Mulai dari anak bangsawan yang menyewanya sampai anak gadis tukang tenun permadani.
Uniknya, Lady dan Unicorn diceritakan dari sudut pandang yang berbeda-beda. Mulai dari sudut pandang Nicholas, Claude (anak Jean le Viste), Genevieve (istri Jean Le Viste), George sang penenun, Alienor (anak sang penenun), Christine (istri sang penenun). Menarik sekaligus cerdas, karena kita bisa melihat masalah dari persepsi yang berbeda-beda dengan benang merahnya proses pembuatan permadani Lady dan Unicorn.
Sudut pandang Nicholas sebagai pembuka cerita lumayan membuat saya terkaget-kaget dengan kalimatnya yang vulgar. No wonder Lady dan Unicorn masuk dalam kategori novel dewasa. Bahkan beberapa kali saya sempat mengernyitkan jidat dan berkata dalam hati,” jiahh, ini pelukis genit banget!” Karakternya yang sombong dan tukang rayu juga bikin saya ingin menendangnya!
Claude lain lagi, gadis muda yang ternyata juga tergila-gila dengan Nicholas. Karakternya kuat dan pemberontak sering membuat ibunya, Genevieve pusing kepala. Padahal Genevieve sendiri sedang bergelut dengan masalahnya sendiri, antara lain perilaku dingin sang suami sejak ia tidak berhasil memberikan anak lelaki dan keinginannya masuk biara yang pada jaman itu tidak memungkinkan, karena istri dari suami yang masih hidup tidak diperkenankan menjadi biarawati.
Setelah Perancis di tahun 1490, penulis mengajak kita berpetualang ke Brussels, tempat George dan keluarganya tinggal. Di sini kita mengenal karakter keluarga penenun dengan lebih jauh, tapi yang paling saya suka ketika Alienor mengambil alih cerita. Anak perempuan satu-satunya George yang dikisahkan buta ternyata jatuh cinta pula dengan Nicholas. Padahal ia sendiri sudah dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan pria lain demi ikatan bisnis.
Kelanjutan kisah Claude – Nicholas – Elianor membuat saya semakin penasaran dengan endingnya. 4 bintang untuk buku pertama karya Tracy Chevalier yang saya baca.
Setelah epilog, ada catatan dari pengarang yang ternyata mengangkat tema ini dari kisah nyata. Jean LeViste ternyata benar-benar ada. Bahkan permadaninya juga! Unicorn dengan penggambaran lima panca indera. Apabila tertarik lebih jauh dengan kisah Lady dan Unicorn, di websitenya tchevalier.com juga ada penjelasan tentang latar belakang Jean Le Viste berikut fotonya, yang menarik lagi di webnya kita juga bisa mengetahui cara pembuatan permadani yang memang diceritakan cukup detil di bukunya. I’m looking forward to read another book from Ms. Chevalier.
Oia satu lagi, buku ini saya dapat dari obral murah Gramedia seharga 10ribu saja!
Buku dengan latar belakang Perancis tahun 1490 bercerita tentang Nicholas yang ditugaskan bangsawan kaya untuk membuat permadani demi merayakan kenaikan pangkatnya. Tidak hanya itu novel ini juga menceritakan sepak terjang pelukis berbakat namun genitnya yang tidak ketulungan dengan berbagai wanita yang ia temui. Mulai dari anak bangsawan yang menyewanya sampai anak gadis tukang tenun permadani.
Uniknya, Lady dan Unicorn diceritakan dari sudut pandang yang berbeda-beda. Mulai dari sudut pandang Nicholas, Claude (anak Jean le Viste), Genevieve (istri Jean Le Viste), George sang penenun, Alienor (anak sang penenun), Christine (istri sang penenun). Menarik sekaligus cerdas, karena kita bisa melihat masalah dari persepsi yang berbeda-beda dengan benang merahnya proses pembuatan permadani Lady dan Unicorn.
Sudut pandang Nicholas sebagai pembuka cerita lumayan membuat saya terkaget-kaget dengan kalimatnya yang vulgar. No wonder Lady dan Unicorn masuk dalam kategori novel dewasa. Bahkan beberapa kali saya sempat mengernyitkan jidat dan berkata dalam hati,” jiahh, ini pelukis genit banget!” Karakternya yang sombong dan tukang rayu juga bikin saya ingin menendangnya!
