melmarian's Reviews > The Miraculous Journey of Edward Tulane: Perjalanan Ajaib Edward Tulane

The Miraculous Journey of Edward Tulane by Kate DiCamillo
Rate this book
Clear rating

by
4114252
's review
Dec 21, 10

bookshelves: fantasy, children, koleksiku-ind
Read in December, 2010

“Aku pernah disayang,” kata Edward. “Jangan bicara soal kasih sayang padaku.”

Dahulu, ada kelinci porselen yang amat disayangi oleh seorang gadis cilik. Edward Tulane, demikian nama kelinci itu. Ia sangat bangga akan dirinya sendiri, karena ia hampir seluruhnya terbuat dari porselen, sedangkan telinga dan ekornya terbuat dari bulu kelinci asli, dan Abilene, gadis cilik pemiliknya, selalu mendandaninya dengan pakaian-pakaian indah yang dijahit khusus. Meski tak dapat bicara, Edward dapat mendengar dan melihat sekelilingnya, dan ia sangat benci bila disebut boneka.

Walaupun Abilene sangat menyayanginya, hati Edward tetap dingin. Sampai suatu hari, Edward hilang! Ia jatuh ke laut. Disinilah Edward memulai perjalanan ajaibnya dan mengalami banyak hal. Ia diselamatkan oleh seorang nelayan, dibuang di tempat pembuangan sampah, dipungut oleh gelandangan, dibuang dari kereta, digantung di tempat orang-orangan sawah, diambil oleh anak lelaki untuk adik perempuannya yang sakit, melihat anak itu meninggal, menari di kota, kepalanya dipecahkan orang, disatukan kembali oleh tukang reparasi, dan berakhir di rak toko sang tukang reparasi boneka. Dalam perjalanannya, ia menjadi kelinci betina dan jantan, dan dipanggil dengan nama yang berbeda-beda.

Edward yang tadinya tak mampu membalas kasih sayang, akhirnya sedikit demi sedikit terbuka hatinya setelah menerima kasih sayang dari nelayan dan istrinya, dari gelandangan yang memungutnya, dan akhirnya ketika ia menjadi boneka kesayangan Sarah Ruth, anak perempuan yang sedang sakit keras. Ada sesuatu pada diri Sarah Ruth yang membuat Edward ingin melindunginya dan berbuat lebih untuknya. Namun kehangatan itu tak berlangsung lama.

Ketika ia akhirnya duduk menunggu di rak toko boneka selama beberapa waktu, Edward menyerah dan tak mau disayangi lagi. Sebuah boneka anak perempuan yang sudah sangat tua dan kepalanya penuh retakan berkata padanya, “Buka hatimu. Akan ada yang datang, akan ada yang datang menjemputmu. Tapi kau harus membuka hatimu dulu.”

Edward pun membuka hatinya lagi, menyimpan harapan bahwa akan ada yang datang menjemputnya. Dan akhirnya, di hari hujan di musim semi itu, Edward menemukan jalan pulang.

Dongeng yang luar biasa indah dan menyentuh, yang membuat saya agak menyesal mengapa saya tak pernah melirik karya-karya Kate DiCamillo sebelumnya.
Seperti kata pepatah, “Orang tidak tahu apa yang dimilikinya sampai ia kehilangan sesuatu itu” demikian juga moral yang dapat diambil dari kisah Edward Tulane.
Balaslah kasih sayang dari orang-orang yang mengasihimu, selagi mereka semua masih ada dalam hidupmu.

Buku ini juga dilengkapi dengan ilustrasi-ilustrasi—atau menurut saya lebih tepat disebut lukisan-lukisan—yang begitu mendetail dan hidup, oleh tangan seorang bernama Bagram Ibatoulline. Kisah menyentuh dan lukisan-lukisan indah yang mewarnai setiap babnya, membuat buku ini to die for!
1 like · likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read The Miraculous Journey of Edward Tulane.
sign in »

Quotes melmarian Liked

Kate DiCamillo
“Open your heart. Someone will come. Someone will come for you. But first you must open your heart.”
Kate DiCamillo, The Miraculous Journey of Edward Tulane

Kate DiCamillo
“Edward knew what it was like to say over and over again the names of those you had left behind. He knew what it was like to miss someone. And so he listened. And in his listening, his heart opened wide and then wider still. (page 103)”
Kate DiCamillo, The Miraculous Journey of Edward Tulane


No comments have been added yet.