indri's Reviews > Twilight
Twilight (Twilight, #1)
by Stephenie Meyer
by Stephenie Meyer
#2010-66#
Prelude Confessions
Kenapa akhirnya saya memutuskan baca novel ini? Bukan karena saya pengen menjelekannya karena memang tadinya saya tidak suka setelah sempat skimming. Sebagai yang mengaku bisa buku apa saja, dan tingkat kecepatan membaca yang cukup, rasanya bolehlah meluangkan waktu sedikit untuk membaca supaya bisa berkomentar karena tahu. Yah, keputusan yang saya ambil dengan sadar dan kebetulan sangat mudah sekali mendapatkan buku ini di kalangan teman-teman saya non goodreader, sehingga tidak menunda-nunda menunggu buku.
Pengalaman nonton yang membuat saya bertanya-tanya. Pertama pas sesudah nonton bareng Eclipse dan kebetulan nggak ikut dan hanya dapet ceritanya cercaan teman-teman yang mentertawakan film ini. Kedua pas nonton Eclipse beneran dan malah saya ngerasa koq banyak bagian yang tidak bertaut. Terlalu banyak why this? Why that? Dan terutama banget adalah:
Who is Bella Swan? What is her destiny?
Siapa sih cewek ini???
Siapa sih cewek ini sampai-sampai satu keluarga vampir dan satu keluarga werewolf mau mati-matian ngelindungi dia?? Apa sih istimewanya??
(am I sound too jealous?? maybe… :p)
Trus kenapa saya mau meluangkan waktu membacanya??
Ooh, curiosity things maybe.. because this is a love story..
dan pertanyaan juga, kenapa saya, yang suka dengan buku-buku bertema curhat, tidak meluangkan waktu untuk baca?? kenapa saya skimming trus tidak suka? kenapa setelah nonton filmnya justru curious?
*
*
*
setelah baca bukunya..
Baiklah, ini analisis pribadi aja..
Ternyata Bella Swan adalah cewek biasa, namun istimewa karena pikirannya tidak bisa dibaca Edward. Belum pernah jatuh cinta sebelumnya. Tipe cewek yang sebenarnya cantik tapi nggak mau nonjolin diri. Seperti ini nih yang bikin cowok-cowok tergila-gila penasaran. Dan jatuh cinta sama Edward karena penasaran juga, nih cowok ngilang-ngilang melulu..
Edward jatuh cinta karena aroma Bella yang menggiurkan. Karena penasaran juga sih. Yeah, he just fall in love with her. Dari perasaan sayang ingin melindungi, berkembang menjadi perasaan mencintai. Karena Bella yang membuat hari-harinya lebih ceria. Kalau di buku kedua, katanya seperti meteor..
Sebagai love story, cerita ini top abis, banyak kata-kata yang bikin klepek-klepek. Apalagi adegan padang bunga di tengah hutan ketika mereka jadian, pasti so sweet. Bagaimana melihat cinta yang hanya cinta tanpa alasan berkembang di antara mereka berdua. Buat yang lagi jatuh cinta, pasti adegan ini bikin nggak bisa tidur. Sangat wajar yang dialami Bella, remaja 16 tahun yang sedang berkembang perasaannya. Siapa sih yang tidak jatuh cinta di umur segitu?
Sebagai cerita vampir, cerita ini gagal abis. Hanya diceritakan bahwa mereka tidak makan biasa, dan dapat hidup abadi. Juga diperlihatkan beberapa kemampuan-kemampuan vampir, tapi tidak diperjelas dengan kehidupannya bagaimana. Bagaimana mereka berburu, bagaimana menangkap mangsa, bagaimana menggigit untuk membunuh, atau menggigit untuk membuat vampir baru. Bagaimana mereka bertahan untuk tidak makan berhari-hari. Pertempuran dengan vampir lain pun hanya segitu saja digambarkannya. Sampai saya berharap bisa tahu siapa sih si Victoria yang tahu-tahu nongol di film, tetap tak terjawab di sini selain penjelasan bahwa ia hanya kerabat yang mampir saja.
