destinugrainy's Reviews > The Girl Who Played with Fire

The Girl Who Played with Fire by Stieg Larsson
Rate this book
Clear rating

by
4883578
's review
Aug 14, 12

bookshelves: fiction, translated, novel, series, mystery-thriller-suspense, owned-book
Read from August 11 to 15, 2012

Dari judulnya saja, saya sudah bisa menebak kalau buku ini akan bercerita tentang Lisbeth Salander. Berbeda dengan buku pertama yang fokusnya lebih kepada Mikael Blomkvist, kali ini porsi Lisbeth jauh lebih banyak. Pada buku kedua ini, kita seakan membaca biografinya Lisbeth. Siapa dia, asal-usul keluarganya, dan mengapa dia memilih jalan hidupnya yang nyentrik itu. Menarik sekali buat saya yang sudah menyukai Lisbeth sejak di buku pertama.

Cerita Lisbeth dibuka dengan kisah seorang gadis berusia 13 tahun yang dikurung di tempat gelap, dan diikat di sebuah ranjang. Seorang pria datang mengawasinya, tapi gadis ini malah menendang pria itu yang mengakibatkan kakinya yang tadinya tak terikat akhirnya diikat juga di ranjang tempatnya dibaringkan. Satu-satunya hal yang membuatnya melupakan hal yang dialaminya saat itu adalah pikiran dimana dia melemparkan bom molotov api ke sebuah mobil, dan penumpang di dalamnya ikut terbakar. Jauh di halaman berikutnya kemudian terungkap bahwa gadis yang terikat itu adalah Lisbeth.

Mikael sudah setahun lebih tidak berjumpa dengan Lisbeth. Sejak kejadian Wennerström yang melibatkan dirinya dan Lisbeth berakhir, Lisbeth memutuskan semua hubungan dengan dirinya. Lisbeth sendiri menggunakan waktunya untuk keliling dunia. Berbekal dana selundupan dari rekening Wennerström, Lisbeth menikmati perjalanannya. Sepulangnya dari liburan, Lisbeth mulai menata hidupnya. Dia membeli apartemen mahal dan mengisinya dengan perabotan yang mahal pula. Dia pun mencari tahu apa yang sementara dikerjakan oleh Mikael. Tentu saja dengan kemampuan hacker-nya yang canggih sehingga dia tidak perlu bertemu dengan Mikael yang sudah membuatnya patah hati. Lisbeth menemukan kasus yang ditangani oleh majalah Millenium membuatnya tertarik. Apalagi ketika dia menemukan nama seseorang di sana. ZALA.

Putus asa karena ditinggal Lisbeth, Mikael kembali fokus pada majalah Millenium yang dikelolanya. Kali ini majalah Millenium akan menerbitkan edisi khusus mengenai sex trade ilegal yang terjadi di Swedia. Ada dua orang jurnalis yang meneliti mengenai hal tersebut dan menginginkan Millenium menerbitkan tulisan mereka. Dua jurnalis ini adalah Mia Johansson dan Dag Svensson, kebetulan adalah sepasang kekasih. Ketika tulisan itu siap untuk diterbitkan, tiba-tiba kedua jurnalis tadi dibunuh. Bersamaan dengan itu seorang pengacara (wali Lisbeth Salander) juga mati tertembak. Tuduhan pembunuhan kemudian diarahkan kepada Lisbeth Salander karena ditemukannya sidik jari gadis itu di senjata yang digunakan untuk membunuh ketiga orang tadi. Kepolisian Swedia mulai melakukan pencarian dan investigasi atas diri Lisbeth Salander. Kru Millenium juga melakukannya demi dua jurnalis yang bekerja pada mereka. Tetapi Mikael melakukan penyelidikan ini sekaligus mencari dimana Lisbeth Salander karena dia yakin Lisbeth tidak bersalah.

Kekaguman saya pada Lisbeth semakin bertambah. Di saat orang-orang sibuk mengumpulkan barang bukti dan data-data tentang dirinya, Lisbeth sendiri sudah beberapa langkah di depan mereka. Lisbeth sendiri mengejar orang yang bernama Zala yang dia yakini ada peranannya di balik semuanya. Lisbeth juga meyakini bahwa Zala tidak bekerja sendiri. Ada kekuatan besar yang ikut mendukungnya. Kekuatan yang melibatkan aparat kepolisian Swedia.

Saat membaca buku ini bagian yang paling saya sukai adalah bagian dimana Lisbeth dan Mikael berkomunikasi lewat file-file di laptop milik Mikael. Ketika Mikael menanyakan apakah Lisbeth bersalah atas ketiga pembunuhan tersebut, Lisbeth hanya mengatakan bahwa dia tidak sepenuhnya tidak bersalah.

” Tidak ada orang yang tidak bersalah. Yang ada hanyalah perbedaan derajat tanggung jawab”


Berbeda dengan buku pertama yang diwarnai istilah-istilah ekonomi, di buku kedua ini Lisbeth membawa kita memahami persamaan-persamaan matematika. Walaupun Lisbeth tidak menyelesaikan pendidikan formalnya, kemampuan analisis matematika-nya sangat mengagumkan. Padukan itu dengan kemampuan pikiran fotografis-nya, Lisbeth benar-benar menyita perhatian saya. Sedikit bocoran dari saya, jangan mengharapkan penyelesaian di akhir buku ini. Justru di bagian akhir itu ada banyak hal yang terungkap dan menimbulkan pertanyaan-pertanyaan baru. Rasanya tidak sabar untuk segera melanjutkan ke buku #3.

Empat bintang untuk si gadis yang bermain api.
1 like · Likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read The Girl Who Played with Fire.
Sign In »

Quotes destinugrainy Liked

Stieg Larsson
“There are no innocents. There are, however, different degrees of responsibility.”
Stieg Larsson, The Girl Who Played with Fire


No comments have been added yet.