Nia Nurdiansyah's Reviews > The Tourist
The Tourist
by Olen Steinhauer
by Olen Steinhauer
Rumit dan tidak langsung memberikan petunjuk arah yang jelas kemana cerita ini akan dibawa. Itu kesan yang didapatkan setelah selesai membaca Bagian Satu. Juga belum jelas siapa lawan dan kawan di cerita ini. Tapi ketidakjelasan itulah yang menahan saya untuk melaju ke halaman selanjutnya. Baru di halaman 272, saya mulai mengerti kalau kisah ini memang ingin dibuat seperti apa yang dituturkan oleh tokoh utamanya, Milo Weaver :
“Belakangan, sewaktu dia mengemudi, Milo menggosok wajahnya, menatap kegelapan jalan raya di malam hari. Benaknya menggembara. Dia berpikir, dalam film atau acara TV mengenai spionase, selalu ada tujuan yang jelas. Rekaman pembicaraan yang membuktikan fakta penting. Seorang pria yang memiliki jawaban terhadap pertanyaan spesifik. Cerita-cerita itu bisa dinikmati karena kesederhanaannya. Dalam kenyataannya, dunia intelijen jarang sekali, kalaupun pernah, berjalan di garis lurus. Fakta-fakta dikumpulkan, kebanyakan tidak berguna, beberapa yang lain memberikan kaitan, lalu memutuskan kaitan. Diperlukan mata yang sabar dan terlatih untuk memilah mana yang harus dipertahankan dan mana yang dapat disisihkan.”
Salah satu fiksi kriminal yang rumit dan tidak mudah ditebak. Tapi mengasyikan untuk ditelusuri sampai habis. Seperti memecahkan soal matematika yang sulit, dan kita menyeduh kopi dan duduk di tempat yang tenang untuk memecahkannya.
Kasus yang berlapis. Agen ganda yang entah berinduk pada siapa dan mengumpulkan informasi untuk siapa. Buronan yang disebut Si Harimau yang pada akhirnya mati bunuh diri karena mengunyah tablet sianida. Sahabat yang juga mati terbunuh karena obat tidurnya. Kehidupan ‘turisme’, istilah untuk agen CIA yang memiliki paspor dengan ribuan stempel yang memiliki kebebasan untuk keluar-masuk banyak negara dengan tugas mengumpulkan informasi rahasia. Masa lalu Milo Weaver dan keluarga kecilnya. Semua diramu dengan rapi, terselip juga tujuan-tujuan yang terkesan berat dalam misi-misi yang sedang dijalankan : terorisme, isu minyak dunia, dan perang saudara. Petunjuk demi petunjuk tidak distabilo dengan jelas, membuat pembaca ikut berpikir mengenai kaitan-kaitan dalam cerita ini.
“Belakangan, sewaktu dia mengemudi, Milo menggosok wajahnya, menatap kegelapan jalan raya di malam hari. Benaknya menggembara. Dia berpikir, dalam film atau acara TV mengenai spionase, selalu ada tujuan yang jelas. Rekaman pembicaraan yang membuktikan fakta penting. Seorang pria yang memiliki jawaban terhadap pertanyaan spesifik. Cerita-cerita itu bisa dinikmati karena kesederhanaannya. Dalam kenyataannya, dunia intelijen jarang sekali, kalaupun pernah, berjalan di garis lurus. Fakta-fakta dikumpulkan, kebanyakan tidak berguna, beberapa yang lain memberikan kaitan, lalu memutuskan kaitan. Diperlukan mata yang sabar dan terlatih untuk memilah mana yang harus dipertahankan dan mana yang dapat disisihkan.”
Salah satu fiksi kriminal yang rumit dan tidak mudah ditebak. Tapi mengasyikan untuk ditelusuri sampai habis. Seperti memecahkan soal matematika yang sulit, dan kita menyeduh kopi dan duduk di tempat yang tenang untuk memecahkannya.
Kasus yang berlapis. Agen ganda yang entah berinduk pada siapa dan mengumpulkan informasi untuk siapa. Buronan yang disebut Si Harimau yang pada akhirnya mati bunuh diri karena mengunyah tablet sianida. Sahabat yang juga mati terbunuh karena obat tidurnya. Kehidupan ‘turisme’, istilah untuk agen CIA yang memiliki paspor dengan ribuan stempel yang memiliki kebebasan untuk keluar-masuk banyak negara dengan tugas mengumpulkan informasi rahasia. Masa lalu Milo Weaver dan keluarga kecilnya. Semua diramu dengan rapi, terselip juga tujuan-tujuan yang terkesan berat dalam misi-misi yang sedang dijalankan : terorisme, isu minyak dunia, dan perang saudara. Petunjuk demi petunjuk tidak distabilo dengan jelas, membuat pembaca ikut berpikir mengenai kaitan-kaitan dalam cerita ini.
Sign into Goodreads to see if any of your friends have read The Tourist.
sign in »
