Ivon's Reviews > Adolf : 1945 and All That Remains

Adolf  by Osamu Tezuka
Rate this book
Clear rating

by
3505628
's review
Feb 13, 11

bookshelves: 3rd-pov, action, it-s-inspiring, it-s-fidgeting, fiction, gore, graphic-novel, historical, suspense
Read in February, 2011

** spoiler alert ** Hanya kebetulan aku sampai menemukan dan membaca buku ini. Tepatnya bukan buku, melainkan e-book. Dan yang kubaca adalah versi scanlation

Sebenarnya...aku tidak ingin memberikan lima bintang untuk manga ini. Semakin kubaca, semakin banyak kutemukan praktek deus ex machina. Beberapa reaksi psikologis tokoh-tokohnya terkadang tak masuk akal. Juga, dokumen kelahiran Hitler yang semula adalah sentral misteri manga ini, seolah terlupakan keberadaannya mulai dari buku tiga hingga ke lembar terakhir buku lima.

Tapi sang pengarang punya alasan kuat untuk mendukung 'kelemahan' tersebut. Judul manga ini adalah "Adolf", menjadikan inti cerita ini, sebagaimana judul menunjukkannya, adalah kisah tentang para "Adolf". Tiga orang, yang lahir sebagai manusia biasa, dan besar oleh keyakinan, idealisme, dan pandangan hidup yang berbeda:

Adolf Kauffman, putra seorang konsulat Jerman di Jepang berdarah campuran: berayahkan seorang Jerman, beribukan seorang Jepang. Ia tumbuh bersama Kamil, putra dari pasangan orang Yahudi di dekat rumahnya. Persahabatan dengan Kamil membuatnya membenci Nazi, dan ia menolak mati-matian (bahkan nekat kabur dari rumah) agar tak perlu pergi ke Jerman, ke program pendidikan Hitler Youth, sekolah pembinaan bagi tentara Nazi muda. Sekolah itu mengajari puluhan anak muda untuk membenci orang Yahudi, bahwa mereka adalah kaum pembohong dan penipu, para parasit sampar yang harus binasa dari muka bumi demi keberlangsungan umat manusia. Mein Kampf, buku karangan Hitler, menjadi kitab suci para didikan. Mereka tumbuh dalam kebencian absolut pada orang Yahudi, serta menganggap diri mereka yang adalah keturunan langsung dari Bangsa Arya adalah manusia sejati. Mereka menganggap orang-orang dari bangsa lain sebagai separo-manusia (sub-human, atau untermensch dalam Bahasa Jerman). Kauffman, sayangnya, tak terkecuali. Ia tumbuh dengan kebencian mendalam pada Bangsa Yahudi. Setelah sekali didorong untuk menembak mati tawanan Yahudi yang dia kenal sejak kecil, ia tenggelam dalam obsesi untuk 'memurnikan' rasnya, dan bersumpah setia pada Hitler untuk 'membasmi' seluruh Bangsa Yahudi di muka bumi, dan menjadikan Jerman sebagai negara tak terkalahkan, yang dihuni oleh manusia-manusia sejati dari ras suci mereka.

Adolf Kamil, keturunan Yahudi, sahabat semasa kecil Kauffman, bersama-sama berbagi suka-duka sebagai orang asing (Jerman) di negeri asing (Jepang). Walau dirinya adalah keturunan Yahudi, dan Kamil adalah anak seorang petinggi Nazi, mereka bersahabat bagai saudara, hingga akhirnya Kauffman harus bersekolah di Jerman, dan memisahkan mereka hingga bertahun-tahun kemudian. Ia tumbuh dewasa bersama ibunya, menunggu ayahnya yang mengemban tugas untuk pergi ke Berlin dan membawa pergi lima ratus murid sekolah kabur ke Amerika. Namun satu pencopetan membuat sang ayah kehilangan dompet dan paspornya. Ia tertangkap tentara Jerman, menjadikannya tawanan sipil, dan akhirnya bertemu Kauffman di program pelatihan spesial Hitler Youth. Sang ayah tak pernah kembali ke Jepang. Kamil tak pernah tahu ayahnya mati di tangan sahabat masa kecilnya sendiri. Namun, ia tak pernah meragukan Kauffman. Ia membantu Elisa, seorang gadis keturunan Yahudi yang Kauffman cintai, untuk sembunyi dan tinggal di Jepang. Akhirnya ketika kedua sahabat bertemu, pada masa-masa akhir Perang Dunia Kedua, mereka pecah oleh ideologi dan tragedi yang terkuak dari masa lalu. Pertemuan terakhir mereka berakhir dengan darah dan kematian, mengakhiri siklus kebencian dan balas dendam mereka, dan memberi tanda mulainya perang baru di tanah baru Bangsa Yahudi, Republik Israel, dengan Bangsa Arab tidak menyambut hangat kedatangan mereka. Perang terus berkecamuk, bahkan tak selesai sampai tragedi Gaza-Palestina dua tahun silam.

