ibnumaroghi's Reviews > Negeri 5 Menara

Negeri 5 Menara by Ahmad Fuadi
Rate this book
Clear rating

by
2514156
's review
Jul 28, 2010

it was ok
bookshelves: milik, fiksi-negeri

I just have read ‘Negeri 5 Menara’ book. So excellently. Haha : D keren deh, pokoknya! Menurut gua, buku ini ditujukan khusus untuk para remaja [so, orang dewasa tidak ada larangan untuk membacanya, ya:]. Untuk remaja yang akan & sedang merajut mimpi-mimpinya. Mereka yang tumbuh dalam lingkungan pendidikan formil.

Secara keseluruhan, buku yang ditulis oleh A. Fuadi ini bagus banget untuk meotivasi diri seseorang. Apalagi ia menggunakan sudut pandang agamis, yang jarang sekali dipakai oleh kebanyakan penulis. Secara langsung kegiatan tumbuh kembang masa remaja ini diliput dari pondok pesantren! Ya, itu sebuah nilai lebih dari buku ini.

Diksinya kaya dan hiperbolis. Tidak stuck dengan kata-kata biasa.

Namun, gua akan memberikan sedikit kritik atau bisa juga suatu komentar agar nantinya bisa lebih bagus lagi. dalam cara dia menyampaikan suatu permasalahan, I think, gak terlalu memikat pembaca [khususnya gua:]. Kalimatnya terlampau teoritis, berlebihan dalam menyampaikan petuahnya. Gaya penulisan buku ini mirip dengan ’9 MATAHARI’ yang dikarang oleh Adenita. Sama, based from true story dirinya. gayanya sama2 kayak wartawan. Yang satu wartawan media massa [tempo:], yang satu lagi wartawan televisi [SCTV:]. So, gua jadi kurang fokus dalam menemukan inti yang ingin disampaikan buku ini. Antuciasm gua terhadap buku ini hanya pada pertanyaan di dalam diri gua, “Apa lagi yang bisa gua dapatkan di Pondok Madani ketika membaca buku ini?”. Lainnya? Nothing. Gua jadi merasa bersalah ketika memaksakan diri untuk menikmati buku ini.

Sekilas di beberapa bab yang gua hayati, rasa-rasanya gua kok jadi kayak sedang membaca novel imajinasi bikinannya JK Rowling. Terbayang-bayangnya jadi ke situ. Dari persaingan antar-asrama seperti Quidditch yang dianalogikan dengan pertandingan akbar sepakbola antar-asrama. Lalu ada aula PM yang mirip banget dengan aula besar Hogwarts. Kemudian guru-guru yang horror seperti Ustad Torik dkk., sistem asrama yang gak beda dengan Prefek. Banyak lagi yang lainnya. Dan yang bikin gua makin yakin dengan pendapat gua adalah, kiai Rais sebagai pemimpin pondok pesantren ini sama bijaksananya dengan Profesor Dumbledore. It’s not good, mate.

Ya, ya. Penulis mungkin memang pure gak nyontek buku Harpot, tapi kenyataan yang gua jabarkan di atas tadi bukanlah hal baik. Jadi terkesan following, gitu loh.

Dan malah jadi lebih mirip Laskar Pelangi pas Baso yang jenius dalam matematik & penghafal Quran itu berhenti bersekolah DENGAN ALASAN ingin menghidupi keluarganya yang tersisa. Lintang bangeeeeets!

Nevertheless, yang patut dibanggakan dari buku anak minang ini, ia memang punya ruh dan nafas religi [akhirat:] dan sekaligus nasionalism [dunia:] yang kuat. Balans. Dan sama sekali tidak ada niat egois dari penulis. Thumb up!!!
2 likes · flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Negeri 5 Menara.
Sign In »

No comments have been added yet.