Annisa Anggiana's Reviews > The Picture of Dorian Gray

The Picture of Dorian Gray by Oscar Wilde
Rate this book
Clear rating

by
383883
's review
Nov 01, 10

bookshelves: classics
Read in January, 2010

** spoiler alert **
Udah lama sebenernya pengen me review buku ini. Baru kesampean sekarang setelah dibaca kedua kalinya. The Picture of Dorian Gray dari Oscar Wilde. Overall buku ini termasuk salah satu novel klasik favorit saya. Plus kisah hidup si pengarang yang ngga kalah sensasional dari bukunya.

Buku ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1891. Zaman dimana seseorang bisa dipenjarakan karena dia adalah seorang homoseksual. Itulah yang terjadi pada Oscar Wilde. Ketika awal penerbitannya buku ini dicap immoral oleh public. Tapi buku ini bertahan, dan sampai saat ini masih relevan dan dibaca banyak orang.

Menurut pendapat saya pribadi, buku ini menggali pemikiran kita sampe ke terowongan-terowongan yang tergelap. A little bit frightening, namun banyak banget kalimat quotable yang bisa bikin mikir.

Ada tiga tokoh sentral. Dorian Gray, yang pada awal cerita digambarkan sebagai pemuda yang teramat cakep, polos dan innocent yang baru saja memulai debutnya di masyarakat. Basil Hallaward, seorang pelukis yang amat memuja Dorian Gray, menganggap Dorian Gray sebagai sumber inspirasi lukisannya. Lord Henry, seorang bangsawan muda yang senang mencari kesenangan hidup dan berkesperimen dengan kepribadian manusia.

Dorian Gray pada awalnya menjadi model untuk Basil Hallaward, hingga pada suatu sore dia bertemu Lord Henry dan dicekoki pemikiran bahwa betapa masa muda dan kemudaan adalah segalanya dan harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk mencari kesenangan. Dorian mulai terpengaruh, dan ketika lukisan potret Basil Hallaward selesai sempat berucap “Aku cemburu pada lukisan ini, sementara aku akan bertambah tua dan keriput, lukisan ini akan tetap muda. Aku berharap aku akan tetap muda, dan lukisan inilah yang bertambah tua!”

Ntah gabungan dari ucapan Dorian, dan pengakuan Basil bahwa dia terlalu banyak mencurahkan jiwanya pada lukisan itu, keinginan Dorian tercapai. Suatu ketika Dorian Gray mengecewakan seorang wanita, dan wanita itu bunuh diri. Ketika dia menatap lukisan dirinya, ada sedikit raut kejam yang tergambar di lukisan itu. Lukisan itu berubah. Setiap perbuatan buruk yang dilakukan Dorian akan tergambar dalam lukisan tersebut, sedangkan Dorian akan tetap awet muda, tampan dan terlihat innocent.

Tahun demi tahun berlalu. Dorian bersahabat baik dengan Lord Henry, dan telah melakukan berbagai macam perbuatan buruk untuk mecari kesenangan hidup. Reputasinya menjadi buruk di mata masyarakat, namun tidak ada seorangpun yang akan percaya jika melihat Dorian secara langsung, karena dirinya tetap terlihat polos, dan seperti tidak mungkin melakukan dosa apa pun.

Sampai suatu saat Basil mendatangi Dorian untuk mengklarifikasi, apakah betul rumor yang sudah dia dengar. Malam itu Dorian kesal dan akhirnya menyalahkan Basil, karena lukisan itulah Dorian menjadi seperti sekarang. Alangkah kagetnya Basil ketika melihat bahwa sosok dalam lukisannya telah menjadi sosok jelek yang terlihat amat jahat dan culas. Dorian gelap mata dan akhirnya membunuh Basil.

Semejak kejadian itu Dorian menjadi tidak tenang, ditambah kenyataan bahwa seseorang tengah memburunya untuk membalas dendam. Akhirnya setelah melalukan sekian banyak dosa Dorian Gray ingin mulai hidup secara baik-baik. Sampai pada suatu malam dia menatap lukisan jeleknya, dan berpikir dia harus menghancurkannya. Lalu dia mengambil pisau dan menikam lukisan itu.

Malam itu para pelayan mendengar teriakan menakutkan. Ketika ditemukan sumber suara mereka menemukan seorang lelaki jelek buruk rupa yang mati tertikam di depan lukisan tampan tuan mereka.

“There’s no such thing as a moral or an immoral book. Books are well written, or badly written. That is all.”
- Oscar Wilde -

1 like · likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read The Picture of Dorian Gray.
sign in »

No comments have been added yet.