mahatma's Reviews > After The Quake

After The Quake by Haruki Murakami
Rate this book
Clear rating

by
178598
's review
Mar 25, 11

Read from March 16 to 25, 2011

bila kemaren ulil mendapat kiriman bom yang dibungkus sebagai kiriman buku, maka kemaren pula saya memulai baca buku murakami haruki tentang bungkusan yang gak jelas apa isinya.

judul cerpen pertama dalam buku ini adalah UFO DI KUSHINO.
wong mau menulis kisah tentang jepang pasca gempa kobe 1995 kok malah bicara tentang UFO?

ini kisah seorang lelaki yang ditinggal pergi istrinya seusai gempa di kobe.
si istri setelah kejadian gempa seperti kehilangan dirinya, kerjaannya tiap hari hanyalah menonton tivi dengan mengganti-ganti channel dengan tatapan mata kosong. walau pun kehidupan mereka normal, namun kemudian si istri memilih pulang ke rumah orangtuanya, meninggalkan sepucuk surat pada suaminya yang ditinggal bengong sepulang kerja.

"dalam dirimu sudah tidak ada apa-apanya", dia tulis begitu dalam surat pendeknya.

istri yang gak cantik-cantik amat ini [pendek, omongannya gak mutu, dsb] meninggalkan suami di rumah bersama barang-barang yang sisa. hampir semua barang penting dibawa pergi oleh si istri pulang. si suami ditinggal di rumah yang nyaris “kosong”.

ketika mendapatkan tawaran kesempatan liburan ke daerah dingin di hokkaido di bulan februari oleh bossnya, si boss menitipkan sebungkus barang yang harus disampaikan ke saudaranya di hokkaido sana. benda itu dibawanya terbang ke sana.

di hokkaido yang dingin di bulan februari, ia mendapatkan teman cewek “berani” yang dengannya ia menghabiskan waktu-waktu liburannya. dari hubungan intim mereka berdua kita [pembaca] bisa mendugai apa peran UFO di sini.

pasca gempa dahsyat di kobe 1995, banyak keluarga jepang kehilangan segala-galanya. kosong rumahnya dan kosong pula hatinya. kekosongan hati si istri, yang pulang ke rumah asal dengan mengosongkan rumahnya sendiri. kekosongan hati suami yang menghabiskan waktu libur sembari membawa terbang “benda entah apa pula” yang hingga akhir cerita juga tidak dibuka apa isinya, kita bisa membayangkan dahsyatnya gempa… ia juga mengosongkan hati orang-orangnya!

jadi, ini adalah kisah atau riwayat lahir dan berkembangnya “kekosongan” dalam diri para kurban gempa. gempa bukan hanya menghilangkan benda-benda, namun juga membuat bagian penting dalam diri manusia ikut tiada…

ini bukan kisah peristiwa-peristiwa yang berupa deskripsi tindakan-tindakan manusia, tapi kisah tentang muncul dan berkembangnya suatu ide, konsep, “notion” tentang apa itu "kosong".

UFO, benda terbang yang gak jelas apa itu, pada hemat saya, memang harus menjadi judul cerpen ini. ia terpilih untuk mewakili kekosongan ini semua…

keren dah... [itu baru cerpen pertama! hehe... untuk cerpen berikut "superfrog saves tokyo" silakan klik link ini]
8 likes · Likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read After The Quake.
Sign In »

Reading Progress

03/16/2011 page 3
2.0% ""Five straight days she spent in front of the television, staring at crumbled banks and hospitals, whole blocks of stores in flames, severed rail lines and expressways. She never said a word. Sunk deep in the cushions of the sofa, her mouth clamped shut..."" 1 comment
show 2 hidden updates…

Comments (showing 1-7 of 7) (7 new)

dateDown arrow    newest »

message 1: by Roos (new)

Roos Berarti dah saatnya pulang, Om...:D Jangan lama2 ngerasain gempanya, nanti pulang goyang2 lho...hehehe. *piss Om*


message 2: by Siagian Dewi (new)

Siagian Dewi sepertinya keren bukunya, tertarik karena reviewnya.


mahatma hihi... thanks...[kok jadi ge-er seeh?]


message 4: by Siagian Dewi (new)

Siagian Dewi kira2 adakah dijual ditoko buku bukunya Mas? di medan hanya ada gramedia soalnya. tertarik saia ingin membacanya.


mahatma ah, saya minjem di perpustakaan nih.. hehe. amang dapetnya di bangkok (dr medan deket kan?) hihi peace.....


message 6: by Siagian Dewi (new)

Siagian Dewi apaan yg dekat. jalan kaki gemporlah kaki. hehehe...
keren sekali perpustakaannya.


message 7: by Siagian Dewi (new)

Siagian Dewi Mas Amang, maksudnya bolehkah aku meminjam?
Kalo boleh, mau sekali aku *memekik kesenangan*


back to top