Mia Prasetya's Reviews > Scones and Sensibility

Scones and Sensibility by Lindsay Eland
Rate this book
Clear rating

by
2664067
's review
Apr 11, 2011

liked it
bookshelves: cerita-cinta, hadiah
Read from April 06 to 09, 2011

Polly Madasa, gadis kecil berusia 12 tahun mungkin bisa kita anugrahkan predikat gadis paling romantis yang ada di muka bumi. Bagaimana tidak, buku favoritnya Pride and Predudice and Anne of Green Gables yang dibaca berulang kali. Ia lebih menyukai menulis dengan lilin dibanding mengetik di internet. Bahasa sehari-hari Pollypun sama persis dengan kalimat jadul ala Anne ditambah Polly juga pengkhayal kelas berat, sering kali orang tua dan teman-temannya dibuat bingung oleh tingkah laku Polly yang seakan terjerat masa lalu.

"Pesta minum teh dengan hidangan roti isi mentimun adalah kegiatan favoritku sejak usia lima tahun. Sebagian besar pakaianku sejak mulai menghirup napas pertama di dunia ini berhias renda dan kerutan (kecuali kamping sial ketika aku dipaksa memakai celana jins yang dipotong pendek dan tank top bertuliskan whassup?" Kalimat di paragraf awal :p Sudah kelihatan kan lebaynya, hehehe.

Di halaman selanjutnya ".. Saat aku berbaring di kamarku merenungkan semua hal ini, sekonyong-konyong aku dibanjiri kecemerlangan dan keagungan musim panas. Udara pekat dan manis bagai kembang bokor yang baru mekar, serta aroma air garam yang menyeruak dalam embusan angin, bagaikan baju yang dijepit apik pada tali jemuran, terasa memabukkan." Wih, luar biasa berbunga bahasanya dan salut untuk mbak Uci yang bisa menerjemahkan kalimat Polly dengan pas!

Niat mulai Polly selama musim panas ingin menjodohkan orang-orang terdekatnya. Clementine, kakak tersayang yang menurut Polly pacarnya tidak sesuai dengan Clementine, tidak bertindak layaknya seorang laki-laki terhormat. Ada juga Mr. Nightquist yang kesepian setelah kematian istrinya. Miss Wiskerton, perawan tua kesepian yang hanya tinggal dengan anjingnya juga tak luput dari Polly. Terakhir, ayah sobat karib Polly, Mr. Fisk telah 3 tahun menduda dan tentunya Polly tak tinggal diam.

Berdasar dari kisah cinta ala Pride and Prejudice ataupun kisah cinta Anne - Gilbert di buku Anne of Green Gables, Polly mulai melancarkan aksinya menjodohkan pasangan yang menurutnya pasti menjadi pasangan serasi. Sayangnya Polly lupa, cinta tak dapat dipaksa dan benarkah cinta berbunga ala novel klasik beneran dapat terwujud di dunia jaman sekarang? Nah, Polly harus belajar dari tante Mia kalau gitu :p

Buku yang saya peroleh hasil menang kuis di facebook ini memiliki inti cerita yang menarik ditambah lagi covernya yang manis banget. Sayangnya kemanisan cerita sedikit terganggu dengan tingkah laku Polly yang terkadang sedikit di luar jalur plus kesan yang saya dapat 'duh ni anak sok tua banget sih?' Bagi pecinta romance remaja dan pengagum cover seperti saya, buku ini layak kok untuk dikoleksi :)
1 like · flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Scones and Sensibility.
Sign In »

Reading Progress

04/07/2011 page 69
22.0% "Rencana mulia Polly"

Comments (showing 1-1 of 1) (1 new)

dateDown arrow    newest »

message 1: by Jia (new) - rated it 3 stars

Jia hahaha, si polly emang lebaaaayyyy


back to top