nanto's review of Orientalism
Orientalism
by Edward W. Said
Ada sebuah ungkapan ," ex orient lux", dari timut terbitlah kemakmuran, yang saya dapat ketika SMA dari guru sejarah saya. Ungkapan itu merupakan sebuah cara dari sudut pandang sebuah masyarakat yang melihat di timurnya merupakan banyak tempat bagi lahir pencerahan. Konon itu ungkapan dari masyarakat eropa, entah kapan tepatnya ungkapan itu muncul saya tidak tahu. Yang jelas, ungkapan itu menunjukan tempat tempat seperti Mesir dengan piramida dan kemajuan geometrinya dan Yunani dengan filsafatnya.
Ketika saya membaca Said (yang terjemahan) ada kesan lain yang diperoleh. Timur di mata Eropa oleh Said diberitakan pada awalnya adalah sebuah ancaman. Ketika itu ada konflik antara Eropa dengan Islam atau Middle East. Perang yang berlarut itu tidak luput mencitrakan timur yang menjadi simbol bagi datangnya ancaman.
Timur bagi eropa pun berganti ketika mereka mengenal India (dan tentunya juga Indonesia). Timur yang ektotis mulai dikenal oleh mereka. Salah satu yang memperkenal...more
Ada sebuah ungkapan ," ex orient lux", dari timut terbitlah kemakmuran, yang saya dapat ketika SMA dari guru sejarah saya. Ungkapan itu merupakan sebuah cara dari sudut pandang sebuah masyarakat yang melihat di timurnya merupakan banyak tempat bagi lahir pencerahan. Konon itu ungkapan dari masyarakat eropa, entah kapan tepatnya ungkapan itu muncul saya tidak tahu. Yang jelas, ungkapan itu menunjukan tempat tempat seperti Mesir dengan piramida dan kemajuan geometrinya dan Yunani dengan filsafatnya.
Ketika saya membaca Said (yang terjemahan) ada kesan lain yang diperoleh. Timur di mata Eropa oleh Said diberitakan pada awalnya adalah sebuah ancaman. Ketika itu ada konflik antara Eropa dengan Islam atau Middle East. Perang yang berlarut itu tidak luput mencitrakan timur yang menjadi simbol bagi datangnya ancaman.
Timur bagi eropa pun berganti ketika mereka mengenal India (dan tentunya juga Indonesia). Timur yang ektotis mulai dikenal oleh mereka. Salah satu yang memperkenalkan eksotisme (atau tepatnya erotisme) tarian timur, mungkin, adalah Matahari yang juga spion legendaris itu.
Eropa yang berbicara tentang timur seolah telah menjadi kebenaran yang tak terbantahkan, itulah mithos yang hendak dibongkar oleh Said. Menurutnya akan berbeda ketika timur berbicara tentang dirinya sendiri atau bahkan tentang barat.
Lepas dari polemik itu. Saya cuma mau bertanya tentang pusat produksi "timur" di universitas eropa versi Said. Entah saya yang salah, atau buku saya yang ada lewat halamannya hehehe kali aja, kok saya tidak menemukan adanya Belanda sebagai pusat produksi citra timur di eropa. Ketika Said bisa menyebut Perancis, Inggris, dab bahkan Amerika sebagai kelompok yang agak belakangan masuk dalam kancah produksi citra timur ini, kenapa dia lewat menyebut Belanda?
Bukankah Belanda juga memperkenalkan bukan saja C. Snouck Hurgronje, bahkan pengembangan klasifikasi tumbuhan telah dimulai oleh Rumphius ketika dia di Ambon sehingga ia mendapat julukan the "blind seer of Ambon". Kerja keras Rumphius yang bahkan mengalamai banyak ujian mulai dari buta, hasil kerjanya terbakar, karyanya diterbitkan atas nama seseorang yang mengaku sahabat, atau ketika karyanya butuh waktu lama untuk diterbitkan karena harus disensor oleh VOC itulah yang menyumbang pada taxonomi moderen versi C. Linneaus. Sumbangan Belanda kiranya tidak kecil terhadap citra timur, baik dalam hal budaya maupun alamnya.
Ada yang tau mungkin kenapa Said lewat dalam mengulas Belanda sebagai mazhab sehingga hanya mengupas Masignon, Gibb dan selanjutnya saja? atau saya yang terlalu bersemangat sehingga tidak sadar ada yang salah dalam pernyataan di atas?...less
comments