Gaya penulisannya dengan sudut pandang 'aku' membuat semua cerita dari sudut pandang Bella. Makanya, ketika Bella pingsan, bagaimana Edward membunuh James itu tidak nampak dalam cerita. Agak kecewa di situ. Ketegangannya suspensif, tapi lambat. Malah saya berpikir, bagaimana kalau Edward bukan vampir, tapi hanya anggota keluarga pembunuh yang jatuh cinta pada korbannya? Rasanya ceritanya nggak jauh berbeda.
Saya nggak tahu pasti, tapi saya merasa ada yang kurang sreg dengan penerjemahannya. Apalagi ini jenis genre yang baru saya baca. Buku love story favorit saya tentu tulisan-tulisan Paulo Coelho, walaupun dengan sudut pandang ' aku', tapi jatuhnya menjadi kisah-kisah yang sangat indah. Eksplorasi kata-katanya meninggalkan kesan di hati. Maaf buat penggemar novel romance, sepertinya gaya penerjemahan Twilight ini terlalu mendayu-dayu dan terlalu sederhana. Seperti novel-novel romance biasa lainnya. Memang banyak kalimat-kalimat indah, tapi mungkin karena terganggu dengan penceritaannya jadi tidak terlalu nempel di hati saya. Dan cooling down klimaks di epilognya, seperti mengikuti standar penceritaan, harus ada. Agak kurang greget saja. Seandainya dihentikan di bagian rumah sakit, saya sih lebih suka. No offense ya, penggemar romance dan Twi-hard..
Tapi lagi-lagi karena ini cerita cinta, anak sekolah pula, tak lengkap rasanya tanpa pesta dansa. Dan tak ada pesta yang tak usai. Memang akhir cerita sang putri dan si vampir di halaman sekolah itu yang dicari. Mudah-mudahan saat itu terang bulan, jadi lebih romantis lagi...
Prelude Confessions
Kenapa akhirnya saya memutuskan baca novel ini? Bukan karena saya pengen menjelekannya karena memang tadinya saya tidak suka setelah sempat skimming. Sebagai yang mengaku bisa buku apa saja, dan tingkat kecepatan membaca yang cukup, rasanya bolehlah meluangkan waktu sedikit untuk membaca supaya bisa berkomentar karena tahu. Yah, keputusan yang saya ambil dengan sadar dan kebetulan sangat mudah sekali mendapatkan buku ini di kalangan teman-teman saya non goodreader, sehingga tidak menunda-nunda menunggu buku.
Pengalaman nonton yang membuat saya bertanya-tanya. Pertama pas sesudah nonton bareng Eclipse dan kebetulan nggak ikut dan hanya dapet ceritanya cercaan teman-teman yang mentertawakan film ini. Kedua pas nonton Eclipse beneran dan malah saya ngerasa koq banyak bagian yang tidak bertaut. Terlalu banyak why this? Why that? Dan terutama banget adalah:
Who is Bella Swan? What is her destiny?
Siapa sih cewek ini???
Siapa sih cewek ini sampai-sampai satu keluarga vampir dan satu keluarga werewolf mau mati-matian ngelindungi dia?? Apa sih istimewanya??
(am I sound too jealous?? maybe… :p)
Trus kenapa saya mau meluangkan waktu membacanya??
Ooh, curiosity things maybe.. because this is a love story..
dan pertanyaan juga, kenapa saya, yang suka dengan buku-buku bertema curhat, tidak meluangkan waktu untuk baca?? kenapa saya skimming trus tidak suka? kenapa setelah nonton filmnya justru curious?
*
*
*
setelah baca bukunya..
Baiklah, ini analisis pribadi aja..
Ternyata Bella Swan adalah cewek biasa, namun istimewa karena pikirannya tidak bisa dibaca Edward. Belum pernah jatuh cinta sebelumnya. Tipe cewek yang sebenarnya cantik tapi nggak mau nonjolin diri. Seperti ini nih yang bikin cowok-cowok tergila-gila penasaran. Dan jatuh cinta sama Edward karena penasaran juga, nih cowok ngilang-ngilang melulu..
Edward jatuh cinta karena aroma Bella yang menggiurkan. Karena penasaran juga sih. Yeah, he just fall in love with her. Dari perasaan sayang ingin melindungi, berkembang menjadi perasaan mencintai. Karena Bella yang membuat hari-harinya lebih ceria. Kalau di buku kedua, katanya seperti meteor..