Adolf Hitler, sang Fuhrer pemerintahan Riech ketiga. Pemimpin tertinggi militer dan politik Jerman, salah satu diktator paling terkenal sepanjang masa, pencetus ideologi kemurnian ras, dan disebut-sebut sebagai otak pembantaian tiga juta orang Yahudi di Eropa, di mana mencapai puncak saat ibukota Polandia, Warsawa, jatuh ke tangan Jerman. Hilter di manga ini tampak sebagai sosok yang labil oleh alm. Tezuka. Hitler seringkali meledak marah dan mengalami perubahan mood mendadak. Dua kali ia bertemu dengan Kauffman muda. Sekali ketika ia mendapat medali untuk prestasi terbaik dari pendidikan Hitler Youth, dan kedua kali ketika Kauffman muda berhasil menangkap seorang mata-mata dalam sebuah kereta api. Kauffman melihat mein fuhrer-nya, Hitler, sebagai sosok pria kesepian. Ia bertanya-tanya tentang sikap Hitler yang suka bergumam sendiri, ledakan amarahnya yang amat mendadak bila pembicaraan mulai menyinggung Bangsa Yahudi, dan kepercayaannya yang amat tipis kepada bawahannya sendiri. Kepercayaan Kauffman mulai menipis setelah percobaan pembunuhan Hilter di Wolf's Lair. Sumbernya adalah bom waktu dalam tas, yang Kolonel Stauffenberg letakkan dekat kaki Hitler. Hitler selamat, karena ia tengah berjalan menjauh dari meja tersebut ketika bom meledak (walau dalam film Valkyrie, dikatakan permukaan meja yang tebal melindungi Hilter dari ledakan bom). Hitler menunjukkan sikap paranoid dan kelabilan yang semakin menjadi-jadi. Semula ia memanggil Kauffman, menuduh Kauffman sebagai otak pelaku karena keterlambatannya, lalu menyatakan kepercayaan penuhnya untuk meminta Kauffman mencari dan mengeksekusi seluruh pelaku teror sampai ke akar-akarnya. Kauffman baru beberapa langkah keluar dari bangunan, ketika pasukan Hitler mengepungnya dan menangkapnya dengan tuduhan sebagai salah satu konspirator peristiwa percobaan pembunuhan tersebut. Pada tahun 1945, Jerman mengalami kekalahan bertahap. Pasukan sekutu bergerak, meratakan Jerman dan sekutunya, Jepang hangus bersama tanah. Uni Soviet (Rusia) mengerahkan Tentara Merah, membunuhi tiap penduduk kota yang mereka temukan. Amerika membumihanguskan Berlin dan Jepang dengan pesawat-pesawat pembom. Puncaknya adalah dua kali eksekusi bom atom di Jepang, denyut terakhir Perang Dunia Kedua. Namun saat perang berakhir, Hitler telah lama mati. Salah satu bawahannya mengetahui rahasia garis keturunan Hitler, bahwa pemimpin mereka sendiri, yang mengajari rakyatnya untuk membenci Bangsa Yahudi, ternyata memiliki darah seorang Yahudi yang mengaliri tubuhnya. Ia mati dengan label sebagai seorang Yahudi penyelinap. Sebelum mati, Hitler takut penduduk Rusia akan mengawetkan tubuhnya dan memajangnya di salah satu museum lilin di Rusia. Ia meminta para bawahannya untuk membakar mayat dirinya dan Eva (kekasih Hitler) sampai tak bersisa apa-apa. Begitu tiba, Pasukan Soviet tak dapat menemukan sisa-sisa jasad Hitler, namun pengakuan para bawahan Hitler membuat mereka yakin Hitler telah mati, dan segera mengumumkan kematiannya ke seluruh dunia. Dokumen sertifikat kelahiran Hitler tak pernah terbit, dan sejarah berjalan sebagaimana kebanyakan dari kita mengetahuinya sekarang.


Jangan kaget.
Penjelasan panjang barusan, baru mencakup 20% dari keseluruhan isi manga ini. Aku tak sanggup menulis keseluruhannya...karena jumlah plot, sub-plot, intrik, dan hubungan tiap karakter yang bejibun membuatku kewalahan untuk mengutarakannya satu demi satu. Sebenarnya, garis besar kisah "Adolf" ini adalah perjuangan hidup seorang Jepang bernama Sohei Toge, yang dikejar-kejar Gestapo, mata-mata Amerika, Uni Soviet, dan Prancis setelah mengetahui sebuah rahasia besar dari adiknya yang mati di tangan organisasi Gestapo. Sohei Toge bertahan hidup...sampai akhirnya ketika ketiga Adolf telah meninggal, dan memutuskan untuk menulis memoir tentang kehidupan ketiga orang yang bernama sama, menjalani hidup berbeda, namun berbagi simpangan takdir dalam sebuah tragedi bersejarah pada pertengahan abad ke dua puluh silam.
2 likes · likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Adolf .
sign in »

Comments (showing 1-8 of 8) (8 new)

dateDown_arrow    newest »

message 1: by Lina (new)

Lina demen kisah tetang sejarah atau perang dunia 2 yah?


