Δx Δp ≥ ½ ħ htgkvkkviholmvobsvzighxofyyzmw's Reviews > Kuda dan Penunggangnya: Kisah dari Narnia, buku 3

Kuda dan Penunggangnya by C.S. Lewis

by
1618324
baca ulang edisi terjemahan jadulnya

Inilah buku Narnia yg paling meresahkan yg pernah saya baca dan membuat saya mogok baca serial Narnia ketika SMP kelas 3 dulu--saya sampai harus konsul dulu ke seorang "mentor" untuk memberi masukan

Seperti yang semua orang telah ketahui, CS Lewis telah menciptakan sebuah negeri dongeng yang ajaib. Negeri permai yang bernama Narnia ini hidup dalam kedamaian yang melenakan, dipenuhi makhluk-makhluk baik hati bak malaikat dan hewan-hewan ajaib yang bisa berbicara. Tentu saja, dimana ada yang baik, ada pula negeri yang jahat, dan Lewis memberi nama negeri jahat itu sebagai Calormen.

Di mulai dari namanya saja, saya sudah gelisah ketika Lewis memberikan deskripsi tentang Calormen. Berkebalikan dengan Narnia yg dihuni penduduk berkulit putih, Calormen dihuni penduduk yang berkulit hitam. Apakah kata Calormen merupakan plesetan dari Coloured Men (manusia berkulit warna)? Di sini jelas terasa aroma rasis yang menyengat. Tapi ini belum apa-apa.

Deskripsi ttg Calormen-nya Lewis makin membuat saya risau. Perhatikan detail-detail kebiasaan penduduk Calormen menurut Lewis:

- mereka terbiasa mengenakan turban
- berperang dengan pedang melengkung
- kota-kotanya dipenuhi menara langsing yang menjulang
- gemar memakan makanan pedas
- para bangsawannya memiliki istri lebih dari satu
- setiap perayaan atau pengumuman selalu menggunakan terompet yg dibunyikan dr puncak menara
- para bangsawan selalu mencari istri baru yg lebih muda
- membudidayakan perbudakan
- mengenakan sepatu terompah dari kayu
- sebelum tidur, sang raja gemar dihibur dengan pertunjukan tari dari perempuan
- satu-satunya "kebudayaan yang beradab" adalah seni syair yang berkembang pesat
- dan yang terutama: penduduk Calormen selalu memanggil pemimpin mereka dengan cara menyebut nama raja yg diiringi dengan doa "may he live forever"

Tak perlu menjadi seorang Einstein untuk bisa membaca apa maksud dari deskripsi-deskripsi ini: Itu semua jelas merupakan gambaran stereotip dan prasangka bangsa barat terhadap penduduk Muslim terutama pada era abad pertengahan (baca: kebudayaan Arab). Pujian "may he live forever" sangat identik dengan pujian yg diucapkan penduduk muslim saat menyebut Nabi Muhammad dan diiringi ucapan "shalalahualaihi wasalam" (semoga keselamatan dan kesejahteraan tercurah atasnya)

Di buku Narnia The Horse and His Boy bahkan Lewis menggambarkan penduduk Calormen yang memiliki kebiasaan jelek dan barbar: Aravis, nama tokoh gadis di buku ini, harus kabur dari Calormen dengan alasan dia tak mau dinikahkan dengan seorang bangsawan tua yang punya banyak istri. Lagian usia Aravis masih belia.

Kebiasaan "barbar" Calormen ini tentu saja membuat kita langsung antipati dan membenci segala yang berhubungan dengan Calormen. Sekilas, ini tak menimbulkan masalah. Toh ini cuma dongeng fantasi untuk anak-anak. Tapi sebagai orang yang sedikit banyak merupakan visualisasi bangsa Calormen dalam hal ini Islam, saya merasa terganggu dengan deskripsi Lewis

Sebenernya saya tak perlu dibuat kaget dengan serial Narnia. CS Lewis memang dikenal sebagai teologis Kristen terkenal. Tak mengherankan jika Narnia Yang Baik identik dengan penduduk Kristen yang penuh cinta kasih, menggunakan atribut seperti tentara salib saat berperang, dan tema kekristenan yang kental dalam kesehariannya. Berbeda dengan Calormen Yang Jahat, yang digambarkan sebagai penduduk barbar dengan tema keislaman yang kental (di mata Lewis)

Sebenernya kisruh Narnia vs Calormen yang mirip Kristen vs Islam dalam cerita dongeng Narnia masih panjang untuk dirinci satu persatu. Selain para penduduk Narnia yg namanya sangat berbau Eropa (Peter, Susan, Edmund, Lucy, dsb) sedangkan Calormen memiliki nama-nama yang berbau "timur tengah" (Tisroc, Rabadash, Ashosta, dsb) juga Lewis secara langsung mengkonfontasikan keduanya dalam "pesan moral" Baik versus Jahat. Mana yang harus dicintai mana yang harus dibenci. Mana yang harus dibela mana yang harus dicerca

Bahkan kalau Anda menonton film serial Narnia yang terbaru, The Voyage of the Dawn Treader, bagi yang belum membaca novel Narnia sebelumnya, Anda akan mengenali musuh Narnia sebagai orang Arab daripada sebagai orang Calormen.

