Pandasurya's Reviews > Eclipse: Gerhana

Eclipse by Stephenie Meyer
Rate this book
Clear rating

by
411374
's review
Jul 20, 10

bookshelves: fiksi-luar-terjemahan
Read on June 17, 2010

Eclipse,
Adakah takaran yang pantas dalam cinta?

Kau mencintaiku lebih dari yang pantas kuterima (h. 559)

Love is Forever..(Muse, Neutron Star Collision)

***
Hanya mereka yang mau membaca dengan fair dan tanpa pretensi menghakimi lebih dulu akan bilang bahwa ini novel bagus. Yup, sekali lagi, novel ini cukup bagus. Silakan saja buat mereka yang sudah baca Twilight Saga dan kecewa berat dengan cerita sosok vampir di buku inih. Mereka yang berharap menemukan sosok atau kisah vampir seperti yang mereka kenal dan inginkan selama ini boleh banget kecewa. Dan sayah mengucapkan : “Selamat berkecewa ria”.

Tapi maaf saja. Menurut anggapan sayah, Stephanie Meyer (SM) yang berumur 37 tahun ini memang menciptakan sosok vampir versinya sendiri yang tidak harus terpaku baku dengan kisah2 sosok vampir yang sudah jadi konsumsi umum selama ini. Selain bertubuh dingin sekeras marmer dan punya kekuatan luar biasa, vampir keluarga Cullen ciptaan SM ini juga bisa dibilang tergolong “vegetarian-moralis-humanis” karena mereka tidak mengisap darah manusia, meski mereka tetap bisa melakukannya. Tubuh mereka juga bisa berpendar cahaya bak pualam jika ditimpa cahaya matahari. Artinya mereka bisa berkeliaran bebas di siang bolong, tidak anti cahaya matahari. Dan mereka juga tidak mempan disalib, atau bawang putih, maupun peluru perak. Lagi pula vampir (dan werewolf) ciptaan SM juga punya legenda dan aturan hidup sendiri. Apa salahnya dengan itu? Tidakkah itu juga bisa dinilai sebagai bentuk keunikan dan fiksi tersendiri, sekaligus kreativitas pengarang? Toh bagaimana pun semua kisah vampir adalah fiksi.

Sama halnya dengan mereka yang bilang bahwa JK Rowling enak bener bikin kisah penyihir dan dunia sihir di Harry Potter. Dia bisa sebebas2nya bikin karakter, mantra2 dan kejadian2/peristiwa macam apa pun di novelnya. Alasannya mudah sekali: namanya juga dunia sihir, semua hal bisa terjadi, bisa dibikin2. Dan tentu alasan pamungkas ala apologetik dari si penulis pun bisa diseret ke tengah sidang pembaca fiksi: namanya juga cerita fiksi, terserah saya donk mau bikin kaya apa. Dan dengan itu pula alasan yang sama berlaku: penilaian pembaca pun boleh sebebas2nya donk. Suka-gak suka, muak-gak muak, terserah ajah.

Jadi maksud sayah, kalo JK Rowling bisa membuat keunikan dan kehebatan dengan cerita dunia sihirnya maka SM pun bisa membuat cerita yang juga unik dan menggelora dengan menghadirkan kisah cinta vampir-manusia-werewolf. Sayah bukan bermaxut hendak membandingkan JKR dan SM, karena menurut sayah karya keduanya masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Yang ingin sayah katakan dan tekankan adalah bahwa justru letak kelebihan dan keunikan karya SM ini adalah di kisah cinta vampir-manusia-werewolf-nya yang membuat dia bisa menggali dan mengembangkan cerita yang unik, menarik diikuti dan dinikmati, bukan sekadar kisah cinta antar manusia seperti biasa.

Jadi memang sedari awal sejak di buku Twilight yang pertama, saga ini memang bukanlah kisah tentang vampir, kawan, melainkan kisah cinta adanya. Dan kalau sudah bicara cinta maka lagi2 kita ingat rumus pertama dan utama: sejak kapan cinta masuk akal? Sejak kapan cinta tidak lebay? Karena cinta mengatasi segalanya, katanya. Konon begitulah katanya. Silakan bagi para pakar cinta yang ingin urun rembug menyanggah atau memberikan pendapat.

Kemasan
Yup, kemasan memang. Sekali lagi memang kemasan kuncinya, alias bagaimana cara menuliskannya. SM mengemas ceritanya dengan cara yang, terusterang saja cukup bagus. SM bahkan bisa dibilang seorang pencerita ulung. Dia benar-benar mempersiapkan plot ceritanya dengan cukup baik dan matang—setidaknya sampai buku ke-3 inih. Gaya berceritanya pun mengalir, gaya bahasanya simpel, enak dibaca, mudah diresapi dan dicerna, juga membikin pembaca penasaran.

