Hairi's Reviews > Lafaz Cinta: Serpih-serpih Cinta Makkah - Groningen

Lafaz Cinta by Sinta Yudisia
Rate this book
Clear rating

by
3578456
's review
Jul 19, 10

Read from July 17 to 18, 2010

Waktu ketemu teman sabtu kemarin dikasih pinjam dua novel. Kata ‘Mekkah’ di salah satu cover novel itu sukses membuat saya menyingkirkan buku-buku yang lain yang berebut minta disentuh. Terlebih saat membaca cover belakang yang berisi sinopsis cerita yang ada kata-kata seperti ini : ‘Akankah Seyla menghujat sang Khalik yang memupuskan harapan cintanya setelah dia sengaja berdoa di tempat suci itu?’ kata-kata ini sukses membuat rasa penasaran sy berlipat ganda dan tak sabar untuk mengunyah novel ini sampai tak bersisa.

"tak seterusnya dunia berputar seperti yang kita kehendaki.. manusia sering salah memilih, maka mintalah padaNya yang terbaik"

Bercerita tentang Seyla, seorang gadis yang menjalin hubungan dengan Zen. Sewaktu berkesempatan untuk pergi umrah Seyla berdoa agar hubungannya dengan Zen kekal dalam sebuah ikatan. Namun, kenyataan tak seindah harapan. Zen akhirnya menikah dengan wanita pilihan ibunya.

"Para cowok tentu mau dijodohkan dengan gadis yang punya segala-galanya."

"Ada kalanya lebih baik kita menghadapi permasalahan kita sendiri tanpa orang lain. Terkadang orang yang yang kita harapkan bantuannya justru semakin menambah beban."

Seyla yang hancur berkeping-keping mengungsikan dirinya ke Groningen, Belanda. Di sinilah dia bertemu dengan seorang pangeran dari kerajaan Belanda, Karl van Veldhuisen. Karl ini sudah punya tunangan, tapi dia malah memberi perhatian istemewa terhadap Seyla.. yah.. namanya juga wanita. Di kasih perhatian sama cowok apalagi yang charming jadi kebat kebit ga karuan. Begitupun dengan Seyla. Walau dia tau betul kalau Karl sudah bertunangan dengan Contance Martina du Barry. So? Berhasilkan Seyla menjadi Cinderella? Hehe… Baca sendiri ajaaaa…

"Sepahit apapun kesendirianku sekarang, ini lebih baik daripada aku larut dalam khayalan tak pasti."

"Hal terbodoh yang dilakukan seorang wanita adalah mengharapkan seorang laki-laki yang jauh dari jangkauan."


Catatan saya tentang novel ini..

Tertarik dengan kata ‘Mekkah’, ternyata cerita tentang Tanah Suci Cuma ada di permulaan dan di akhir dan sedikit di tengah. Cerita tentang Groningen lebih mendominasi, tapi cara penulis menggambarkan suasana Tanah Suci dan juga luapan perasaan seseorang yang berkunjung ke sana sungguh menyentuh. Ada sedikit yang menurut saya janggal dalam cerita. Kalau dari cerita sih sepertinya Seyla bukan dari keluarga pas-pasan tapi kok milih biro perjalanan umrah yang ga menyediakan konsumsi buat para jamaahnya. Wakaka.. hal kecil gini kok dipermasalahkan yaa… :p

"Kita sering memusingkan seseorang yang tak peduli sama sekali pada diri kita, sementara masih ada orang-orang di sekililing yang mencintai kita."

Trus lagi, ada cerita dan sebuah pandangan tentang hubungan sesama jenis yang ditemui Seyla dialami oleh orang terdekatnya di Groningen. Cara mbak Sinta menggambarkan betapa bodohnya mereka ini sungguh cerdas. Begitupun dengan terselipnya cerita tentang peperangan, betapa kita sering terlupa mendoakan saudara2 qta yang jauh di mata yang berada dalam suasana perang. Whuaa… jadi ingat Palestina. Jadi ingat awal Juni di mana lagi heboh2nya berita tentang penyerangan kapal Mavi Marmara, sekarang udah redup ya? Yang dulu kompakan PP pakai bendera Palestina aja sekarang perlahan2 mulai terganti. Termasuk saya yang sibuk ngejar buku gratisan. Hiks. Semoga doa2 untuk mereka tak pernah terlupa ya. Yuk, saling mengingatkan.


Trus lagi (terus.. terus.. kayak tukang parker aja.. :p).. yang terakhir deh kali ini. Sekali lagi kata-kata yang pas buat menggambarkan beberapa bagian di novel ini adalah sebuah kalimat sakti ‘kebahagiaan itu letaknya di hati yang bersyukur’. Betapa kita sering melihat betapa bahagianya mereka yang terlahir dari keluarga kerajaan, berlimpah harta, kehormatan dan sanjungan. Tapi justru mereka yang berada di lingkaran itu iri luar biasa dengan rakyat jelata yang hidup bebas tanpa segala tetek bengek aturan protokoler istana.

"Tidak mungkin manusia memusuhi duka karena dia seperti sisi mata uang yang mengiringi sukacita. Kapankah kita merasakan nikmatnya kaya jika belum merasakan getirnya papa dan terhina? Kapan kita menghargai nikmat sehat bila belum pernah tergolek sakit tak berdaya? Kapan kita merasakan indahnya memiliki jika belum pernah merasakan sakitnya kehilangan?"

kata2 yang dalam tanda petik dimbil dari novel tersebut.. ^^
likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Lafaz Cinta.
sign in »

Reading Progress

07/17/2010 page 35
13.0% "ketemu teman.. di pinjamin 2 novel, salah satunya ini. Kata 'Mekkah' di cover depan membuat sy sangat tertarik dan menyingkirkan buku yang lain yang berebut minta disentuh.. ^^"

Comments (showing 1-7)




dateUp_arrow    newest »

message 7: by sinta (new) - added it

sinta nisfuanna ditunggu :D


message 6: by sinta (new) - added it

sinta nisfuanna ditunggu :D


Hairi udah tuh mbak Sinta.. :)


message 4: by Iqbal (new)

Iqbal duku pas kuliah sempet lihat buku ini di toko buku dekat kampus... g tertarik membacanya karena judulnya yg lagi2 pake cinta...


Hairi emang kenapa dengan cinta mas Iqbal? :)


message 2: by Fitri (new)

Fitri Andriani jadi pengen baca... soalnya ga tertarik krn covernya itu lho... hhehehe


Hairi kenapa dengan covernya ka? :D


back to top