Unisa Reni's Reviews > Laskar Pelangi

Laskar Pelangi by Andrea Hirata
Rate this book
Clear rating

by
875915
's review
Feb 04, 08

bookshelves: fiction-literature
Read in February, 2008

Saya harus menunggu membaca separuh buku ini untuk benar-benar bisa menikmatinya dan mengacungkan 2 jempol untuk isinya. Terus terang sempat dilanda kebosanan di chapter-chapter pertama karena deskripsi yang terlalu detil terhadap setiap tokoh, tanpa jelas apa yang menjadi konflik cerita. Saya baru paham kemudian bahwa buku ini memang sempat ditulis untuk keperluan pribadi penulisnya saja

Setelah melewati separuh cerita baru saya benar-benar bisa menikmati buku ini. Saya terhanyut dalam ketegaran dan semangat membara anak-anak di sekolah Muhamadiyah pulang Belitong (yang malamnya menjadi kandang ternak) dalam menuntut ilmu. Semangat yang mestinya berlipat2 dimiliki oleh kita yang punya fasilitas jauh lebih baik dari itu. Saya juga terpesona oleh sosok guru-guru di sekolah miskin tersebut yang begitu menginspirasi anak-anak didiknya. Sebuah cerita yang luar biasa dan berbeda.

Untuk anda-anda yang haus bacaan bermutu dengan topik yang berbeda, serta agak bosan dengan boomingnya teenlit, bahkan fiksi-fiksi islami yang akhir2 ini terkesan 'maksa', wajib membaca karya2 Andrea Hirata, esp "Sang Pemimpi"

Dikemudian hari setelah menamatkan "Sang Pemimpi" dan "Edensor" sebagai lanjutan tetralogi Laskar Pelangi, saya benar-benar terpukau oleh kelihaian Andrea Hirata dalam bermain kata-kata dan menganalogikan banyak hal dengan begitu cerdas dan tidak biasa.
likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Laskar Pelangi.
sign in »

Comments (showing 1-1)




dateUp_arrow    newest »

message 1: by markaban (new)

markaban Mengantar dari Luar *(oleh Puthut EA)
Sedianya, tulisan ini akan menjadi semacam pengantar pada buku kecil yang telah kelar ditulis oleh sahabat saya, Nurhady Sirimorok, yang jika tidak ada aral akan diterbitkan oleh Penerbit Insist Press di bulan ini dengan judul Laskar Pemimpi. Tetapi atas beberapa alasan, saya membatalkan pemuatan tulisan ini di buku tersebut.
Alasan saya sederhana belaka. Pertama, saya merasa bahwa tanpa tulisan ini, buku hasil karya Ady, begitu biasa saya panggil si penulis, lebih bisa hadir secara mandiri. Tulisan yang baik, menurut hemat saya, tidak perlu dikukuhkan oleh tulisan yang lain. Bahkan pada banyak hal, tulisan pengantar malah bisa menghambat dan mereduksi substansi yang ingin ditatahkan oleh si penulis.
Alasan kedua, sebagai seorang kawan yang diminta menyunting buku tersebut, mau tidak mau saya perlu memberikan apresiasi. Sebagai penyunting, sebagaimana yang pernah saya tulis di lain naskah, merupakan keberuntungan sebab saya telah dipercaya menjadi bagian dari pembaca pertama. Namun saya berpendapat, mungkin ada baiknya jika semacam pengantar ini tersebar dengan cara tersendiri, sebelum buku tersebut terbit dan tidak harus menjadi bagian dari buku tersebut. Anggaplah tulisan ini semacam hidangan pembuka, yang tidak harus dikudap tepat di acara makan bersama.
Laskar Pemimpi menyorot isi novel Andrea Hirata yang berjudul Laskar Pelangi dan kemudian melihat pula novel-novel hasil karya Andrea yang lain sebagai sekuel dari Laskar Pelangi yakni Sang Pemimpi dan Edensor. Pemilihan judul yang dilakukan oleh Ady, boleh jadi berusaha menggabungkan dua hal: substansi kritik Ady atas ketiga novel tersebut, sekaligus menggabungkan dua kata kunci yang tersurat dari judul-judul trilogi Andrea.
Saya sendiri tidak membaca ketiga tulisan Andrea. Laskar Pelangi, pernah saya coba baca, tetapi baru sampai pada halaman-halaman awal, kemudian tidak saya lanjutkan. Ini hambatan yang wajar dari seorang penulis ketika membaca tulisan penulis lain. Secara teknis, kecerdasan anak-anak kecil di luar kewajaran yang ada pada Laskar Pelangi, telah mengganggu saya. Namun saya sadar betul, hambatan saya di dalam membaca novel tersebut tidak harus ada atau dialami oleh pembaca yang lain. Setiap pembaca punya kuasa.

Detail klik di: http://bukuinsistpress.blogspot.com/



back to top