Cara SM menghadirkan karakter2 seperti Bella, Edward dan Jacob, Carlisle, Alice, Jasper, Rosalie dan yang lainnya bisa dibilang lumayan cukup bagus, bisa merasuk sampai ke alam pikiran pembaca. Cara dia mengemas dan memainkan plot ceritanya, menggambarkan suasana alam, suasana hati Bella hingga ke alam pikirannya, detil gerak-gerik dan emosi tokoh2nya, dialog2nya, rangkaian kalimatnya, cukup enak dibaca, mengalir, mudah dicerna, cukup cerdas dan bisa menyentuh. Stephenie Meyer samasekali bukan penulis picisan. Dia tau betul teknik menulis cerita yang menarik. Bahkan ada pembaca luar yang menulis seperti ini: She's the great untapped potential of our time. She was born with such an innate gift for storytelling.It's uncanny. I mean, as a storyteller, she's one of those six-out-of-five-stars kind of talents. Bahkan Meyer was ranked #49 on Time magazine's list of the "100 Most Influential People in 2008" (Wikipedia)

Apakah orang yang memang jarang membaca novel-novel kisah cinta semacam ini (seperti sayah) akan serta merta seolah langsung tersihir dengan mengatakan bahwa novel ini cukup bagus atau sangat bagus? Mungkin, boleh jadi. Tapi mungkin akan terasa lebih fair dan bisa dinilai jika suatu karya dibandingkan dengan karya lain yang sejenis. Silakan para pakar pembaca kisah cinta boleh punya bagian dalam hal ini. Tapi sejauh pengamatan sayah yang memang jam terbangnya masih pendek di jenis bacaan seperti ini (ciklit dan sekitarnyah), menurut sayah dari sedikit novel kisah cinta yang pernah saya baca dan sebagian besar memang langsung saya tinggalkan karena tidak bisa menikmatinya, maka novel SM ini terbilang cukup bagus. Terjemahannya pun cukup bagus, luwes, tidak kaku. Terbukti sayah betah sangat menikmati membacanya dan sudah menamatkan hingga buku ke-3 ini dalam waktu baca efektif kurang dari 2 bulan untuk ukuran buku 520 hlm buku 1, 600 hlm buku 2, dan 668 hlm buku 3 (termasuk cepat buat sayah..hehe..) Dan menurut sayah dan banyak orang lain juga mengatakan bahwa buku ke-3 ini dari segi penceritaannya lebih bagus dari kedua buku sebelumnya. Bahkan ada yang membaca buku 3 ini hanya dalam sehari semalam tamat sampai pagi katanya.

Okelah, mari dibahas soal bagus-gak bagus. Buat sayah sih bagus itu yang pertama adalah soal keterbacaan . Artinya, selama buku itu cukup enak dibaca, rangkaian kalimatnya mengalir luwes, mudah dicerna, tidak berat, njelimet dan membosankan dan pilihan katanya juga bagus dan cerdas dan saya bisa menikmatinya maka buat saya buku itu udah cukup bagus. Jadi sekali lagi, yang sayah tekankan adalah soal keterbacaan. Kalo soal cerita, plot, karakter dan yang lainnya itu adalah soal berikutnya. Ketika alur cerita, gaya bahasa, permainan plot dan penggambaran karakter, penggambaran setting ruang-waktunya hingga ke dialog2nya menurut saya cerdas, menyentuh dan tidak picisan, maka buku itu buat saya sudah sangat layak dibilang buku bagus. Dan Eclipse ini buat saya adalah buku seperti itu. Novel ini hadir dengan keseluruhan paket itu. Yang jelas buat sayah buku ini dari segi keterbacaan tadi cukup layak dibaca dan bisa dinikmati. Typo? Maaf tidak ada secuil pun cacat typo di buku inih, tak sehuruf pun.

Buat mereka yang tidak suka dengan cerita dan karakter tokoh2nya ya silakan sajah. Buat sayah banyaknya orang yang suka dan tidak suka dengan karakter yang ada di buku ini justru malah menunjukkan bahwa SM berhasil menggambarkan karakter tokoh ciptaannya dengan cukup kuat, merasuk, berkesan ke pembaca, baik itu kesan suka atau tidak suka.

Dan kalau mereka gak suka, kenapa juga rela bersedia membuang waktu membaca hingga tamat buku yang tebal totalnya (buku 1, 2, 3, 4) lebih dari 2000 (duaribu) halaman?! Kalo sayah sudah gak suka dengan 1 buku, misalnya di beberapa halaman awal dan ketika coba di-skimming juga tidak suka maka sayah tidak akan rela membuang waktu buat membacanya, sayah akan langsung meninggalkannya di detik pertama. Apakah lantas orang yang gak suka tapi membaca sampe tamat itu seperti kata Nielam, termasuk jenis makhluk atau “orang2an sawah” yang sekarang sering disebut ”alay = anak layangan”? Suka tapi bilangnya gak suka? Malu2 kucing gituh? Malu2 tapi mau? Entahlah. Bukan hak dan wewenang sayah untuk menilai.

Sayah sadar betul selera orang memang berbeda. Dan sayah tidak bermaxut memaksa orang untuk suka dengan buku inih. Tapi menurut pertimbangan akal sehat tentu kita bisa menilai secara fair dan objektif novel yang baik itu seperti apa. Cara bercerita yang baik itu seperti apa. Menurut ukuran2 teknik bercerita, misalnya dari aspek ide cerita, penggambaran karakter, plot cerita, gaya bahasa, setting, konflik2nya seperti apa. Kalo kita mau menilai dari ukuran2 teknis yang objektif seperti itu maka di ujung sana nanti sayah tetap berkesimpulan: novel ini cukup bagus, sangat layak dibaca, dan bisa dinikmati. Yang belum baca maka silakan baca untuk bisa menilai dengan fair dan objektif. Open your eyes, guys, open your mind, and open your heart. Don't be narrow minded..