Mungkin saya terlalu paranoid, yang jelas sikap anti-Arab yang diperlihatkan Lewis dalam serial Narnia membuat kisah dongeng Narnia diluar kehebatan narasi dan plotnya, tak lantas menjadikannya sebagai serial dongeng favorit saya.

Cenderung rasis, misoginis, dan penuh prasangka yang keliru, telah menciptakan penghalang bagi saya untuk bisa mencintai Narnia dan memperlakukannya sebagai dongeng fantasi belaka.

Seperti kata kritikus Kyre O'Connor tentang buku Narnia,
"...It's just too dreadful. While the book's storytelling virtues are enormous, you don't have to be a bluestocking of political correctness to find some of this fantasy anti-Arab, or anti-Eastern, or anti-Ottoman. With all its stereotypes, mostly played for belly laughs, there are moments you'd like to stuff this story back into its closet..."

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Kuda dan Penunggangnya.
sign in »

Comments (showing 1-12 of 12) (12 new)

dateDown_arrow    newest »

indri iya. waktu baca ini juga aku mikir begitu. apalagi pas baca buku terakhir, malah bertanya2 soal dunia fana.


message 2: by Nenangs (new)

Nenangs anti arab, dan mungkin ngga ngerti islam.
memang susah.


 Δx Δp ≥ ½ ħ  htgkvkkviholmvobsvzighxofyyzmw @Squid: ternyata bukan saya ajah yg merasa begitu. ternyata saya masih normal. lho? :P

@Petrik: yg sangat saya sayangkan sih sebagai seorang teolog terkemuka, seharusnya Lewis bisa lebih elegan dan luwes dalam ngasih pandangannya terhadap Islam.

sebenernya kritik lain thp buku Narnia juga banyak selain rasisme, misal sexist. Philip Pullman ajah yg nulis fantasi nyeleneh juga ngecam serial Narnia.
http://www.guardian.co.uk/uk/2002/jun...


message 4: by Nenangs (new)

Nenangs cs lewis juga manusia. dalam sejarah manusia, nggak sedikit orang besar yg menunjukkan kebencian irrasionil terhadap sesuatu. sampai sekarang. :)


 Δx Δp ≥ ½ ħ  htgkvkkviholmvobsvzighxofyyzmw oh, untunglah saya orang kecil--dalam arti kiasan maupun harfiah :P-- jadi gak ada kebencian irrasional *dipentung*


indri gw malah membayangkan itu d seberang lautannya itu negara Maroko, yg emang mayoritas muslim, nyebrang ke Spanyol. jadi setingan Andalusia gitu.

atau setting Rumania-Turki??


 Δx Δp ≥ ½ ħ  htgkvkkviholmvobsvzighxofyyzmw iyah. terlalu kentara banget juga "narnia terletak di bagian Utara/Barat untuk kesana harus mengarungi gurun pasir luas" atau bisa lewat jalur laut. yah, emang mentok di Afrika atau Turki gituh


Marchel yup, setuju. Cuma gw masih memandang cerita Narnia hanya sebagai cerita. Gw nda mau n malas membahas masalah itu, sebab gw pribadi tidak menemukan secara jelas niat jelek Lewis terhadap orang-orang berwarna pada umumnya dan dunia Islam pada khususnya.

Yah, sebagai orang yg sudah punya anak, paling gw mengawasi kalau-kalau anak gw mulai baca Narnia. Untungnya saat ini anak gw yang paling gede belum berniat meliriknya sedikit pun ^^. Kalau ntarnya anak gw mulai baca Narnia, yah gw harus kasih pemahaman terlebih dahulu.


 Δx Δp ≥ ½ ħ  htgkvkkviholmvobsvzighxofyyzmw yup. meski ini buku anak-anak, saya rasa tak semua anak bisa membaca buku ini dg bebas begitu saja. seperti halnya buku trilogi His Dark Material, perlu ada "wejangan" dan "perhatian" jika ada anak kecil yg mau membacanya--errr... sebenernya hampir semua buku yg dibaca ma anak kecil perlu ada "kontrol"


indri dan anak gue suka sekali sama buku Narnia ini karena warna warni dan gue punya boxsetnya. biasanya sih dijejer-jejer.. (belum lancar baca)


message 11: by Nanny (new)

Nanny sebaiknya anak2 kl baca hrs punya 'mentor' ky Qui waktu kecil ya


 Δx Δp ≥ ½ ħ  htgkvkkviholmvobsvzighxofyyzmw sekarang juga saya masih kecil kok Ceu--badannya :P


back to top