Fajribudi Nugroho's Reviews > Female Brain

Female Brain by Louann Brizendine
Rate this book
Clear rating

by
454070
's review
Sep 16, 2010

liked it

Selama bertahun-tahun kalangan medis menyimpulkan problem kegairahan kaum perempuan ditentukan oleh aliran darah ke area klitoris, sama halnya seperti kaum lelaki dengan teori hidrolika dasar dalam gairah laki-laki, yang ditentukan banyaknya darah yang mengalir ke penis.

Asumsi ini tidak terbukti benar. Kenyataannya, perusahaan sekelas Pfizer menghentikan produksi Viagra merah muda untuk perempuan pada tahun 2004, karena ternyata upaya ini ternyata tidak pernah berhasil. Lantas, stimulus apa yang bisa mempengaruhi gairah seksual kaum Hawa?

Jawabannya otak! Louann Brizendine dalam buku Female Brain mengatakan otak perempuan bukanlah versi kecil dari otak laki-laki. Klitoris pun bukan penis kecil, sehingga perlakuannya mesti disamakan.

Buku ini bukanlah panduan seks bagi kaum perempuan. Seks hanyalah bagian dari penjelasan yang diberikan Brizendine, yang sangat detil memberikan gambaran mengenai perempuan.

Penjelasan Brizendine dalam buku ini akan membuat kita manggut-manggut, bahwa sebenarnya perempuan adalah ciptaan Tuhan yang unik, yang dalam banyak hal berbeda dengan laki-laki.

Brizendine membantah banyak teori, seperti yang dikemukakan pakar psikoanalisa Sigmund Freud ataupun Carl Gustav Jung, bahwa faktor penyebab perbedaan gender ada di dalam naluri (insting) yang berada di alam ketidaksadaran manusia. Freud menamakannya faktor ‘edipoesa’ untuk sifat-sifat maskulin, dan ‘electra’ untuk sifat feminim.

Lontaran para psikoanalis itu hingga kini memang masih mengundang kontroversi. Brizendine pun mengakui, saat menulis buku ini dirinya terjebak pada dua pikiran, antara kebenaran ilmiah, atau kepatutan politis yang sudah berkembang di masyarakat.

Pilihan untuk mengedepankan kebenaran ilmiah dengan menulis buku ini sangat tepat. Uraian di buku ini membuat pikiran kita akan terbuka, karena Brizendine bercerita lebih lanjut dan sangat terperinci mengenai pengaruh otak perempuan terhadap kecerdasannya, emosi, karir, pengasuhan anak, hingga kehidupan seksualnya.

Berbeda dengan buku-buku kebanyakan yang ditulis dengan kata-kata yang sangat teknis, pakar neuropsikiatri (saraf-jiwa) ini memberikan penjelasan dengan bahasa yang sangat mudah dipahami, oleh awam sekalipun. Uraian dalam buku ini ditulis berdasarkan pengalaman klinis selama 20 tahun.

Di bab awal “Lahirnya Otak Perempuan” misalnya, contoh-contoh yang diberikan akan mengingatkan kita akan masa kecil, atau tentang si kecil buah hati kita. Kita semua mafhum anak laki-laki berperangai berbeda dengan perempuan. Namun yang belum diberitahukan budaya kepada masyarakat adalah bahwa otaklah mendikte perilaku yang berbeda ini (halaman 28).

Dengan buku ini Brizendine ingin membantu kaum hawa menghadapi berbagai perubahan dalam hidup. Jika perempuan dapat memahami bagaimana hidup dipengaruhi oleh fenomena kimiawi otak, maka perempuan akan dapat melihat jalan yang membentang di hadapannya dengan lebih baik.

Buku ini patut dibaca oleh perempuan untuk memahami dirinya sendiri, untuk ibu dan ayah dalam memahami putrinya, untuk suami agar bisa mengerti istrinya, untuk laki-laki dalam mengenali teman, kekasih, ataupun rekan kerja perempuannya.
1 like · flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Female Brain.
Sign In »

No comments have been added yet.