Buat kalian yang keberatan dengan sosok yang nyaris sempurna tanpa cacat seperti Edward “pualam” Cullen mungkin kalian lupa bahwa bahwa manusia terlahir dengan 2 kutub potensi: malaikat atau iblis. Yang kalian lihat pada Edward tidak lain memang sosok vampir berhati emas laksana malaikat. Well, bagaimana pun Edward juga dulunya adalah manusia. Dan hei, lagi pula ini cerita fiksi bukan? Pembelaan apologetik? Kemasan memang penting, kawan, lagi2 cara menuliskannya.

Dan buat mereka yang masih memandang picisan kisah cinta young adult ala sinetron, opera sabun ato romantis2an, sayah cuma pingin bilang, gak perlu repot2 rasis sama cinta..hahaha..

***
Well, baiklah sayah tidak mau sekadar cuap2, berpanjang2 dengan taburan omong kosong tak berarti. Berikut inih sayah beri bukti tentang sederet hal2 yang saya sebut bagus di atas. Meski tidak sepenuhnya bisa mewakili keseluruhan isi 668 hlm buku ini, kutipan2 berikut ini mudah2an bisa menjadi gambaran bagusnya buku ini.

Di hlm 127-129. Ini salah satu dialog yang sayah suka, yaitu ketika Bella lagi berduaan dengan Jacob dan Jacob mengibaratkan hubungan antara Bella dan Edward seperti ini:

“Lihat itu,” potong Jacob, menuding seekor elang yang menukik tajam menuju laut dari ketinggian luar biasa. Elang itu naik lagi pada menit terakhir, hanya cakarnya yang memecah permukaan ombak, hanya sedetik. Lalu elang itu membubung tinggi lagi ke udara, sayapnya mengepak-ngepak, berjuang naik dengan ikan besar dalam cengkeraman cakarnya.
“Kau melihatnya di mana-mana,” kata Jacob, suaranya tiba-tiba terdengar jauh. “Alam berjalan apa adanya—pemburu dan mangsa, putaran hidup dan mati yang tak pernah berakhir.”
Aku tidak mengerti maksud Jacob menguliahiku tentang alam; kupikir ia hanya ingin mengganti topik. Tapi kemudian ia menunduk dan menatapku dengan sorot geli di matanya.
“Meskipun begitu, kau tidak pernah melihat si ikan berusaha mencium si elang. Itu tidak pernah terjadi.” Jacob nyengir mengejek.
Aku balas nyengir dengan kaku, meskipun kesinisan itu masih melekat di mulutku. “Mungkin ikannya sudah berusaha,” kataku. “Sulit menerka apa yang dipikirkan si ikan. Elang itu burung yang tampan sekali, kau tahu.”
“Jadi itukah intinya?”Suara Jacob mendadak terdengar lebih tajam. “Ketampanan?”
“Jangan tolol, Jacob.”
“Masalah uang, kalau begitu?” desaknya.
“Bagus sekali,” gerutuku, berdiri. ”Aku tersanjung karena serendah itu anggapanmu tentangku.” Aku berbalik dan berjalan menjauh.
“Aduh, jangan marah.” Jacob berada tepat di belakangku; disambarnya pergelangan tanganku dan dibalikannya tubuhku. “Aku serius! Aku sedang berusaha memahami motivasimu, tapi tidak bisa.”
Alisnya bertaut marah, dan matanya hitam dalam naungan bayangan.
“Aku mencintainya. Bukan karena dia tampan atau kaya!” Kusemburkan kata itu pada Jacob. “Aku lebih suka kalau dia tidak tampan dan tidak kaya. Itu akan sedikit menghilangkan jurang perbedaan di antara kami—karena dia tetaplah orang yang paling penuh cinta, paling tidak egois, paling brilian, dan paling baik yang pernah kukenal. Tentu saja aku cinta padanya. Apa sulitnya memahami itu?”
“Itu mustahil dipahami.”
“Tolong kauberitahu aku, kalau begitu, Jacob.” Aku sengaja membuat suaraku terdengar sinis. “Apa alasan terpenting bagi seseorang untuk mencintai orang lain? Karena sepertinya aku salah melakukannya.”
“Menurutku, yang paling tepat adalah mulai mencarinya di antara spesiesmu sendiri. Biasanya itu berhasil.”
Well, gawat kalau begitu!” bentakku. “Kalau begitu berarti aku harus puas dengan Mike Newton.”
Jacob tersentak dan menggigit bibir. Kentara sekali kata-kataku tadi melukai hatinya, tapi aku terlalu marah untuk merasa tidak enak. Ia melepaskan pergelangan tanganku dan bersedekap, membalikkan badan dan memandang garang ke arah laut.
“Aku manusia,” gumamnya, suaranya nyaris tak terdengar.
“Kau bukan manusia seratus persen seperti Mike,” sambungku sengit. “Kau masih menganggap itu pertimbangan terpenting?”
“Ini lain.” Jacob tetap memandangi ombak yang kelabu.
“Aku tidak memilih menjadi seperti ini.”
Aku tertawa dengan sikap tak percaya. “Jadi kaukira Edward memilih menjadi seperti sekarang? Dia tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya, sama seperti kau. Dia tidak pernah minta menjadi seperti ini.”
“Kau tahu, Jacob, kau selalu menganggap dirimu benar—padahal kau sendiri werewolf.
“Itu lain”, ulang Jacob, memelototiku.
“Aku tidak melihat perbedaannya. Kau bisa sedikit lebih pengertian terhadap keluarga Cullen. Kau tidak tahu saja betapa baiknya mereka—sebenarnya, Jacob.”


hlm. 652:
“Dia itu seperti candu bagimu, Bella.” Suara Jacob masih lembut, sama sekali tanpa nada mengkritik. “Bisa kaulihat kau tidak bisa hidup tanpa dia sekarang. Padahal aku lebih sehat bagimu. Bukan candu; tapi aku seharusnya bisa menjadi udara, matahari.”
Sudut mulutku terangkat, membentuk senyum separuh.”Dulu aku memang menganggapmu seperti itu, tahu. Seperti matahari. Matahari pribadiku. Kau menyeimbangkan awan-awan dalam hidupku.”
Jacob mendesah. “Kalau awan-awan, aku masih sanggup menghadapinya. Tapi aku tak bisa melawan gerhana.”


