Kimi's Reviews > The Alchemyst

The Alchemyst by Michael Scott
Rate this book
Clear rating

by
3870434
's review
Oct 13, 10

bookshelves: e-book, in-english, fiction
Read from October 12 to 13, 2010, read count: 1

Nicholas Flamel. Nama yang pertama kali saya ketahui dari buku Harry Potter dan Batu Bertuah. Seseorang yang katanya adalah orang yang abadi, seorang alkemi, usianya ratusan tahun, bisa menciptakan emas dari batu biasa, dan sederet lain kemampuannya. Namanya adalah legenda. Yang, lagi-lagi, dijadikan tokoh dalam fiksi fantasi.

Nick Fleming adalah nama samaran dari Nicholas Flamel. Ia seorang pemilik toko buku dan memiliki asisten yang bernama Josh Newman. Saudara kembar Josh, Sophie Newman, bekerja di kedai teh yang letaknya di depan toko buku milik Nicholas Flamel.

Suatu hari, Flamel kedatangan "sahabat" lama, Dr. John Dee. Dr. Dee menginginkan sesuatu dari Flamel, yaitu sebuah buku tua yang menguak rahasia kehidupan abadi Nicholas Flamel. Book of Abraham the Mage. Buku yang sangat luar biasa kekuatannya, menyimpan berbagai misteri masa depan, singkat kata di tangan yang salah buku ini bisa menghancurkan dunia. Dan Dr. Dee berhasil mengambil paksa buku ini dari perlindungan Nicholas Flamel. Ia pun berhasil menculik Perenelle Flamel, istri Nicholas.

Untunglah, Josh berhasil merobek dua halaman terakhir dari Book of Abraham the Mage, dua halaman yang sangat krusial. Tanpa dua halaman itu, Dr. Dee tidak dapat menjalankan rencananya. Ketika mengetahui hal ini, Dr. Dee marah bukan kepalang. Ia pun kembali mengejar Nicholas Flamel untuk mendapatkan halaman terakhir, namun kali ini ia juga mengejar Josh dan Sophie untuk dihabisi.

Petualangan pun dimulai. Josh dan Sophie, ditemani Nicholas Flamel dan Scatty, harus berjuang sekuat tenaga lari dari kejaran Dr. Dee dan kroco-kroconya. Ada golem, ada skeleton, ada zombie, ada manusia kucing, ada manusia burung, ada banyak. :D

Opini tentang buku:

Menurut saya, tidak ada yang baru dari The Alchemyst. Sepasang anak kembar yang menurut ramalan Abraham dalam bukunya akan mampu melawan Dark Elders dan menyelamatkan dunia, ternyata anak kembar yang dimaksud yang tak lain dan tak bukan adalah Sophie dan Josh Newman. Sepasang anak kembar yang istimewa, punya aura yang begitu murni, dan kekuatan yang luar biasa. Sungguh-sungguh standar. Tipikal novel fiksi fantasi.

Plot pun berjalan biasa saja, kalau tidak mau dibilang hambar. Kejar-kejaran antara Nicholas Flamel and the gang *halah* dan Dr. Dee digambarkan biasa saja. Gak bikin deg-degan, padahal mereka hampir tertangkap di realm-nya Hecate. Atau saat Nicholas Flamel dkk kembali tersudut di Ojai, dan Josh hampir terpedaya oleh Dr. Dee, lagi-lagi tidak mampu untuk membuat saya deg-degan takut mereka tertangkap. *toh pada akhirnya mereka berhasil kabur lagi dari Dr. Dee*

Soal konflik, saya hampir tidak merasakan konflik disini. Eh... Mungkin ada sih konflik, tapi ya itu... Tidak terasa sama saya. Josh yang marah-marah sama Nicholas Flamel? Josh yang ternyata iri bahwasanya Sophie yang punya kekuatan super, sedangkan dia tidak? Atau, yang mana nih? Kurang gigit kalau menurut saya. :D

Tapi, buku ini punya nilai plusnya, yaitu sisipan sejarahnya. Nicholas dan Perenelle Flamel, Dr. John Dee, Joan D' Arc (bagaimana mengejanya ya?), dan beberapa nama lain tercatat dalam sejarah, mitos, atau legenda. Setidaknya begitu menurut sang penulis, Michael Scott. Porsinya memang tidak banyak, hanya sembari lewat. Tapi, lumayan lah bisa tahu sejarah yang berlokasi di Eropa sana.
likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read The Alchemyst.
sign in »

Comments (showing 1-1 of 1) (1 new)

dateDown_arrow    newest »

Kimi tiba2 jadi inget dengan American Godsnya Neil Gaiman. Dewa2 jaman dulu yang mulai terlupakan ingin bangkit kembali dan ingin kembali disembah manusia.

Rada2 mirip disini.

Dan, Eldersnya disini bisa pake handphone dll. Mirip lagi dengan di American Gods. Hehehe... :D

Yah, disesuaikan dengan konteks jaman sekarang kali ye? Para dewa harus gaul gitu loh...


back to top