Sebagai love story, cerita ini top abis, banyak kata-kata yang bikin klepek-klepek. Apalagi adegan padang bunga di tengah hutan ketika mereka jadian, pasti so sweet. Bagaimana melihat cinta yang hanya cinta tanpa alasan berkembang di antara mereka berdua. Buat yang lagi jatuh cinta, pasti adegan ini bikin nggak bisa tidur. Sangat wajar yang dialami Bella, remaja 16 tahun yang sedang berkembang perasaannya. Siapa sih yang tidak jatuh cinta di umur segitu?
Sebagai cerita vampir, cerita ini gagal abis. Hanya diceritakan bahwa mereka tidak makan biasa, dan dapat hidup abadi. Juga diperlihatkan beberapa kemampuan-kemampuan vampir, tapi tidak diperjelas dengan kehidupannya bagaimana. Bagaimana mereka berburu, bagaimana menangkap mangsa, bagaimana menggigit untuk membunuh, atau menggigit untuk membuat vampir baru. Bagaimana mereka bertahan untuk tidak makan berhari-hari. Pertempuran dengan vampir lain pun hanya segitu saja digambarkannya. Sampai saya berharap bisa tahu siapa sih si Victoria yang tahu-tahu nongol di film, tetap tak terjawab di sini selain penjelasan bahwa ia hanya kerabat yang mampir saja.
Gaya penulisannya dengan sudut pandang 'aku' membuat semua cerita dari sudut pandang Bella. Makanya, ketika Bella pingsan, bagaimana Edward membunuh James itu tidak nampak dalam cerita. Agak kecewa di situ. Ketegangannya suspensif, tapi lambat. Malah saya berpikir, bagaimana kalau Edward bukan vampir, tapi hanya anggota keluarga pembunuh yang jatuh cinta pada korbannya? Rasanya ceritanya nggak jauh berbeda.
Saya nggak tahu pasti, tapi saya merasa ada yang kurang sreg dengan penerjemahannya. Apalagi ini jenis genre yang baru saya baca. Buku love story favorit saya tentu tulisan-tulisan Paulo Coelho, walaupun dengan sudut pandang ' aku', tapi jatuhnya menjadi kisah-kisah yang sangat indah. Eksplorasi kata-katanya meninggalkan kesan di hati. Maaf buat penggemar novel romance, sepertinya gaya penerjemahan Twilight ini terlalu mendayu-dayu dan terlalu sederhana. Seperti novel-novel romance biasa lainnya. Memang banyak kalimat-kalimat indah, tapi mungkin karena terganggu dengan penceritaannya jadi tidak terlalu nempel di hati saya. Dan cooling down klimaks di epilognya, seperti mengikuti standar penceritaan, harus ada. Agak kurang greget saja. Seandainya dihentikan di bagian rumah sakit, saya sih lebih suka. No offense ya, penggemar romance dan Twi-hard..
Tapi lagi-lagi karena ini cerita cinta, anak sekolah pula, tak lengkap rasanya tanpa pesta dansa. Dan tak ada pesta yang tak usai. Memang akhir cerita sang putri dan si vampir di halaman sekolah itu yang dicari. Mudah-mudahan saat itu terang bulan, jadi lebih romantis lagi...
Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Twilight.
sign in »
Comments (showing 1-50 of 145) (145 new)
eh, buku mana PoVnya ganti-ganti? belum tuh..iyah, adegan berantemnya ga ada di buku. pilwmnya bwlum nonton.
oh iya, cover.. Cover yang luar lbh bagus, gambarnya apel gitu, lebih anggun..
@Ijulwah bingung baca komentarnya nih mas
"Edward bukan the Cullens tapi tetap vampire rombongannya Victoria"
klo dipikir2 ya..jadinya tuh fokusnya ntar jadi tim Victoria duks,
dan kisah keluarga The Cullens hanya sebagai tambahan dari cerita Twilight duks nantinya...