***
Nah buat sayah contoh dialog, setting dan penggambaran emosi 2 karakter tokoh di atas cukup bagus aja tuh. Selain itu penceritaan asal-usul sosok anggota keluarga Cullen yaitu Rosalie di hlm 176-190, Jasper di hlm 317-332 dan juga kisah legenda werewolf di hlm 269-287 juga menurut sayah cukup bagus dan menarik. SM cukup berhasil membuat pembaca hanyut larut dalam kisah yang penuh imajinasi itu.

Bersambung ke halaman komen..karena :

1 error prohibited this review from being saved

There were problems with the following fields:

Review is too long. You entered 22977 characters, and the max is 20000


hahaha..
13 likes · likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Eclipse.
sign in »

Reading Progress

06/20/2010 page 47
7.0% ""Aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri karena meninggalkanmu," bisiknya. "Tidak seandainya aku hidup sampai seratus ribu tahun sekalipun." hadeeuuhh..:-p" 14 comments
06/21/2010 page 112
17.0% "Aku akan segera kembali, bahkan sebelum kau merindukanku. Jaga hatiku baik-baik--aku menitipkannya padamu" 5 comments
06/30/2010 page 344
51.0% "Memburu vampir-vampir baru..serruu.."
06/30/2010 page 366
55.0% "Bella dicium paksa sama Jacob. Bella marah, jengkel. Edward meradang..yang baca ngikik.."
07/05/2010 page 559
84.0% "Kau mencintaiku lebih dari yang pantas kuterima.." 2 comments

Comments (showing 59-108)





Pandasurya Masih belum cukup?
Simaklah dialog serius, menarik, cerdas, dan dewasa antara Edward dan Jacob tentang Bella dan masa depan mereka berikut ini:

hlm. 546-549
Edward berbicara lambat-lambat. “Jacob, sejak detik pertama aku sadar bahwa aku mencintainya, aku sudah tahu hanya ada empat kemungkinan. Alternatif pertama, yang terbaik bagi Bella, adalah kalau cintanya padaku tidak terlalu besar—kalau dia bisa melupakan aku dan melanjutkan hidupnya. Aku akan menerimanya, walaupun itu takkan pernah mengubah perasaanku. Kau menganggapku..batu hidup—keras dan dingin. Memang benar. Kami memang begini adanya, dan sangat jarang kami mengalami perubahan yang sesungguhnya. Jika itu terjadi, seperti ketika Bella memasuki duniaku, perubahan itu bersifat permanen. Tak ada jalan kembali..
“Alternatif kedua, yang tadinya kupilih, adalah tetap bersamanya seumur hidup manusianya. Memang bukan pilihan yang bagus baginya, menyia-nyiakan hidup untuk seseorang yang tak bisa menjadi manusia bersamanya, tapi itu alternatif yang paling bisa kuterima. Sejak awal aku mengetahui bahwa, jika dia meninggal nanti, aku akan mencari jalan untuk mati juga. Enam puluh, tujuh puluh tahun—akan terasa amat, sangat singkat bagiku..Tapi kemudian terbukti bahwa terlalu berbahaya bagi Bella jika hidup terlalu dekat dengan duniaku. Sepertinya semua kacau. Atau semuanya menungu waktu untuk menjadi..kacau. Aku takut tidak akan mendapatkan enam puluh tahun itu jika aku berada di dekatnya dan dia tetap menjadi manusia..
“Maka aku pun memilih opsi ketiga. Yang ternyata menjadi kesalahan terburuk dalam hidupku yang sangat panjang ini, berharap bisa memaksanya memilih opsi pertama. Itu tidak berhasil, dan malah nyaris membunuh kami berdua.
“Pilihan apa lagi yang kumiliki selain opsi keempat? Itulah yang dia inginkan—setidaknya, dia mengira begitu. Selama ini aku berusaha mengulur-ngulur waktu, memberinya waktu agar bisa menemukan alasan untuk berubah pikiran, tapi dia sangat..keras kepala. Kau tahu itu. Aku akan sangat beruntung kalau bisa menundanya hingga beberapa bulan lagi. Dia sangat takut menjadi tua, sementara ulang tahunnya pada bulan September..”
“Aku suka opsi pertama,” gerutu Jacob.
Edward diam saja.
“Kau tahu persis betapa bencinya aku menerima ini,” Jacob berbisik lambat-lambat,”Tapi bisa kulihat kau benar-benar mencintainya..dengan caramu sendiri. Aku tidak bisa mendebat hal itu lagi...

