Ivon's Reviews > Good Omens
Good Omens
by Terry Pratchett, Neil Gaiman (Goodreads Author), Lulu Wijaya
by Terry Pratchett, Neil Gaiman (Goodreads Author), Lulu Wijaya
Ivon's review
bookshelves: 3rd-pov, humor, satire, fantasy, it-s-inspiring, religion
Jun 18, 10
bookshelves: 3rd-pov, humor, satire, fantasy, it-s-inspiring, religion
Recommended for:
penggemar parodi
Read in June, 2010 — I own a copy
Sejujurnya, aku bingung kenapa buku seperti ini bisa terbit, kurasa beberapa alasan diantaranya adalah:
1. Isi buku yang meledakkan tawa; nyaris seperti membaca sebuah fanfiction yang ditulis oleh seseorang yang berpengetahuan luas namun setengah serius menulisnya (selayaknya fanfiction dimanapun)
2. Karakter si malaikat dan iblis, mudah sekali menjadikan salah satunya sebagai karakter favorit (atau keduanya sekaligus; dan aku jadi ingin menggambar kedua karakter ini)
2,5. Karakter-karakter lain: seperti Adam si AntiKristus (dia agak menyeramkan), Anjing (sang anjing neraka), Metatron (suara Tuhan), dan Agnes Nutter sang peramal lihai (saking tepatnya hingga bukunya tak laku sama sekali)
3. Entah kenapa susah sekali menutup buku ini saat membacanya (kecuali ketika ada seekor lipan kecil yang merayap di lenganmu)
3,5. Setelah kau membunuh lipan itu (dengan gunting, mungkin), kau mendapati jawaban diatas adalah catatan-catatan kaki ngaco yang sebelum kau percayai, sebaiknya dicek ulang.
4. Membuatmu tiga kali merevisi resensi yang akan kau tulis untuk teman-temanmu.
5. Parodi habis-habisan, seperti:
- Setan modern yang memiliki mobil antik, stereo set, serta tanaman di kamar apartemennya dan suka mendengarkan Freddy Mercury? Dan dia selalu mengenakan kacamata hitam.
- Malaikat yang baik hati dan cerdas namun selalu disangka homo di mata manusia?
- Keempat pengendara kuda di hari kiamat (mereka keren) tiba bersama dengan tambahan empat tambahan pengendara motor -biker- manusia; WTH?
- Tanda-tanda akhir zaman yang -seperti yang seringkali tampil di film2 semacam Scary Movie atau Disaster Movie sekalian- nyaris tak digubris masyarakat luas: Leviathan, Atlantis, langit gelap dan hujan ikan.
- Dll
6. Buku ini tak ada kesan seriusnya (sampai ke akhir buku masih saja ada humor-humor gila yang betebaran di seluruh buku seperti debu dalam gudang), namun percakapan Crowley dan Aziraphale (si setan dan malaikat) seringkali menyentil kesadaran kita sebagai seorang manusia.
7. Namun mungkin itulah cara Tuhan menyampai sebagian pesannya kepada kita, melalui dua pengarang bernama Neil Gaiman & Terry Pratchett (serta sang penerjemah buku, Lulu Wijaya), dimana ketika peringatan-peringatan dalam bentuk kasar maupun halus gagal; humor nakal dan kreatif mereka segera mengambil alih untuk menyelesaikan tugas.
8. I warn you, you're either to be regretted or delighted after you bought this book.
1. Isi buku yang meledakkan tawa; nyaris seperti membaca sebuah fanfiction yang ditulis oleh seseorang yang berpengetahuan luas namun setengah serius menulisnya (selayaknya fanfiction dimanapun)
2. Karakter si malaikat dan iblis, mudah sekali menjadikan salah satunya sebagai karakter favorit (atau keduanya sekaligus; dan aku jadi ingin menggambar kedua karakter ini)
2,5. Karakter-karakter lain: seperti Adam si AntiKristus (dia agak menyeramkan), Anjing (sang anjing neraka), Metatron (suara Tuhan), dan Agnes Nutter sang peramal lihai (saking tepatnya hingga bukunya tak laku sama sekali)
3. Entah kenapa susah sekali menutup buku ini saat membacanya (kecuali ketika ada seekor lipan kecil yang merayap di lenganmu)
3,5. Setelah kau membunuh lipan itu (dengan gunting, mungkin), kau mendapati jawaban diatas adalah catatan-catatan kaki ngaco yang sebelum kau percayai, sebaiknya dicek ulang.
4. Membuatmu tiga kali merevisi resensi yang akan kau tulis untuk teman-temanmu.
5. Parodi habis-habisan, seperti:
- Setan modern yang memiliki mobil antik, stereo set, serta tanaman di kamar apartemennya dan suka mendengarkan Freddy Mercury? Dan dia selalu mengenakan kacamata hitam.
- Malaikat yang baik hati dan cerdas namun selalu disangka homo di mata manusia?
- Keempat pengendara kuda di hari kiamat (mereka keren) tiba bersama dengan tambahan empat tambahan pengendara motor -biker- manusia; WTH?
- Tanda-tanda akhir zaman yang -seperti yang seringkali tampil di film2 semacam Scary Movie atau Disaster Movie sekalian- nyaris tak digubris masyarakat luas: Leviathan, Atlantis, langit gelap dan hujan ikan.
- Dll
6. Buku ini tak ada kesan seriusnya (sampai ke akhir buku masih saja ada humor-humor gila yang betebaran di seluruh buku seperti debu dalam gudang), namun percakapan Crowley dan Aziraphale (si setan dan malaikat) seringkali menyentil kesadaran kita sebagai seorang manusia.
7. Namun mungkin itulah cara Tuhan menyampai sebagian pesannya kepada kita, melalui dua pengarang bernama Neil Gaiman & Terry Pratchett (serta sang penerjemah buku, Lulu Wijaya), dimana ketika peringatan-peringatan dalam bentuk kasar maupun halus gagal; humor nakal dan kreatif mereka segera mengambil alih untuk menyelesaikan tugas.
8. I warn you, you're either to be regretted or delighted after you bought this book.
Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Good Omens.
sign in »
Quotes Ivon Liked
“You're Hell's Angels, then? What chapter are you from?'
REVELATIONS, CHAPTER SIX.”
― Neil Gaiman, Good Omens: The Nice and Accurate Prophecies of Agnes Nutter, Witch
REVELATIONS, CHAPTER SIX.”
― Neil Gaiman, Good Omens: The Nice and Accurate Prophecies of Agnes Nutter, Witch
Comments (showing 1-2 of 2) (2 new)
date
newest »
newest »
message 1:
by
Nenangs
(new)
-
rated it 4 stars
12. August, 20:39 Uhr
and the movie is coming...
reply
|
flag
*