@Yunita...yups, intinya begitu, Edwardnya itu awalnya dikira antagonis, tapi trus jatuh cinta ke Bella...the Cullens tetep dapet porsi karena mereka kan vampir yang 'berkuasa' di wilayah tersebut...hehehe, mulai ngaco nih imajinasinya, tapi dengan begitu konflik pasti lebih banyak, dan lebih kompleks...ini cuman seandainya kok Yun...:)@btw, mbak Indri...aku agak lupa, tapi kyknya buku 4, ada PoV-nya Jacob...ahhhh, tak sabar nungguin Twilight versi Edward...:)
kalimat ini :Maaf buat penggemar novel romance, sepertinya gaya penerjemahannya terlalu mendayu-dayu dan terlalu sederhana. Seperti novel-novel romance biasa lainnya.
meski gw tau maxutnya adalah merujuk ke novel TW ini tapi dengan kalimat yg spt itu maka orang bisa salah persepsi malah merujuk ke novel Coelho karena kalimat sebelumnya membahas Coelho.
yah...aku kan dah bilang...ini semacam harlequin versi 500 halaman :D tapi lebih enak dibaca dibanding harlequin tipis biasa itu, yang lebih bikin emosi bacanya karena tokoh laki dan perempuannya biasanya yang sama-sama keras kepala.Cerita vampir? jangan bandingkan dengan vampir-vampir lain, inti ceritanya aja udah beda :D
Terima kasih sudah membaca....toh dikasih bintang 3 juga kan...berarti gak jelek-jelek amat....balik lagi ke masalah selera kok.....Love Edward :D
ijul (yuliyono) wrote: "@Yunita...yups, intinya begitu, Edwardnya itu awalnya dikira antagonis, tapi trus jatuh cinta ke Bella...the Cullens tetep dapet porsi karena mereka kan vampir yang 'berkuasa' di wilayah tersebut....."oo gitu ya,,ok, uda agak2 terbayang sih,,hehehe,,ternyata mas Ijul bisa nih buat versi Twilight baru dengan cerita baru,,hehehe,,,
btw masih tetap ada tuh Twilight versi Edward,,,hbsnya ditunggu2 belum ada kabar,,akan direlease,,,hikshikshiks..
Silvana wrote: ""Sebagai cerita vampir, cerita ini gagal abis."ROFL"
jangan ketinggalan, sil, di paragrap sebelumnya tertulis gini:
"Sebagai love story, cerita ini top abis, banyak kata-kata yang bikin klepek-klepek."
ROFL juga..:-p
ups, ketangkep editor, thanx panda, udah diedit.. jul, looh ternyata kau cuma 3*, bagaimana sih? katanya kau cinta mati sama Bella.. apa kau merasa jadi Mike Newton yah?? (keketawaan di belakang)
"Sebagai cerita vampir, cerita ini gagal abis."jadi pengen tau, "cerita vampir" itu yang seperti apa sih? yang ga bisa kena matahari? yang harus tidur di peti? hihihi, I just love to read a new material tentang satu tema, meski tetep harus didukung juga dengan segala sesuatunya secara lengkap, biar cerita itu gak goyah, and untuk beberapa hal, I love this book (tetep belain my beloved Bella)....vampir vegetarian? emank cuman manusia doank yang pengen sehat...hihihhi
yup, nah tuh udah sip kalimatnya dgn ditambahin "Twilight" :-)oh ijul doyan juga ama Mike Newton yah? *lugu*
memang itulah, jul, kebanyakan orang yg kuciwa sama buku TW ini karna mereka berharap muluk tinggi bahwa isinya adalah cerita vampir sperti yg mereka tau dan inginkan ttg sosok2 vampir selama ini..haha:-D
menurut aku sih buku ini menjual mimpi..mimpi punya cowok maha sempurna kayak edwardmimpi walaupun cewek biasanya aja tapi jadi rebutan kanan kiri
mimpi jadi damsel in distress yang dianggap anak kesayangan dan dilindungi semua orang
yah intinya mimpi seseorang yang sangat biasa tapi memiliki kisah hidup istimewa.
well,karena saya suka bermimpi makanya suka buku ini,heuheuhue...
dikasih cowok ky edward atau jacob jg pasti ga nolak lah :))
ijul (yuliyono) wrote: ""Sebagai cerita vampir, cerita ini gagal abis."jadi pengen tau, "cerita vampir" itu yang seperti apa sih? yang ga bisa kena matahari? yang harus tidur di peti? hihihi, I just love to read a new m..."
lah itu cuma dijawabin ma Edward: Mitos. Mitos. Mitos.
ga jelas ttg kehidupannya, kenapa mreka bs makan 2-3 minggu sekali. ga ada kegiatan sehari2 ngapain sebagai vampir selaen bakal luar biasa cantik ato ganteng dan jalannya kayak peragawati.