“Kau mencintainya cukup besar. Dia menganggapmu sangat tidak egois..tapi apakah itu benar? Bisakah kau mempertimbangkan kemungkinan bahwa mungkin saja aku lebih baik baginya daripada dirimu?
Aku sudah mempertimbangkannya,” jawab Edward dengan suara tenang. “Dalam beberapa hal, kau lebih cocok dengannya daripada manusia lain. Bella harus dijaga, dan kau cukup kuat sehingga mampu melindunginya dari dirinya sendiri, dan dari segala sesuatu yang berkonspirasi melawannya. Kau sudah melakukan hal itu, dan aku berutang budi padamu selama aku hidup—selamanya..
“Tapi bagaimana kalau dia memutuskan menginginkanku?”tantang Jacob. “Oke. Kemungkinannya memang kecil, aku tahu itu.”
“Aku akan melepasnya.”
“Begitu saja?”
“Dalam arti aku tidak akan pernah menunjukkan betapa beratnya itu bagiku, ya. Tapi aku akan tetap mengawasi. Kau tahu, Jacob, mungkin saja kau akan meninggalkan dia suatu saat nanti. Aku selalu menunggu di dekat kalian, berharap itu terjadi.”
Jacob mendengus.”Well, ternyata kau jauh lebih jujur daripada yang berhak kudapatkan..Edward. Terima kasih karena telah mengizinkanku mengetahui isi kepalamu.”
“Seperti kataku tadi, anehnya aku justru bersyukur atas kehadiranmu dalam hidupnya malam ini. Jadi hanya ini yang bisa kulakukan untukmu...Kau tahu, Jacob, seandainya bukan karena fakta bahwa kita musuh bebuyutan, juga karena kau berusaha merebut inti eksistensiku, mungkin sebenarnya aku bisa menyukaimu.”



message 107: by Pandasurya (last edited Jul 18, 2010 08:13PM) (new) - rated it 4 stars

Pandasurya hlm 301:
Aku memejamkan mata dan mencondongkan tubuh kepadanya, menyembunyikan wajahku di dadanya.
“Kau tidak mau aku menjadi vampir.”
“Memang tidak,” kata Edwad lirih, kemudian menunggu.
“Itu bukan pertanyaan,”desaknya beberapa saat kemudian.
“Well, aku khawatir tentang..kenapa kau merasa seperti itu?”
“Khawatir? Edward mengulangi kata itu dengan kaget.
“Maukah kau menjelaskan kepadaku kenapa? Sejujurnya, tanpa menghiraukan perasaanku?”
Edward menarik napas dalam-dalam sebelum menjawab.
“Kau bisa melakukan jauh lebih baik daripada ini, Bella. Aku tahu kau percaya aku punya jiwa, tapi aku tidak sepenuhnya yakin akan hal itu, jadi mempertaruhkan jiwamu..” Edward menggeleng lambat-lambat. “Bagiku, mengizinkan hal ini—membiarkanmu menjadi seperti aku hanya supaya aku takkan pernah kehilanganmu—adalah tindakan paling egois yang bisa kubayangkan. Aku sangat menginginkannya, lebih daripada apa pun, untuk diriku sendiri. Tapi untukmu, aku menginginkan lebih dari itu. Menuruti kemauanmu—rasanya seperti melakukan kejahatan. Itu hal paling egois yang pernah kulakukan, bahkan bila aku hidup selamanya.
“Seandainya ada cara supaya aku bisa menjadi manusia untukmu—tak peduli apa pun risikonya, aku rela menanggungnya.”



Pandasurya ***
Dan kau bertanya kepadaku malam itu,
di antara getaran dinding hati yang membisu

Apakah ada takaran yang pas dan pantas dalam cinta?
Sedalam samudera, seluas angkasa?
Seperti lirik lagu “Cinta Mati” dari Ahmad Dhani dan Agnes Monica?

cintaku sedalam samudera
setinggi langit di angkasa kepadamu
cintaku sebesar dunia
seluas jagad raya ini kepadamu
kepadamu


ataukah seperti kasih ibu sepanjang masa,
hanya memberi tak harap kembali
bagai sang surya menyinari dunia?

Kau bertanya padaku seolah aku tau semua jawabannya
tapi aku terdiam dan menerawang
aku tau, pertanyaan itu sebenarnya lebih kautujukan pada dirimu sendiri

tapi tak lama aku menjawab dalam kelam,
mungkin bahkan Edward dan Bella pun tak tau jawabannya
mereka hanya bisa merasakannya
dengan cara yang tak pernah bisa diungkapkan dalam bahasa manusia di dunia

siapa pula yang bisa dan berani tega menerangkan arti makna kata cinta?

Tapi kalau masih ada juga yang bertanya, apakah ada takaran dalam cinta?
Jawabannya mungkin cukup seperti yang dikatakan Edward pada Bella,
“kau mencintaiku lebih dari yang pantas kuterima..”

***
Oh ya, setelah liat pelemnyah, sayah jadi suka juga sama Alice a.k.a..Ashley Greene..hahaha..she's gorgeous:-p

description

dan setelah OST Eclipse lagu Muse yang mantep ituh (Neutron Star Collision, Love is Forever), ini juga ada vid clip keren dari OST pelem yg sama. Lagu pas ending pelemnyah, mantep juga nih

Eclipse (All yours) by Metric
http://www.youtube.com/watch?v=NNT6e0...

dan sayah juga setuju banyak yg bilang sontrek pelem Twilight Saga inih bagus2 (sejak Twilight, New Moon, & Eclipse). Pelemnya sih menurut sayah jelek, tidak maksimal dan terkesan kejar setoran.

