Primadonna's Reviews > Cinta di Dalam Gelas

Cinta di Dalam Gelas by Andrea Hirata
Rate this book
Clear rating

by
87942
's review
Jul 11, 10

Read in July, 2010

** spoiler alert ** Cinta di dalam gelas, apakah itu? Mungkinkah itu? Dalam buku ini Andrea lagi-lagi berkisah mengenai cinta. Cinta terhadap kopi, catur, sahabat, merpati, bahkan jangan pula heran, terhadap blender! Tapi yang utama barangkali adalah kecintaan penduduk Melayu Belitong terhadap kopi dan catur.

Berbeda dengan PB, di sini A Ling bisa dikatakan tidak pernah nongol, membuat saya sebagai pembaca bertanya-tanya. Mengapa di kisah sebelumnya obsesi Ikal terhadap A Ling mendominasi, namun di sini seakan luntur, bahkan Ikal sampai memiliki "selingkuhan" segala? Lalu mendadak saja diberi penjelasan nama asli Enong adalah Maryamah, sehingga butuh waktu juga untuk mencerna sosok Enong = Maryamah.

Filosofi mengenai kopi, catur, dikupas mendetail dengan jenaka, walau kadang dirasa berlebihan dan mengada-ada (Di sini Andrea beberapa kali menyindir para penerbit--salah satunya sebagai pihak yang berpura-pura suka kopi. Internal joke? Lalu, ratusan merpati terlatih yang datang dalam sekali suit dan melahap buliran beras yang dilemparkan di angkasa dalam waktu yang sungguh singkat? Sepertinya terlalu berlebihan.) Dalam buku ini, permainan catur dilukiskan dengan puitis, dan pembalasan dendam ala Maryamah melalui catur dapat membuat pembaca terharu.

Entah mengapa saat membaca saya merasa cerita mengalir, terlalu mengalir malah, karena kadang belok sana-sini tanpa fokus yang kuat. Ada beberapa mozaik yang menurut saya bisa saja dihapus atau direvisi karena merusak flow cerita (mungkin penulis bermaksud memasukkan lelucon segar, namun kisah di masa lalu mengenai pamannya yang was-wes-wos, perselingkuhan dengan Yamuna dan pembalasan dendam Ikal terhadap perlakuan pamannya yang semena-mena terhadap Yamuna, meskipun mungkin menyediakan variasi, namun membelokkan inti cerita). Kisah ini harusnya mengenai perjuangan Maryamah, dan mungkin lebih tepat buku inilah yang dinamai Maryamah Karpov.

Sampai akhir tidak ada kepastian mengenai hubungan A Ling dan Ikal, bahkan dikatakan Ikal mendirikan persatuan bujang lapuk. Aduhai, bagaimana nasib A Ling kalau demikian? Sepertinya hubungan antara Ikal dan A Ling memang dibiarkan mengambang tanpa kejelasan. Atau barangkali Andrea berniat menuliskan buku lain yang menuntaskan kisah cinta Ikal?

----

Pssst Bang Andrea, saya jadi penasaran dengan filosofi peminum kopinya. Ngomong-ngomong, saat minum kopi (yang jarang-jarang terjadi) saya hanya suka satu sendok kopi, dua sendok gula minimal, dan banyak sekali susu atau krim. Apa itu artinya rumah tangga saya bermasalah? :p
4 likes · likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Cinta di Dalam Gelas.
sign in »

Comments (showing 1-1 of 1) (1 new)

dateDown_arrow    newest »

djoyogrunge weleh weleh


back to top