Claude lain lagi, gadis muda yang ternyata juga tergila-gila dengan Nicholas. Karakternya kuat dan pemberontak sering membuat ibunya, Genevieve pusing kepala. Padahal Genevieve sendiri sedang bergelut dengan masalahnya sendiri, antara lain perilaku dingin sang suami sejak ia tidak berhasil memberikan anak lelaki dan keinginannya masuk biara yang pada jaman itu tidak memungkinkan, karena istri dari suami yang masih hidup tidak diperkenankan menjadi biarawati.
Setelah Perancis di tahun 1490, penulis mengajak kita berpetualang ke Brussels, tempat George dan keluarganya tinggal. Di sini kita mengenal karakter keluarga penenun dengan lebih jauh, tapi yang paling saya suka ketika Alienor mengambil alih cerita. Anak perempuan satu-satunya George yang dikisahkan buta ternyata jatuh cinta pula dengan Nicholas. Padahal ia sendiri sudah dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan pria lain demi ikatan bisnis.
Kelanjutan kisah Claude – Nicholas – Elianor membuat saya semakin penasaran dengan endingnya. 4 bintang untuk buku pertama karya Tracy Chevalier yang saya baca.
Setelah epilog, ada catatan dari pengarang yang ternyata mengangkat tema ini dari kisah nyata. Jean LeViste ternyata benar-benar ada. Bahkan permadaninya juga! Unicorn dengan penggambaran lima panca indera. Apabila tertarik lebih jauh dengan kisah Lady dan Unicorn, di websitenya tchevalier.com juga ada penjelasan tentang latar belakang Jean Le Viste berikut fotonya, yang menarik lagi di webnya kita juga bisa mengetahui cara pembuatan permadani yang memang diceritakan cukup detil di bukunya. I’m looking forward to read another book from Ms. Chevalier.
Oia satu lagi, buku ini saya dapat dari obral murah Gramedia seharga 10ribu saja!
Sign into Goodreads to see if any of your friends have read The Lady and The Unicorn.
sign in »
Reading Progress
| 04/20/2011 | page 75 |
|
25.0% | "Brussels.1490." |
Comments (showing 1-13 of 13) (13 new)
date
newest »
newest »
message 1:
by
Mia Queen
(new)
-
rated it 4 stars
Apr 20, 2011 03:22am
Bacaan bed rest. Day 1. So far so good, gaya penceritaan yang tidak biasa. Jadi pengen ke Paris. @.@
reply
|
flag
*
aku suka Tracy Chevalier.. baca yang Virgin Blue deh Mia.. Girl with a Pearl Earrings juga aku suka..
Iya itu masuk kategori selanjutnya yang dibaca mbak, kalo Girl with Pearl itu ga punya, klo ga salah ada pilemnya juga ya mbak? lupa-lupa inget.
aku suka banget novel2 karya Tracy Chevalier :)lagi nyari yg baru, kayaknya blm diterjemahin ke Indonesia.
aku koleksinya sejak masih harga asli, hingga memburu obralan :P
yg Virgin Blue aku paling suka, trus yg ini. yg Falling Angels sama The Girl With The Pearl Earrings rata2 lah :)
Mbak Iyut, emang sedih ya ceritanya. tapi ada bumbu misterinya, jadinya gimana gitu. Mungkin juga efek buku Tracy pertama yang kubaca, jadi langsung ngena, langsung suka :)Gara2 Virgin Blue ini lah aku cari yg lainnya. Kapan ya yg edisi lainnya diterjemahkan penerbit Indonesia ?
kalo beli aslinya mahal euy :P
aku pengin yang "Remarkable Creatures" dan "Burning Bright" :)
nat wrote: "Mbak Iyut, emang sedih ya ceritanya. tapi ada bumbu misterinya, jadinya gimana gitu. Mungkin juga efek buku Tracy pertama yang kubaca, jadi langsung ngena, langsung suka :)Gara2 Virgin Blue ini l..."
hehehe, aku baca Tracy dari buku pertamanya yg diterjemahin, apa ya..kalo gak Falling Angel ya Girl with Pearl Earrings.
Buku lainnya diusulin aja ke penerbitnya buat diterjemahin :P