Nah meski rasanya sayah masih belum maksimal dalam menulis ripiu dan membeberkan segenap kehebatan buku inih, demikianlah sayah mencukupkan diri dengan menyampaikan apa yang ingin sayah sampaikan tentang buku inih. *fiiuuuhh*

Oh ya, tidak lupa sayah ucapkan Terima kasih tak terhingga buat sang ketua Twi-hard alias tukang kue keren yang sudah meminjamkan buku inih. Dari beliaulah saya tergerak untuk membaca TW Saga inih..:-)

Apa boleh buat sekali inih bacaan sayah mengikuti selera pasar..hahaha..

***
Aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri karena meninggalkanmu,“ bisiknya. “Tidak seandainya aku hidup sampai seratus ribu tahun sekalipun” (h. 47)

Tapi sekarang aku berpikir sampai di mana seseorang masih tetap wajar, walau ia sendiri tidak mendapatkan apa2. seseorang mau berkorban buat sesuatu, katakanlah, ide2, agama, politik atau pacarnya. Tapi dapatkah ia berkorban buat tidak apa2?
(Soe Hok Gie, Catatan Seorang Demonstran, h. 101)

(Pandasurya, Juli 2010)


message 105: by ayu-si-peri-kecil (new)

ayu-si-peri-kecil yudha aku juga lebih suka Alice.. :p


message 104: by Nilam (new) - rated it 4 stars

Nilam Suri LOL
review sampe kepanjangan Pandaaa....mantabs banget deeeeh!!!

btw, Panda, kamu harus baca SHiver, itu tentang werewolf, bagus deeeh.buku bulu2 mah kalau jauh...trus ada nuansa sendu juga dalam gaya nulisnya.

baca ya panda ya, yaa,yaaa :)


message 103: by Speakercoret (last edited Jul 18, 2010 08:33PM) (new)

Speakercoret ampun, panjang beneeeeeeer....

Typo? Maaf tidak ada secuil pun cacat typo di buku inih, tak sehuruf pun.

wooooow, kalo bener, hebat lah yg nerjemahin ma editornya ....


message 102: by Rina (new)

Rina Suryakusuma Panda, reviewnya oke banget :)
Aku ya lbh suka Alice daripada Bella ;)

Tapi reviewmu lengkap kok :)

@Nielam
Niel, aku belum pernah baca SHiver itu... e book apa memang ada di toko buku?


message 101: by Nilam (new) - rated it 4 stars

Nilam Suri @Rina
hehehe,aku sih bacanya ebook, aku ga yakin deh udah ada terjemahannya apa belum.sebenernya Shiver ini dah lama ditulisnya,bahkan sebelum Twilight, dan mau difilm-in juga.
baca deh Rina,atau kalau mau aku bisa ngasih ebooknya :)


message 100: by Rina (new)

Rina Suryakusuma @Nielam
Mau Niel :) kalau kamu gak repot ya :)
emailku di rina_suryakusuma@yahoo.com
thanks a lot, Niel


Pandasurya iyah itu dia..ampe kepanjangan euy..GR ampe error..ahaha..:-D

wah bisa dicuba tuh Shiver..werewolf yah? hemmm..


Pandasurya Speakercoret wrote: "ampun, panjang beneeeeeeer....

Typo? Maaf tidak ada secuil pun cacat typo di buku inih, tak sehuruf pun.

wooooow, kalo bener, hebat lah yg nerjemahin ma editornya ...."


yup..beneran, mut, sepembacaan gw emang gak ada typo..gw kan beberapa kali ngulang baca di beberapa bagian..:-p


Nilam Suri okey Rina, aku kirim yaa..
Panda,mau juga gaa?emailmu apa?apa aku dah punya, ya?lieur euy o_O


Pandasurya wah gw gak tahan baca ebook mah, niel, makasi dah..hehe..mau buku benerannya ajah..:-p


message 95: by Rhea (new) - rated it 5 stars

Rhea panjaaaaaannggggg


Nilam Suri hahah,kalau buku benerannya mah cari sendiri aja Panda..tapi kalau kamu suka twilight,sepertinya akan suka Shiver :)


message 93: by Rhea (new) - rated it 5 stars

Rhea @Nielam: aku juga mau Shiver, kalau pas nggak repot kirimin dooongggg.... ^^
imelku: rhea.siwi@gmail.com

tengkyuuu. *peluk2*


indri bagian awal : riviu twi-hard :p
bagian tengah : cuplikan/resensi buku
bagian akhir : nah, ini baru kesan yang ditangkap oleh si peresensi.. terutama komen message no 3 :p

*ampe ngumpet ke KM gw baca ripiu superpanjang ini..*


Nilam Suri Rhea,sudah aku kirim yaaa ;)


message 90: by Rhea (new) - rated it 5 stars

Rhea he eh, udah dimasuk. :)


Pandasurya indri wrote: "bagian awal : riviu twi-hard :p
bagian tengah : cuplikan/resensi buku
bagian akhir : nah, ini baru kesan yang ditangkap oleh si peresensi.. terutama komen message no 3 :p

*ampe ngumpet ke KM ..."



yaah mungkin begitulaah..hahaha..


indri Dan kalau mereka gak suka, kenapa juga rela bersedia membuang waktu membaca hingga tamat buku yang
tebal totalnya (buku 1, 2, 3, 4) lebih dari 2000 (duaribu) halaman?!


emm, didn't like this part. memancing..