yah, setting personality gitu dehh, kurang..
jadi emang ini mah kisah Bella dan kekasih yang kebetulan vampir, bukan cerita vampir.
panda, sebagai love story emang ini top abiss.. ROFL, setuju kan?? *wink2*
Nielam wrote: "menurut aku sih buku ini menjual mimpi..mimpi punya cowok maha sempurna kayak edwardmimpi walaupun cewek biasanya aja tapi jadi rebutan kanan kiri
mimpi jadi damsel in distress yang dianggap ana..."
ada yang nyebut2 Jacobbbbbb??? :-"
☮E = mc²☮ wrote: "eh lupa, bella swan ternyata MPDG abis yak? XD"enggak ah, nggak masuk kl dalam pola film MPDG..
emang karakter si bella di film jadi kenes2 lucu begitu??kayaknya enggak..
mungkin kalo sisi mengisi kekosongan hatinya iya..
☮E = mc²☮ wrote: "coba Squid liatnya dr sudut pandang Jacob :P"tetep enggak. Jacobnya MPDMan kali.. soalnya lucuu..
yah...begitulah kira-kira, buat aku sih menarik aja ada yang beda dikit dari cerita cinderella yang cantik berjumpa pangeran ganteng.Emang gak boleh gitu pemeran ceweknya sekali-sekali biasa aja :D bosen ah, baca buku yang ceweknya tangguh terus...heuheuheu
Nielam wrote: "menurut aku sih buku ini menjual mimpi..mimpi punya cowok maha sempurna kayak edward
mimpi walaupun cewek biasanya aja tapi jadi rebutan kanan kiri
mimpi jadi damsel in distress yang dianggap ana..."
tidak, qui, itu masih kurang membantukarna itu artinya sayah harus nge-klik lagi, harus loading lagi
yg akan sangat baik membantu adalah kalo langsung dijawab, dijelaskan tanpa harus merepotkan orang lain untuk nge-klik link lagih
dan jawaban sayah pun jelas. kata pertama sayah di komen di atas itu adalah "tidak"baiklah..
mungkin memang betapa sedemikian sulitnya untuk sekadar menjawab pertanyaan sederhana sayah ituh
maka sekali lagi terbukti ya: berkomunikasi memang tidaklah mudah dan betapa salah komunikasi begitu gampang terjadi
aku sudah liat MPDG artinya apa.dan Bella doesnt fit the character,since she not at all bubbly...malah dianya bukan yang depresif?
MPDG : Manic Pixie Dream GirlMPDMan -- ini mah karangan saya, Manic Pixie Dream Man.
kata kritikus film Nathan Rabin
"That bubbly, shallow cinematic creature that exists solely in the fevered imaginations of sensitive
writer-directors to teach broodingly soulful young men to embrace life and its infinite mysteries and adventures."
"makhluk film ceria dan dangkal yang cuma hidup di angan-angan penulis/sutradara yang sensitif untuk mengajari pria-pria muda berkepribadian suram untuk merengkuh kehidupan dengan segala
misteri dan petualangannya."
lanjutnya bisa lihat ripiu Rauf :
www.goodreads.com/review/show/79610462
jelas2 Bella gak masuk kategori ceria. Kalau Jacob mah iya.. :p
*tetep ga setuju Bella MPDG*
terima kasih banyak atas penjelasannya, indri..langsung tepat sasaran, sangat2 menjawab dan mencerahkan, tanpa perlu merepotkan, tanpa membuat sang penanya harus nge-klik link apa pun lagih
sekali lagi terima kasih banyak:-)
sama2, Pan.Bella gak MPDG kan??
jelas jauh kl dibandingkan Summer di 500 days atau Gigi di He's not just..
bukan masalah direbutin pemangsa manusianya, Indri....tapi direbutin sama makhluk yang namanya lelaki :Dmau vampir mau werewolf...itu urusan belakangan :D
baca buku ini yang bahasa inggrisnya. sama sekali nggak berbekas dalam ingatan! ...apa harus baca lagi ya, terus diresensi.
hiy, kok kayak doyan...
*cuci muka pakai air dingin*
Nope, but I've (accidentally) seen the movie.Tapi karakter Bella di buku dan di film otomatis sama kan? Atau, apakah di film dia jadi Bella Saphira??
