M. Ulin Nuha's Reviews > The Iron King

The Iron King by Julie Kagawa
My rating:
didn't like it it was ok liked it really liked it it was amazing
add to my books

by
2995923
's review
Jan 17, 11

4 of 5 stars
bookshelves: buy, fantasy, read-in-2011, i-own-a-copy
Read in January, 2011

** spoiler alert ** Awalnya beli ini karena banyak review yang bilang ini buku bagus, penasaran sama dunia faery, dan karena covernya bikin kesengsem.

Ceritanya: baca cover belakangnya aja ya, males review :p

Yang jelas ceritanya seru dan nggak ngebosenin. Kalau dibanding dengan Wicked Lovely #1 (yang juga membahas ttg dunia faery), buku ini lebih banyak menjelaskan tentang dunia faery itu sendiri. Makhluk-makhluk mitologinya juga dijelaskan dengan bagus. Aksi-aksinya seru, cerita cintanya nggak lebay, dan ada twist-twist yang keren. Tapi sayang, endingnya masih agak nggantung. Memang sih, cerita ini akan dibuat trilogi, tapi setidaknya kan buku pertama harus tuntas dulu misterinya? (Misteri yang dibuat untuk buku pertama maksudnya, bukan misteri "besar" untuk keseluruhan cerita.)

Terjemahannya juga keren, layout bagus, typo ada lah sedikit tapi masih dalam taraf tidak-mengganggu. Keren deh edisi Indonesianya :D

Setelah membaca buku ini, aku masih bertanya-tanya (walaupun sepertinya ini pertanyaan-pertanyaan nggak penting)
- Grimalkin itu siapa? dan motifnya dia masuk di cerita ini apa? Maaf, pengetahuanku tentang mitologi faery nol besar.
- Bagaimana nasib Puck selanjutnya?
- Kenapa sampai Raja Musim Panas (dan Ratu Musim Dingin) tidak mengetahui adanya Kerajaan Besi padahal kerajaan itu sudah banyak memengaruhi Nevernever? Seharusnya kan ada yang merasakan pengaruhnya. Dryad aja tahu.
- Sepertinya alasan The Iron King untuk menculik (??) Meghan terlalu 'maksa' dan kurang penjelasan lebih lanjut.
- Pedangnya Ash itu terbuat dari apa ya? Aku kayaknya melewatkan deskripsinya. Yang jelas bukan besi kan?
- Aku juga masih bingung tentang konsep faery-berhubungan-dengan-manusia dan kekuatan apa yang dimiliki anak faery-manusia. Sekedar perbandingan, di Percy Jackson, dewa-dewi Olympia memang "rajin" membuat anak dengan manusia dan menjadikan anak tersebut "half-blood" dan memiliki kekuatan "hero". Tapi di sepanjang cerita ini, sepertinya anak hasil hubungan faery-manusia hanya Meghan saja. Tidak ada yang lain. Kekuatan Meghan sendiri masih belum jelas (selain dia bisa tahan dengan besi dan bisa memakai 'glamour' tentunya). Dan belum ada penjelasan lebih lanjut di buku pertama ini.

Semoga di buku selanjutnya ada penjelasan yang bikin puas :D

Tiga setengah bintang untuk buku ini :D

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read The Iron King.
sign in »

Reading Progress

01/17/2011 page 462
100.0% "kok gitu endingnya?"
01/14/2011 page 201
44.0% "makhluk mitologinya mantep :D"
01/13/2011 page 39
8.0% "intronya lumayan.."
show 1 hidden update…

Comments (showing 1-2 of 2) (2 new)

dateDown_arrow    newest »

Giselle - Grimalkin itu siapa? dan motifnya dia masuk di cerita ini apa? Maaf, pengetahuanku tentang mitologi faery nol besar. --> Grimalkin kan kucing setan yg suka mengambil keuntungan dalam tiap kondisi. Dengan nempelin Meghan dia merasa bisa memperoleh keuntungan dengan membuat perjanjian mengikat yg menguntungkan buat dia, mengingat Meghan adalah anak raja faery.

- Bagaimana nasib Puck selanjutnya? --> nasib puck kynya msh digantung dan dilanjut ke buku kedua *belum bc jugak*

- Kenapa sampai Raja Musim Panas (dan Ratu Musim Dingin) tidak mengetahui adanya Kerajaan Besi padahal kerajaan itu sudah banyak memengaruhi Nevernever? Seharusnya kan ada yang merasakan pengaruhnya. Dryad aja tahu. ---> Eeer, si raja besi pinter ngumper ato ngga Raja musim panas dan dingin sibuk ngurusin kerajaan masing2.


- Sepertinya alasan The Iron King untuk menculik (??) Meghan terlalu 'maksa' dan kurang penjelasan lebih lanjut. ---> Alesan dia nyulik adik meghan adalah untuk memancing Meghan masuk ke Nevernever supaya bisa diajak bersekutu menghancurkan kerajaan musim panas dan dingin.

- Pedangnya Ash itu terbuat dari apa ya? Aku kayaknya melewatkan deskripsinya. Yang jelas bukan besi kan? --> Pedang Ash terbuat dari es.

- Aku juga masih bingung tentang konsep faery-berhubungan-dengan-manusia dan kekuatan apa yang dimiliki anak faery-manusia. Sekedar perbandingan, di Percy Jackson, dewa-dewi Olympia memang "rajin" membuat anak dengan manusia dan menjadikan anak tersebut "half-blood" dan memiliki kekuatan "hero". Tapi di sepanjang cerita ini, sepertinya anak hasil hubungan faery-manusia hanya Meghan saja. Tidak ada yang lain. Kekuatan Meghan sendiri masih belum jelas (selain dia bisa tahan dengan besi dan bisa memakai 'glamour' tentunya). Dan belum ada penjelasan lebih lanjut di buku pertama ini. ---> Kalau semua misteri langsung dibuka nanti namanya bukan trilogi dong....


Semoga di buku selanjutnya ada penjelasan yang bikin puas :D


Semoga jawaban saya yang kadang ngaco ga bikin kesel ...hehehehe


M. Ulin Nuha Hwee.. dijawab.. makasih makasih.. :)

Iya, si Grimalkin itu karakter yang bikin penasaran, misterius dan belum jelas latar belakangnya, tapi aku suka sih sama si dia. Datang tak diundang, pergi nggak bilang-bilang. #eaaa. Kalimat favorit tetep, "Aku ini kucing."

Kalo nasib Puck, dari hasil mengintip bagian awal ebuk buku 2-nya sih selamat, dan si Meghan mau mengunjungi dia sebelum ke Winter Court.

Untuk alasan Iron King menculik adiknya Meghan maksa itu kan dia nggak mau menculik langsung soalnya takut ketahuan penghuni Nevernever yang lain. Tapi toh, kalau Meghan nolak kan Raja Musim Panas tetep bakalan dikasih tahu. Etapi kalo gitu nggak jadi cerita yang seru dong. Si Meghan nggak ketemu sama Ash dong. hahaha..

Yang pertanyaan terakhir, aku nggak masalah sih dengan misterinya, cuma gemes aja, ini Meghan kok sepanjang cerita nggak menunjukkan tanda-tanda punya kemampuan khusus, mengingat dia itu anak raja faery. Gemes aja dia nekat melakukan ini itu tapi selalu menjadi Putri yang Ditukar Harus Diselamatkan terus.. Kasihan sama orang-orang makhluk-makhluk yang harus melindungi dia.

Tapi overall seru sih buku ini. Dan penasaran sama buku berikutnya..


back to top