Kalo sayah sudah gak suka dengan 1 buku, misalnya di beberapa halaman awal dan ketika coba di-skimming juga tidak suka maka sayah tidak akan rela membuang waktu buat membacanya, sayah akan langsung meninggalkannya di detik pertama.

eh, kayaknya ini kata2 gw di komen ripiu sebelumya, euh.. :p


Pandasurya memancing? silakan buat yg terpancing..

komen ripiu sebelah yg mana yah?


Pandasurya ah lupa, sekalian mo posting gambar inih..

description

dari kiri-kanan: Esme, Emmet, Alice, Jasper, Carlisle, Rosalie


message 85: by aldo zirsov (new)

aldo zirsov saya hanya menonton filmnya, tidak tertarik membaca apalagi membeli bukunya.
saat menonton filmnya, saya sempat tertidur pulas pada beberapa sequence film ini, dan saat terjaga pas adegan perkelahian, dalam kondisi setengah sadar, saya menyangka saya sedang menonton film kung-fu Cina, yang di-dubbing ke bahasa Inggris.....

"You killed my brother....!!!
I want to take revengeeee...!!
Ciiaaattt...!!"


:p


message 84: by Adhe (new) - rated it 3 stars

Adhe Ya ampun panjang amat reviewnya...

*kasih 2 jempol buat panda


Pandasurya @aldo
hehe..iyah, uda, pelemnya emang jelek lah..
yup soal tertarik dan tidak kan memang udah soal selera juga lah..hehe

@adhe
makasih, bu..:-) ke mana aja nih? jarang OL yah sepertinyah..


message 82: by Mery (new) - rated it 3 stars

Mery "Aku lebih suka kalau dia tidak tampan dan tidak kaya. Itu akan sedikit menghilangkan jurang perbedaan di antara kami—karena dia tetaplah orang yang paling penuh cinta, paling tidak egois, paling brilian, dan paling baik yang pernah kukenal. Tentu saja aku cinta padanya. Apa sulitnya memahami itu?”


sorry bella, cinta membuatmu terlalu buta untuk melihat betapa egoisnya pacar vampirmu itu *ahaaaayyy*


Pandasurya hihihi...jadi cinta itu harus egois ya, mo..:-p


message 80: by Mery (last edited Jul 19, 2010 03:43AM) (new) - rated it 3 stars

Mery gak...
beda dong kak. :P
membaca eclipse kan juga butuh ketidakberpihakkan kepada Bella wakakaka

yah itu sih pendapatku aja :P


Edward to Bella: Aku tidak ingin kau dekat-dekat dengannya karena dia bisa melukaimu.
Edward to Jacob (di tenda): Aku percaya kau akan selalu bisa melindunginya, Jacob.


NGOOOOOOOKKKKK



*efek bete nonton Eclipse*


Maaf saya cuma sekadar menyampah


*diusir kak panda pake jurus kame hame =))*


message 79: by Mery (new) - rated it 3 stars

Mery btw vote buat reviewnya ;D
keren


Pandasurya hehe..makaciii, mo..:-)
ah engga..gak ngusir kok, mo..nyantey aja, bebas komen ajah..
iya tuh adegan di tenda hehehe..ngga banget ya..
emang pelemnya jelek sih..kejar setoran kyanya ya, kejar tayang gituh..


Yunita1987 keren reviewnya,,aq suka banget,,kebetulan, aq pencinta Twilight dan uda selesai baca 4 serinya,,hehehe,,,


Tukang Kueh Keren tapi adegan di tenda itu yang aku paling suka....maksudnya...sudut pengambilan wajah si edward yang lebih pas dibanding film-film sebelumnya. Yah...kalo yang lainnya sih...so so lah. Secara keseluruhan....lebih suka film ini dibanding dua film sebelumnya.

Pandasurya wrote: "hehe..makaciii, mo..:-)
ah engga..gak ngusir kok, mo..nyantey aja, bebas komen ajah..
iya tuh adegan di tenda hehehe..ngga banget ya..
emang pelemnya jelek sih..kejar setoran kyanya ya, kejar tayan..."



indri trus adegan mana ibutio?
adegan 'kiss me, jacob'??
huehehehe..


Tukang Kueh Keren eh....belum memuji....Panda....huhuhu....aku terharu sekali baca reviewnya.

Sebagai penggemar romance...buat saya buku ini jelas lebih dari sekedar romance sejenis harlequin.

Karakter Bella yang (katanya) bikin kesal banyak orang, buat saya sih manusiawi banget....bella kan remaja, bukankah kita juga pernah remaja?? *sok tua banget sih*

malah menurut saya, tokoh cewek di romance biasa itu kadang terlalu lebay, atau terlalu "strong" yang malah kadang karakternya gak masuk akal.

ngomong-ngomong soal egois...ya cinta itu egois kok *ngaku nih...Momo....aku bener-bener bikin pengakuan...heuheuheu*

Jadi inget sama perdebatan seru soal Bella yang katanya mendua...ah...itu wajar kok...dia sedang berusaha memilih yang terbaik....dari dua yang disukainya. *I've been there.....hahaha....pengakuan lagi*

Buat saya....cinta mereka itu real kok... maksudnya... cinta itu ya begitu adanya kok, tidak masuk akal dan lebay.

life is messy, but love is messier ---->lupa...dapet dari film apa...yang aku inget bintangnya Jenifer Gardner.

