syamatahari's Reviews > Perahu Kertas

Perahu Kertas by Dee
Rate this book
Clear rating

by
3342255
's review
Sep 15, 10

bookshelves: novel
Read in October, 2009

Pagi ini mataku lumayan sembab, terasa berat untuk melek. Bukan karena aku habis menangis semalaman, tapi aku begadang karena membaca novel terbaru dee (sebenarnya sih sudah lama, hanya baru naik cetak; katanya) lewat file PDF yang aku dapatkan dari seorang kawan yang ku kenal dari dunia maya, PERAHU KERTAS itu judulnya.

Percintaan remaja, penghianatan rasa, cinta sejati, persahabatan, mengikuti kata hati, meraih mimpi, kecewa, sesal, kesendirian, kesepian, putus asa, tangis, tawa, kesenjangan, forbidden love, harapan. JODOH!

Cerita yang diangkat adalah hal-hal klasik dunia percintaan yang juga sering di angkat di sinetron, film, bahkan reality show saat ini. Tapi jangan panggil dia Dee kalau tak mampu mengemas hal biasa dalam bahasa yang mampu membuat kita merasa ada dalam cerita, yah setidaknya itu yang aku rasakan saat membaca novel Dee ini, seakan aku menemukan banyak diriku didalamnya. Co cweettt…!

“Akan ada satu saat kamu akan bertanya: pergi ke mana semua inspirasiku? Tiba-tiba kamu merasa ditinggal pergi. Hanya bisa diam, tidak lagi berkarya. Kering. Tapi tidak selalu itu berarti kamu harus mencari objek atau sumber inspirasi baru. Sama seperti jodoh, Nan. Kalau punya masalah, tidak berarti harus cari pacar baru, kan? Tapi rasa cinta kamu yang harus diperbarui. Cinta bisa tumbuh sendiri, tapi bukan jaminan bakal langgeng selamanya, apalagi kalau tidak dipelihara. Mengerti kamu?”


Hmhmh… aku suka statement dari Pak Wayan diatas yang dia lontarkan kepada Keenan saat pemuda itu kehilangan inspirasi melukisnya, dan memang ada benarnya. Jaman sekarang orang2 terlalu naïf mengartikan kata JODOH (ini menurutku lohhh), seolah merekalah yang paling tahu dan berpengalaman. Saat cinta itu tumbuh satu sama lain, mereka klaim “dialah jodoh saya” dan jika dalam perjalanan ada masalah seketika pula tiba2 keluar statement “mungkin dia bukan jodoh saya” dan begitu seterusnya untuk pasangan yang ke dua, tiga, empat dan seterusnya… Tahukah kalian jika dalam cerita ini pak Wayan memutuskan untuk meLajang seumur hidup karena telah gagal pada cinta pertamanya?! Bukan untuk menghukum diri tapi sebagai bukti cintanya yang tulus dan sungguh2 pada gadis yang dia tunjuk menjadi bintang dalam hidupannya, yang menjadi ruh dalam semua lukisan2nya.

Aku tak punya penilaian atas keputusan hidup yang dipilih oleh pak Wayan dalam cerita ini, tak memuji pun juga tak mencibir, yang dapat aku tangkap cinta itu tak hanya dicari, ditemukan kemudian dirasakan, cinta juga perlu pembaruan, pendinian, berevolusi atau apalah istilahnya yang mengiukuti sifat dasar manusia yang cenderung berubah dari waktu kewaktu.

Well, ini adalah sebagian kecil yang diangkat dari novel ini… pun aku belum usai membacanya, filenya hanya sampai pada Perjalanan ke-10. Tak sabar aku melahap habis novel ini…
1 like · likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Perahu Kertas.
sign in »

No comments have been added yet.