Ivon dulu sih...enggak ^^ tapi sekarang jadi tertarik karena udah baca berbagai komik bertemakan sejarah (tapi yang terutama adalah karena tidak adanya lagi keharusan [penghalusan dari kata 'paksaan'] untuk menghapalkan tanggal berapa pahlawan siapa di perang apa, yay~ XD)

sekarang gw tertariknya ke Perang Dunia II sih, walau ntar mungkin bakalan menjalar ke sejarah2 dunia lainnya XD

edit: sekalian mau minta maaf, sub-human bukan manusia-rendah, tapi kurasa terjemahan yang lebih tepatnya lagi adalah separuh-manusia >.<


message 3: by Feby (new)

Feby jadi ingin komen sotoy.
aku juga awalnya merasa reaksi psikologis Kauffman memang agak aneh. (kalau itu yang kau maksud)
Walaupun dia udah tahu hitler punya darah yahudi, tapi dia tetap setia pada sang Fuhrer. Aneh memang.. tapi kemudian aku berpikir, mungkin saja itu reaksi yang wajar.
Bisa kita anggap kepercayaan Kauffman bahwa sang Fuhrer adalah pedoman, walaupun punya darah yahudi. Jadi yang dilihatnya, hanya sisi Arya nya Hitler, bukan sisi Yahudinya.
Kuanggap kepercayaannya dia ini seperti kepercayaan kita pada agama, dimana Hitler adalah "tuhannya" dan udah jadi pedoman hidup bagi dia. Sebagai tempat bergantung juga. Mau digimanain, dibolak-balik, puter2 ya jika sudah percaya, nggak bakalan mempan. ^^


Ivon ooh, soal reaksi psikologis? :) tenang, ane setuju dengan pendapat anda soal Kauffman ^^

walau ak masih penasaran, apakah pendidikannya sedemikian keras sehingga bisa mencuci-otak para anak didiknya? dia masih menganggap Kamil sebagai 'orang baik', dan malah menyalahkan kebangsaannya yang Yahudi. jadi dia membenci bangsa Yahudi, tapi tidak orangnya secara individual...

mengejutkan juga yah @.@ efek cuci otak itu ternyata sedemikian hebat...sampai2 klo di dunia nyata gini ada yang rela 'berkorban' untuk jadi bom bunuh diri...

ah btw, reaksi yg gw bilang agak aneh itu:
- pas si secret police itu jatuh dari tumpukan sampah sambil memegang dokumen rahasianya, kenapa Sohei enggak langsung melompat dan merebutnya kembali? padahal kan belum tentu terbakar habis...
> tapi dipikir2, Sohei lagi dalam keadaan lemah fisik + mental, mungkin dia jadi gampang panik karena itu :p
- ....dah lupa gw, XD, wkwkwk~


message 5: by Feby (new)

Feby Oooo.. Tuh kan ak yg sotoy. Wkwkw.. XD
Iya. Bom bunuh diri aja yg dicuci otak org2 muda yg bkn anak2 lagi. Apalagi ini yg masih anak2. Istilahnya otak mereka masih kosong jadi masih bs diisi dg doktrin2 yg salah. Parahnya lagi, orang2 seperti ini biasanya ngga pernah pakai otak mereka untuk intropeksi diri dg memperluas sudut pandang. Yg dipikirin cm keselamatan diri mereka sendiri. bom bunuh diri/bunuh yahudi -> mulia/bangsa arya murni ~> masuk surga/punya kebanggaan diri.
Mereka ngga mikir kebaikannya untuk orang lain alias egois.

Lho lho? Kenapa aku malah jd curcol dan ngomel2 disini yah? Wkwk (back to topic! XD

Hmm.. Ak jg sempat terpikir jg sih bagian itu. Cuma memamng aku ababaikan krn yah.. Ini kan manga. Sering ngga semasuk akal novel. :))


Ivon well, karena mereka udah didoktrin kalau bangsa lain selain Arya adalah "bukan manusia", jadi kurasa karena itulah, mereka akan merasa sah-sah aja untuk membunuh orang-orang itu...

kekny topiknya mulai masuk ke "sisi gelap umat manusia" nih ^^; well, ayo kembali ke topik asal ^^

yeap, setuju :) dan karena manga, jadi ada keluputan logika di manapun, akan termaafkan karena gambar-gambar yang apik telah memanjakan mata pembaca, XD itulah satu keunggulan manga/komik dari novel... (cukup setara kan ya, soalny bikinnya juga pasti lebih lama daripada novel :))


message 7: by Feby (new)

Feby hahaha!
kok tau2 aku jadi ngerasa penulis novel itu mungkin mangaka wanna be tapi nggak punya bakat gambar XDD


Ivon ciakakakak~
hmmm, gimana yahhh, asal ada kemungkinan, tampaknya semua itu mungkin...
*melirik adik*
*dipelototin balik*
ahahahhahai~


back to top