Dessy's Reviews > Eleven Minutes - Sebelas Menit

Eleven Minutes - Sebelas Menit by Paulo Coelho
Rate this book
Clear rating

by
744808
's review
Feb 08, 2008

bookshelves: terjemahan, paulo-coelho
Recommended for: wanita/pria dewasa
Read in April, 2008

Ini kisah tentang pencarian cinta, sex, ambisi, rasa kesepian,dan kejujuran pada diri sendiri . Paulo sedikit keluar dari 'jalurnya' dan ini benar-benar novel dewasa, Iam sure you know what I mean but I hope we read it in the same perception.

Maria seorang gadis desa dari Brazil, mengalami patah hati pada cinta pertama disaat berubur 11 tahun, setelah itu ia berpikir ia tidak akan pernah mendapatkan cinta sejatinya. Cinta hanya akan membuatnya sakit.

Setamat SMA ia bekerja pada sebuah toko kain, ia menabung cukup banyak uang agar bisa pergi berlibur ke Rio De Jenairo, kota impian gadis-gadis seperti dirinya. Dikota itu ia pun bertemu seseorang yang menawarinya pekerjaan sebagai penari Samba di Geneva, dengan bantuan seseorang ia berhasil mendapatkan kontrak dengan gaji yang lumayan.

Apa lacur sesampai disana semua yang ia bayangkan sangatlah jauh dari impian, ia bekerja pada sebuah klub malam murahan, namun tak ada jalan kembali, Maria yang berani dan mandiri mengisi kekosongannya di siang hari dengan mengambil kursus bahasa Prancis, kemudian dengan modal bahasa Prancis dan keberanian tersebut ia berhasil keluar dari klub murahan itu.

Merasa berawal dari sebuah klub malam dan tak ada pekerjaan lain yang bisa ia lakukan ia pun mencari klub lain, kali ini bekerja pada High class club dengan bayaran tinggi untuk bisa mencapai mimpi-mimpinya: menyenangkan orang tuanya di kampung dan mencari suami yang kaya. Namun Maria merasakan bahwa walaupun setiap malam ia berkencan dengan 2 sampai3 lelaki , ia merasakan kehampaan, perasaan kesepian yang membuatnya pilu. Sampai akhirnya ia bertemu dengan seorang pelukis yang kemudian 'mengajarinya' apa arti cinta dan sex yang sebenarnya.

Paulo dengan dengan berani menuturkan apa yang selama ini tabu untuk dibicarakan, walau isi buku ini dipenuhi dengan kata-kata reproduksi, menurutku Paulo berhasil mengungkapkannya dengan jujur dan elegan . Tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Bahwa memang begitulah kenyataannya.

Buku ini wajib baca bagi wanita dan pria dewasa, memaknai perkawinan dengan jujur bersama pasangan, memahami dan memecahkan masalah pribadi berdua . Merubah cara pandang bahwa setelah masa bulan madu cinta akan padam dan semua hanya tinggal rutinitas.

Cikal bakal novel ini berawal dari sebuah buku karya Irving Walles yang berjudul The Seven Minutes yang sempat dicekal dan dilarang beredar, ditambah dengan pengalaman pribadi seorang wanita penghibur. Paulo menambahnya menjadi sebelas menit, karena tujuh menit menurutnya terlalu konvensional, konon segitulah waktu yang dibutuh dua insan untuk melampasakan hasrat biologisnya, inti dari semua ini adalah apakah memang hanya sebelas menit tersebut yang dibutuhka oleh dua insan yang jatuh cinta melepaskan hasratnya, apakah hanya sekedar nafsu yang purba ? lalu bagaimana dengan sisanya ? Atau jika dibalik bagaimana kehidupan ini (baca: perkawinan) tanpa waktu yang sebelas menit.

Selain ada sejarah tentang prostitusi, seperti biasa banyak kalimat -kalimat khas Coelho yang membuat kita kembali merenungkan makna hidup, mempertanyakan kejujuran kita pada diri sendiri , pasangan maupun hati nurani. Untuk waktu sebelas menit: manusia menikah, bersabar menghadapi istri/suami dan anak-anak, melirik wanita/pria idaman lain, membeli pakaian bagus, kosmetik, diet ketat, tempat kebugaran, pornografi, kekuasaan. Inilah yang dikejar demi sebelas menit. Tetapi apakah manusia mengakuinya? Tentu saja tidak, kita lebih senang membicarakan tentang sport, uang, pekerjaan dll (hal116)

Maria sendiri sebagai tokoh sentral sempat mempertanyakan dirinya apa yang membuatnya memilih pekerjaan tersebut, ia juga sempat menanyakan pertanyaan itu pada tema-teman seprofesinya:

"Ternyata tidak ada alasan yang benar-benar kuat, Maria tidak lagi mencoba menjelaskan dunia yang dijalaninya" (hal.105) Ternyata manusia sering berbuat begitu, melakukan tanpa berpikir, just go with the flow.

"Manusia bisa bisa hidup seminhggu tanpa air, dua minggu tanpa makanan, betahun-tahun tanpa rumah, tapi manusia tak bisa menahan kesepian. Kesepian adalah siksaan paling berat, penderitaan paling hebat" (hal 118).

Maria bermetamorfosis dari gadis lugu yang sedehana menjadi wanita pintar yang bisa berperan menjadi seorang sahabat, ibu yang penuh pengertian dan sekaligus sundal pelepas nafsu bagi kliennya. Ia sering ke perpustakaan, berteman dengan si penjaga perpustakaan bernama Heidi, ia meminjam buku-buku tentang sex sampai manajeman pertanian. Semakin lama tulisan-tulisan yang ia tulis dalam buku hariannya terdengar semakin cerdas, Namun ada sedikit yang menggangguku mengenai pendidikan Maria pada halaman 31 diceritakan bahwa setamat SMA bekerja di toko kain, namun pada halaman 177 dinyatakan bahwa Maria bahkan tidak lulus sekolah menengah pertama. Aku tidak tahu apakah ini kesalahan Paulo atau penerjemah.

flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Eleven Minutes - Sebelas Menit.
Sign In »

No comments have been added yet.