Sulis Peri Hutan's Reviews > Remember When

Remember When by Winna Efendi
Rate this book
Clear rating

by
971024
's review
Jul 20, 12

bookshelves: roman-indonesia, pinjem
Read in May, 2011

Tema ceritanya suka sama pacarnya sahabat.

Sempet was-was nih bakalan suka gak sama ceritannya, soalnya waktu penulis ngadain kuis (yang akhirnya ak gak menang, hehehe) sempat cari sedikit banyak tentang reviewnya, dalam bayangan aku sih soal selingkuh, menusuk dari belakang, yah begitulah.

Ceritanya mungkin udah gak asing lagi. cerita SMA, cinta pertama, persahabatan.

Adrian tahu kalau Moses diam-diam suka sama teman sebangkunya, Freya, sedangkan dia sedang mengincar gadis terpopuler di sekolah, Anggia atau Gia, sahabat Freya. Karena hafal sifat sahabatnya itu yang akan terus memendam perasaannya, Adrian pun membuat taruhan siapa yang gagal nembak maka dia harus lari mengelilingi lapangan sebanyak 10x sambil teriak "Giaaa i loveee you" ataupun sebaliknya. 2 tahun berlalu, mereka berpacaran dengan incaran masing-masing. Adrian yang jago basket, anak paling populer disekolah berpacaran dengan Gia, cewek yang juga populer di sekolah, pintar melukis, sekretaris OSIS, pasangan perfect deh. Sedangkang Moses juga berpacaran dengan cewek paling pintar di sekolah, Freya. Lambat laun Freya merasa jenuh, bosan dengan hubungannya dengan Moses yang monoton,kesibukan Moses yang menjadi ketua OSIS, kalau pacaran selalu dibarengi dengan buku, dan pelajaran. Dia merasa iri dengan Gia yang bisa bebas bersenang-senang dengan Adrian. Waktu Adrian menjemput Freya untuk ketemuan dengan yang lain, dia menemukan kecocokan dengan cewek pendiam dan antisosial itu, suka Green Day dan komik silat kacangan. Perasaan mereka mulai beda, tapi takut untuk mengakuinya. Gia mulai merasakan perubahan sikap Adrian semenjak ibunya meninggal, dia tidak pernah konsen diajak bicara. Adrian mulai sadar kalau dia sebenernya mencintai Freya, terlebih lagi waktu ibunya meninggal hanya dia yang benar-benar mengerti perasaannya, Gia lebih menjadi sosok ibunya, malah semakin menginggatkannya kalau ibunya sudah tidak ada, merasa kasihan, bukan itu yang dibutuhkan Adrian dan Moses hanya menepuk bahunya mengisaratkan turut berduaka, seperti kebanyakan orang, bukan sebagai sahabat. Hanya Freya, karena dia juga pernah kehilangan ibunya. Karena tidak ingin melukai satu sama lain, Adrian memutuskan Gia, dan Gia bisa menebak alasannya karena Freya. Freya tidak ingin merusak persahabatan mereka, dia mengalah.

Tokoh favorit siapa? Awalnya aku benci sama Freya, dia itu kayak gak ikhlas pacaran sama Moses, kayak kepaksa tapi waktu dia mengalah akan perasaan sebenernya aku mulai menyukainya. Kalo Adrian aku suka kejujurannya untuk mengakui kalau dia sebenernya suka sama Freya dihadapan sahabatnya. Gia, aku benci, dia egois sekali kalau soal Adrian. sedangkan Moses? Kemana aja selama ini? kenapa baru tahu kalau sahabatnya suka sama pacarnya, si Erik, sahabatnya Freya aja tahu perasaan mereka. Oh ya, kalau ngomong soal Erik, dia cukup menghibur, dia orang luar yang sangat tahu hubungan keempat sahabat itu, sangat tahu perasaan Freya. kayak di hal. 111 waktu bingung beli popcorn rasa asin atau karamel, waktu Erik ditannya dia menjawab, "Alergi jagung."

Adengan paling favorit, waktu Moses pertama kali nyium Freya, dalam hati berontak, dia bilang bukan dia.

Aku juga suka kata-kata Adrian kepada Freya, romantis banget, di hal. 157, "Gue sayang lo, Freya. Mungkin klise, tapi gue nggak main-main," sama di hal. 168, waktu Freya bilang kalau perasaan cinta Adrian itu salah dan dia menjawab, " Mungkin. Tapi sekarang gue yakin, kalau gue emang sayang ama lo. Cuma itu yang penting."

Jujur, sebenernya aku gak terlalu suka karya Winna Efendi, di novel pertamanya AI aku memberi rating satu sayap, Refrain dua sayap dan Unbelivable tiga sayap, perasaan gak suka sama tulisannya juga tergambar waktu awal baca ini, duh bakalan sesuai harapanku gak nih? entahlah, padahal ratingnya tinggi loh di goodreads. awal bikin greget si Freya sama Si Adrian ini, kok gitu sih sama pacar sendiri? tapi makin kebelakang makin menikmati ceritanya. Sudut pandangnya dari ke-5 tokoh, jadi bisa lebih tahu, jelas perasaan masing-masing.

Typo masih ada beberapa, tapi aku suka sama endingnya, bahasanya juga romantis, selalu ngasih quote yang sesuai di tiap bab.

3,5 sayap untuk putih abu-abu

klik: http://post.ly/26q8s
likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Remember When.
sign in »

No comments have been added yet.