e.c.h.a's Reviews > Tartuffe

Tartuffe by Molière
Rate this book
Clear rating

by
1960904
's review
Nov 02, 2010

liked it
bookshelves: fiksi, milik-sendiri, sastra
Recommended to e.c.h.a by: miaaa
Read from November 03 to 05, 2010 — I own a copy

Lampu perlahan meredup. Suasana mulai hening. Tirai pun di buka. Musik klasik mengalun perlahan. Di panggung berdiri Ny. Pernelle, Marianne, Damian, Elmire, Dorine. Adegan pun terus berlanjut hingga ke Babak 5. Musik pun bergerak dramatis. Pause. Tepuk tangan gemuruh. Layar pun tertutup. Lampu kembali bergerak terang. Dan tepuk tangan semakin bergemuruh saat para pelakon keluar kembali.

***
Itu lah yang saya rasakan saat membaca naskah drama ini, saya layaknya sedang duduk di kursi di dalam gedung teater menikmati Drama Komedi karya Moliere.

Naskah ini memang ditulis di abad 17, tetapi masih bisa dinikmati hingga sekarang. Permasalah yang menjadi akar dari cerita komedi ini masih sangat sering terjadi di kehidupan saat ini. Dialog-dialog yang tajam tetapi penuh komedi. Tak hentinya saya tertawa saat mebayangkan adegan tersebut dilakoni di panggung teater.

Dari semua tokoh saya paling suka dengan Dorine, memang Dorine hanya seorang pembantu. tetapi Dorine mempunyai pemikiran kritis.

Adegan favorit saya saat Orgon, Dorine dan Marianne berada dalam satu adegan. Mempermasalahkan perjodohan Mariane dengan Tartuffe. Love that scene so much!

Hidup Dorine!!!
flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Tartuffe.
Sign In »

Reading Progress

11/03/2010 page 1
1.0% "Babak 1."
11/03/2010 page 1
1.0% "Babak 1."
11/04/2010 page 191
100.0% "Tirai panggung pun ditutup"

Comments (showing 1-4 of 4) (4 new)

dateDown arrow    newest »

miaaa gw sukaaaaaaaaaaaa buku ini *lovestruck lovestruck*


e.c.h.a sudah tauuuuuu....kemarin pas gue megang buku ini pan di suruh baca hahahahaha


miaaa hidup dorine!! *mengacungkan kepalan tangan*


e.c.h.a Dorine!!!!!!

Mantab lha pokoknya Dorine....


back to top