Lebay versi gua kok, bereaksi berlebihan untuk sesuatu yg biasa saja.
Ah Mas Jimmy...bella ga lebay kok,dia cuma bereaksi seperti normalnya abg 16 tahun yang dilanda cinta untuk pertama kalinya,heuhuehueh...mungkin kalau mas jimmy pernah jadi cewek 16 tahun bakal mengerti x))
hehe..berarti agak kurang ketemu kita, jimbuku dan film adalah 2 hal yang berbeda
sementara yg sayah pertanyakan adalah di bukunya, bukan pelemnyah..hehe..
bahasa tulisan di buku tentu berbeda dengan bahasa visual di pelem, bukan? :-p
@PandaMakanya, saya kan cuman komentarin Bella nya saja, bukan ceritanya. Karena menurut saya, karakter dalam buku akan sama saja dengan filmnya. Bahasa tulisan memang berbeda dengan bahasa visualnya, tapi ngga akan sampe mengubah karakter kan? Agak-agak tidak mungkin tokoh yang pendiam dalam buku, tiba2 super heboh dalam film :)
@Nielam
Mungkin juga, tapi saya juga pernah menjadi remaja 16 tahun, dan pernah cinta2an juga dengan cewek remaja 16 tahun. Baiklah...mungkin beda zaman kali ya, jadi reaksinya juga berbeda :D
emang yang di film twilight gimana bellanya? berubah jd ceria gitu?eh, ibutio dan kupukupu emg enak yah dijatuhcintai banyak cowok, tinggal milih? LoL
@jimmyhihihi,gue juga ga pernah selebai bella sih,tapi gara2 sering ngeliat kelakuan abg jaman sekarang, jadi rasanya kelakuan si bella itu wajar2 aja.
atau apa justru abg2 itu terinspirasi sama bella ya?hahaha
Nielam wrote: "Ah Mas Jimmy...bella ga lebay kok,dia cuma bereaksi seperti normalnya abg 16 tahun yang dilanda cinta untuk pertama kalinya,heuhuehueh...mungkin kalau mas jimmy pernah jadi cewek 16 tahun bakal mengerti x))"
*ngakak mbayangin jimmy jadi cewek 16 taun*
Mirna wrote: "baca buku ini yang bahasa inggrisnya. sama sekali nggak berbekas dalam ingatan! ...apa harus baca lagi ya, terus diresensi.
hiy, kok kayak doyan...
*cuci muka pakai air dingin*"
jeng Mirna, boleh baca lagi, boleh ngeresensi doang, ato nonton pilemnya aja.. saya mah ga berhak ngelarang2.. hihihi
indri wrote: "emang yang di film twilight gimana bellanya? berubah jd ceria gitu?eh, ibutio dan kupukupu emg enak yah dijatuhcintai banyak cowok, tinggal milih? LoL"
mungkin yang repot kalo jatuh cinta sama banyak cowo...
sukurlah saya belum pernah mengalaminya, bahkan terhadap satu cowo pun.
*sgnt*
Bella itu...remaja berusia 16 tahun dari keluarga broken home, mendadak harus pindah ke satu kota kecil yang suram untuk tinggal dengan ayahnya yang kepala polisi dan kaku. Meninggalkan teman-temannya, kotanya yang hangat dan kembali harus cari teman baru.... Dia harus bagaimana lagi? pasti akan bete dan jutek...jadi buat saya sih wajar saja kalau dia begituEh....kenapa jadi ngebela si Bella ini ya *berima*




yes, it is....tapi justru aku agak lebih suka, ketimbang 'dipaksain' adegan itu diceritakan pake PoV yang laen, jadi gak fokus aja karena dari awal udah 'aku'nya Bella yang cerita, mulai buku ehmm...keberapa gitu, PoV suka ganti2...and, I don't like it...
makanya aku jadi berasa aneh, ketika di filmnya pertarungan Edward - James digamblangin gitu...
Malah saya berpikir, bagaimana kalau Edward bukan vampir, tapi hanya anggota keluarga pembunuh yang jatuh cinta pada korbannya?
ehmm, maksudnya Edward bukan The Cullens, tapi tetep vampir rombongannya Victoria gitu?....nice idea...lebih banyak konflik yang bisa diolah tentu saja, hehehe...:)