Wirotomo Nofamilyname's Reviews > Tersebab Aku Melayu: Buku Sajak Penggal Kedua

Tersebab Aku Melayu by Taufik Ikram Jamil
Rate this book
Clear rating

by
697401
's review
Jan 25, 11

bookshelves: i-got-it-as-a-gift, indonesian, poetry-collection
Recommended to Wirotomo by: Goodreads Indonesia
Recommended for: pencinta puisi Amir Hamzah
Read from January 17 to 18, 2011, read count: 2

It was amazing. The Best....!
Mmmm. No, the second best, after Amir Hamzah. :-)

likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Tersebab Aku Melayu.
sign in »

Comments (showing 1-7 of 7) (7 new)

dateDown_arrow    newest »

message 1: by Roos (new)

Roos Maksudnya apa nih Mas? The Best terus The second best?...hehehehe. Bacanya cepet juga yah?


Wirotomo Nofamilyname Maksudnya aku bilang it's amazing, tapi ya masih lebih suka Amir Hamzah hehe


message 3: by Roos (new)

Roos Kalo menurutku buku puisi ini manis romantis, meski ada beberapa bahasa melayu yg memang tidak aku mengerti, tapi cukup bikin klepek2 deh. Kalo Mas Tomo Amir Hamzah yah pastilah...jadulers abis dah...hehehe.


message 4: by [deleted user] (new)

aku malah ga liat romantisnya Roos, karena merasa ada nada kemarahan mendalam thd situasi kemelayuan sekarang. sejarah diselidik. kata-kata diulik.


message 5: by Roos (new)

Roos Huhuhu Mas Ronny, aku malah tidak menangkap 'marahnya', yang kutangkap kok malah kesedihan yah. Seperti di puisi 'parut' atau 'temu' yang bikin aku klepek2 sedih. Nah kalo manis romantis aku menangkapnya di puisi 'marantau kasih' dan 'demi cinta ini'.

Dan yang paling aku suka kata2 di puisi 'dalam tanya' ini:
kau pulaukan aku dalam tanya
maka wajarlah kuapungkan seru
di laut-lagu berlepas
menjadi resah pada setiap teluk
disalak tanjung tidak berhitung
bersama angin menebar galau
didustai awan beragam rupa
dan pantai ketika surut
timpas yang mengancam takut
menitipkan sungut
pada lumpur dan mulut tembakul



message 6: by miaaa (new)

miaaa Menurutku di mayoritas puisinya emang bernada marah. Ya ke jawa umumnya, ya ke orang di pemerintahan yg terlalu sentralis, ya ke pujaan hati yg bertepuk sebelah tangan *sotoy* :D


message 7: by Wirotomo (last edited Jan 26, 2011 09:01AM) (new) - rated it 5 stars

Wirotomo Nofamilyname marahnya terlihat banget di puisi "Dara Petak".
tp kalau menurutku sih yg lebih terlihat marah-marah putus asa hehehe

Favoritku adalah bait terakhir "Menikah" (hal 49):

seperti diriku
aku sadar bahwa engkau tidak bahagia
tapi jodoh tak pernah mendustai perkawinan
kita hanya pada posisi yang hanya bisa menerima
kemudian belajar sedikit berharap
agar kecewa tidak banyak tertangkap


ngenes nggak sih hehehe
btw thanks berat buat Roos ya untuk pemberiannya ini. sip deh, buku puisi ini harus disimpan baik-baik. :-)


back to top