Tetap cinta Edward....suka banget sama Alice.....entah kenapa, gak pernah suka sama Jacob...biar pun sebetulnya dia keren juga *versi buku ya....bukan film*

*sabar menanti breaking dawn*


Tukang Kueh Keren ih...aku gak suka adegan itu....rasanya di bukunya gak gitu deh kejadiannya *nunggu bukunya dibalikin Panda*

btw....ada foto kencannya Tio sama Bintang di atas delman...upload di mana ya?? heuheuheu

indri wrote: "trus adegan mana ibutio?
adegan 'kiss me, jacob'??
huehehehe.."



message 72: by Luqman (new)

Luqman Hakim covernya asli keren bgt >,<` salut bgt sama yang buat n ngonsep! Dari awal tau ttg buku ini waktu masih kuliah, sebelum tau desas desus pro dan kontra terhadap serial vampir atau so called vampir satu ini.

terlepas dari pengaruh yang ada, saya mau komentar sotoy..

kalau dari pujian dan cacian yang ada, tampaknya vampir satu ini emang "beda" yah dari yang lain :)
emang bner sih namanya fiksi bebas berkarya, tapi kenapa seenaknya melebihi batas? bukannya kalau gitu bocah tk sekalipun bisa ngarang ttg makhluk yang "menurut" dia vampir tapi nyatanya bukan? apakah kyk gitu sah2 aja? setau saya fiksi sekalipun jelas asal usulnya dan gak timbul begitu aja, justru d situlah letak keseruan fiksi...

bahkan waktu michael scott mendeskripsikan ttg vampir dan ternyata scathatch yang gak kena curse sunburn merupakan salah satu ras vampir, Scott tetap menjelaskan alasannya, dan meskipun fiktif atau terkesan mengada2 alasan tersebut tetap bertautan dengan gariss mitos yang ada tokoh yang memang dalam mitos dan legenda sudah berabad2 d perbincangkan... sehingga SERU! ketika tau bahwa. oh.. ternyata dia itu... oh ternyata scathatch (the shadowy) itu vampir jugaa.. dll..

setau saya vampir itu udah masuk kategori makhluk mitos yang bahkan mungkin d sebagian tempat d belahan bumi ini masih ada yang mempercayai keberadaannya..

ibarat kata kalau misalnya tiba2 pocong yang notabene merupakan hantu mitos dengan image serem, ngagetin, berkavan, loncat2, ini di ubah imagenya oleh seseorang menjadi gitu... kan aneh.. =_= yah itu saja komen asal, ga usa d dngerin eh ditanggepin.. :P

baca aja belom kok bukunya.. hahaha


indri yaah, itu adegan dramatis tuuh..
kalo yang bella ma edward kan biasa ajaah.. (keseringan gitu)

poto kencan bintang ma tio? di mana ya diaplotnya, huhuu, kmrn di lapangan lupa dipoto2 lagi deeh..


message 70: by Luqman (new)

Luqman Hakim wakakakak mau d jodoin ya? wahahahaha... beruntung tuh si tio.. Bintang kan cantik >,< hahaha

si Bintang juga tu si Tio kan keren :hammer:
(karena mamanya keren) hahha


Tukang Kueh Keren Luqman...dilarang komen kalo belom baca bukunya *galaknya dikeluarin lagi*


Tukang Kueh Keren salah....*GOLOKnya dikeluarin lagi*


message 67: by Luqman (new)

Luqman Hakim hahaha iya iya maap :P *segera baca* hehe.. habis reviewnya Panda bagus sih, keluar semua emosinya,
jadi sisi tak setujuku keluar juga :D

hahaha


indri ibutio.. emang kalo belum baca bukunya ga boleh komen??
jangan gitu dong, kan aku mau ngomenin riviunya..

apa harus membaca supaya komennya berbobot yaah..
(omaygat, why these day full of this vampire things?)


Tukang Kueh Keren Luqman...jangan ngomong melulu...mending kirimin aku wicked buku dua :D *gak bisa brenti baca buku pertamanya*


Tukang Kueh Keren eh...lupa...aku sudah keren lagi kan....*goloknya disimpen rapi lagi*


indri eeh, like Luqman comment at 37.


message 62: by Mery (new) - rated it 3 stars

Mery tukang kue keren wrote: "eh....belum memuji....Panda....huhuhu....aku terharu sekali baca reviewnya.

Sebagai penggemar romance...buat saya buku ini jelas lebih dari sekedar romance sejenis harlequin.

Karakter Bella yang ..."



saya pun egois bundaa huahaha.
itu kan komen subjektif karena tidak suka ama sikap Edward buat Bella ke Jacob. Yang ngelarang-larang ketemu Jacob dengan dalih keselamatan Bella terancam karena Jake masih sering ngamuk-ngamuk lalu eng ing eng jadi Wolf (padahal wolfnya lucu) >.<.

Pas baca itu aku beneran ngedumel gini. "Yaaah edward kena STMS (Short Term Memory Syndrom) dia lupa ama buku 1 dan 2, siapa yang bikin 'keselamatan' Bella terancam. gitu loh bunda. ;D

kalo Rob sih suka haw haw hawwwtt *walo tetep lebih suka Taylor*


message 61: by Luqman (new)

Luqman Hakim wah wah wah... saya juga pernah d bilang terkena STMS sama momo :D


indri sebenernya, saya tertarik sama bahasan love storynya ajah..
kalo soal vampir2an kykny emang berbeda pendpat.


message 59: by Mery (new) - rated it 3 stars

Mery Luqman wrote: "wah wah wah... saya juga pernah d bilang terkena STMS sama momo :D"

tiap hari kan man? *wink wink*


« previous 1 3
back to top